
Walaupun baru semalam aku kenal dengan Linda,tapi karna aku berjanji bahwa Abdi akan tetap bertanggung jawab atas apa yg sudah dia perbuat kepada Linda,dia pun berterima lasih dan mengakrab kan diri dengan ku.
"Aku baik Linda,oh iya,gimana kandungan kamu,sehat kan."ucap ku yg masih belum menanyakan hal utama nya
"Sehat mas,semalem Linda habis dari bidak untuk periksa." ucap Linda dari seberang telfon
"Jadi gini Lin,aku telfon kamu pagi pagi begini karna ada sesuatu hal yg mau aku tanyakan sama kamu,tapi kamu jawab sejujur jujur nya." ucap ku mulai serius
"Mau tanya apa mas." ucap Linda singkat
"Gimana kalau kita beralih ke vidio call aja biar enak."ucap ku
"Iya mas boleh."ucap Linda
Aku pun terus beralih le vidio call,saat aku melihat wajah asli Linda,awal nya aku terpesona karna dia memang manis,tapi aku berfikir bahwa itu mungkin karna efek camera,aku pun melanjut kan obrolan ku dengan Linda di hadapan Abdi.
"Oh iya Lin,kalau boleh tau,sebener nya siapa yg sudah menghamili kamu." ucap ku serius sambil melihat reaksi Abdi
"Nama nya Abdi mas,dia sudah menghamili saya,dan belum lama ini dia menuduh Iqbal yg sudah menghamili ku,padahal aku melakukan hubungan itu hanya sama Abdi,memang benar dulu saya sempet deket sama Iqbal,tapi Abdi lah yg sudah membuat hubungan saya sama Iqbal renggang,dan sekarang saat saya sudah bersama Abdi,saya sudah menyerah kan semua nya,malah dia nggak mau tanggung jawab atas perbuatan nya." terang Linda dengan menetes kan air mata nya
__ADS_1
"Apakah Abdi yg kamu sebut kan tadi calon kakak ipar Iqbal." ucap ku
"Iya mas,nanti saya kirim foto saya sama dia mas buat bukti kalau emang sama ada hubungan sama dia." ucap Linda yg masih menangis
"Kamu nggak usah mengirim foto kalian berdua,sekarang kamu lihat ini,apakah Abdi yg kamu sebut tadi bener ini orang nya." ucap ku sambil mengarah kan hp ku ke Abdi
"Mas Abdi,tolong mas Abdi segerah nikahin aku mas,kehamilan ku semakin besar mas,dan aku nggak mau melahir kan anak tanpa bapak nya,dan aku nggak sanggup kalau harus menanggung malu karna kehamilan ku ini masih belum ada yg tau mas,sebelum tetangga pada tau,aku harap mas Abdi segera menikahi aku mas." ucap Linda memohon sambil menangis terisak isak
Abdi pun diam tanpa kata,hingga aku kembali berbicara kepada Linda dan menenang kan nya.
"Linda kamu tenang saja,aku janji sama kamu,bahwa Abdi akan bertanggung jawab atas semua yg sudah dia lakukan kepada kamu." ucap ku sambil menenang kan Linda
"Iya mas,aku sangat berharap bantuan dari mas Tristan,hanya mas Tristan yg bisa membantu saya saat ini." ucap Linda yg masih menangis
"Iya mas,Linda ucap kan banyak terima kasih karna mas Tristan sudah peduli sama saya." ucap Linda
Aku pun mematikan vidio call nya dan langsung bertanya kepada Abdi.
"Gimana mas,apa masih kurang semua bukti nya." ucap ku dengan penuh kemenangan
__ADS_1
"Tapi tetap saja saya nggak mau bertanggung jawab atas kehamilan Linda." ucap Abdi dengan mada keras
"Baik lah kalau itu masu mas Abdi,mas Abdi boleh keluar sekarang." ucap ku dengan senyum sambil mengotak atik hp ku
Sesaat setelah Abdi berdiri,aku pun menelfon polisi.
"Halo kantor polisi." ucap ku pura oura telfon
"Ini pak,kemarin ada orang yg sengaja mencelakai pekerja di proyek saya,jadi saya mohon bapak bisa segera ke proyek saya untuk menangkap pelaku nya,dan semua bukti pun lengkap,dari saksi dan vidio pun ada pak." ucap ku yg masih pura pura telfon
Abdi pun berbalik badan dan memohon kepada ku untuk tidak memenjarakan nya,lalu aku pun pura pura mematikan telfon ku.
"Gimana mas,apa mas Abdi sudah berubah pikiran dan mau bertanggung jawab." ucap ku dengan santai
"Iya pak,saya mau menikahi Linda,dengan satu syarat bahwa saya tidak di penjara." ucap Abdi dengan raut muka takut
"Oke,mas Abdi tidak akan di penjara,dan satu lagi mas,karna mas Abdi sudah membuat mas Iqbal celaka,sebagai ganti nya mas Abdi harus merestui hubungan mereka berdua." ucap ku dengan tenang dan sabar
"Sebener nya saya setuju dengan hubungan mereka pak,kemarin saya tidak setuju karna saya memang belum siap untuk menjadi seorang ayah,jadi saya lemparkan semua kesalahan saya kepada Iqbal." ucap Abdi dengan raut penuh penyesalan
__ADS_1
***Next time
Jangan lupa selalu tinggal kan Like rate bintang 5 dan komen ya kak,agar saya semakin semangat menulis cerita ini,terima kasih sebelum nya kak***