
Singkat cerita,aku pun sudah berada kembali di rumah sakit,seharus nya jadwal Clara pulang hari ini,tapi Clara masih belum bisa buang air kecil/kencing,jadi terpaksa dokter menyuruh Clara untuk tetap berada di rumah sakit sampai Clara bisa kencing.
Di masa pandemi seperti ini,sanak saudara dan tetangga ku tidak berani untuk menjenguk Clara,mereka hanya menelfon ku dan menanyakan ke'adaan Clara dan anak ku,dan Alhamdulillah anak ku dan istri ku sehat semua.
Hari demi hari berganti,Clara pun sudah Normal kembali dan sudah sehat,sudah saat nya kami untuk pulang ke rumah,di rumah kami sudah di tunggu oleh sanak saudara dan tetangga ku,mereka juga mematuhi protokol kesehatan dengan membawa masker,tidak tau siapa yang sudah menaruh tempat buat cuci tangan di depan rumah ku,yang pasti itu juga buat keamanan kami persama,walaupun di saat ini aku sedang kesulitan dalam masalah ke'uangan,aku berencana besok akan mengadakan syukuran untuk berbagi kepada tetangga ku atas lahir nya anak ku yang ke dua,karna aku yakin,siapapun yang mau berbagi di saat bulan ramadhan,Allah akan melipat kan 1000 kabaikan untuk nya.
setiap pagi aku membantu Clara mentiap kan segala sesuatu nya untuk merawat anak ke dua ku dan anak pertama ku,anak pertama ku duduk di bangku SD kelas 1,dia begitu senang karna sudah mempunyai seorang adik.
Hari hari pun berlalu begitu cepat,lebaran pun tiba,sanak saudara yang di jakarta tidak bisa pulang kampung karna larangan mudik,mereka pun menelfon dan bermaafan lewat telefon,air mata pun tidak terasa menetes di pipi ku,karna lebaran tahun ini tidak seperti biasanya,dan aku berharap wabah ini segera berakhir,agar kami bisa berkumpul seperti biasa nya.
Tidak terasa lebaran pun sudah berjalan 1 minggu,waktu nya kembali mencari kerja di jakarta,sebener nya Clara belum mau di tinggal dulu karna dia masih kerepotan mengurus 2 anak kami sekaligus,tapi untung nya ibu ku setiap hari membantu Clara untuk mengurus anak anak kami,aku pun berangkat ke jakarta untuk memulai bekerja kembali,sesampai nya di jakarta,aku oun bertemu mandor yang telah menipu ku sebelum puasa kemarin,dia pun menundukan kepala nya saat melihat ku,tapi aku menghampiri nya dan menanyakan keadaan nya.
__ADS_1
"Pak gimana kabar nya." ucap ku
"Eh mas Tristan,baik mas,mas sendiri gimana." ucap mandor itu
"Alhamdulilah baik pak." ucap ku
"Mas maaf ya mas,saya belum bisa ngasih uang yang kemarin itu mas." ucap mandor itu
"Maaf mas saya tidak berani mas,nanti kalau uang nya sudah ada saya temuin mas sama teman teman mas saja." ucap mandor itu
"Makanya itu pak,kita omongin bareng bareng pak." ucap ku
__ADS_1
"Bukan nya saya tidak mau mas,tapi saya takut kalau teman teman mas Tristan main tangan mas." ucap mandor itu
"Sekarang saya tanya sama bapak,bapak kenapa kemarin itu kabur membawa uang hasil kerja kami." ucap ku
"Saya lagi kena musibah mas,saya bener bener lagi butuh uang mas,mobil sama sawah saya juga sudah saya jual buat operasi istri saya mas,itu pun sekarang saya juga masih punya hutang bank,jadi tolong beri saya waktu untuk melunasi uang mas Tritan dan teman teman mas." ucap mandor itu ketakutan
Sebener nya aku nggak percaya dia ngomong apa,tapi aku harus membawa nya ke kantor polisi agar dia mempertanggung jawab kan semua nya.
***Next time
Jangan lupa like rate love dan vote kak,dukung author nya dengan cara yang mudah,dan itu gratis,untuk GIVE AWAY nya bisa cek di chanel youtube saya ya kak,di OM RIK CHANEL,di situ kalian akan tau gimana cara memdapat kan GIVE AWAY nya,terima kasih kak***
__ADS_1