
"Maafin saya mas,kemarin lupa mau ngasih nomer hp saya ke mas Diki,setelah proyek yang di bekasi kemarin itu selesai,saya sudah nggak dapet proyek lagi mas,dan setelah itu istri saya melahir kan,jadi saya agak lama di kampung." ucap ku
"Selamat ya pak,bapak sudah menjadi se'orang ayah sekarang,oh iya pak,ngomong ngomong bapak di sini juga ikut ngambil proyek ini ya pak,kok kemarin kemarin saya nggak lihat bapak." ucap mas Diki
"Saya di sini kerja seperti mas Diki,saya ikut pak Ramli juga mas." ucap ku
"Nggak mungkin pak Tristan kerja seperti saya." ucap mas Diki
"Kalo mas Diki nggak percaya tanya saja sama pak Ramli." ucap ku
"Iya mas,mas Tristan kerja ikut saya,sebener nya saya nggak enak,tapi kan sekarang mas Tristan lagi nggak ada kerja'an,jadi mas Tristan saya jadikan wakil saya mas." ucap pak Ramli
"Syukurlah kalo gitu,kalo pak Tristan kembali jadi kuli lagi,saya mau berhenti kerja saja pak,kalo pak Tristan jadi wakil saya akan melanjut kan kerja saya lagi." ucap mas Diki
__ADS_1
"Lah kok gitu mas,di mana mana kerja sama siapa saja ya sama mas,yang penting kan kita menghasil kan uang untuk menafkahi keluarga kita mas." ucap ku
"Iya sih pak,tapi saya nggak enak kalo pak Tristan jadi kuli lagi dan bekerja sama saya di sini,kesan nya itu saya jadi nggak enak pak." ucap mas Diki
"Udah mas nggak usah di fikirin,yang penting keluarga tercukupi mas,kerja yang rajin,masalah hasil serahin saja sama yang maha kuasa." ucap ku
"Iya pak,pak Tristan memang orang yang paling bijak,saya salut dengan bapak." ucap ma Diki
"Iya pak." ucap mas Diki
"Saya pamit dulu pak,besok saya akan mulai bekerja di sini." ucap ku kepada pak Ramli
"Iya mas,saya tunggu kedatangan mas Tristan besok pagi." ucap pak Ramli
__ADS_1
Aku pun langsung keluar dari proyek ini menuju ke kontrakan ku,saat aku keluar dari proyek,aku melihat mobil mewah,aku nggak asing dengan supir nya,aku seperti nya sudah pernah melihat supir nya,Dan saat supir nya itu membuka pintu belakang,ada pemuda yang keluar dari mobil itu,saat aku melihat orang nya,aku teringat kepada Izal,aku sempat berfikir bahwa itu Izal,dan aku mau memanggil nya,tapi tidak jadi,karna aku takut salah orang.
Setelah pemuda itu masuk ke proyek,aku melihat para satpam proyek dan petinggi petinggi proyek hormat kepada nya,aku pun langsung tau kalo dia adalah bos nya di sini,dan untung saja aku nggak memanggil nya tadi,kalo sampai salah,bisa bisa aku kena masalah di sini.
Aku pun melanjut kan perjalanan ku ke kontrakan ku,sesampai nya di kontrakan,aku membuka hp ku dan melihat ada pesan masuk,dan itu dari Izal.
"Maaf ini Tristan siapa ya,aku nggak kenal sama yang nama nya Tristan,tolong jangan macam macam ya,aku bisa laporin kamu ke polisi." pesan dari Izal
Aku pun kaget melihat pesan itu,apa mungkin ini bukan nomor hp Izal ya.
***Next time
budayakan like rate bintang 5 love dan vote,karya ini 100% hasil pemikiran saya sendiri,jadi hargailah penulis nya,terima kasih***
__ADS_1