
"Mungkin dia lagi sibuk pak,jadi nggak sempet angkat telvon dari bapak." ucap ku
"Tapi kan kami saling membutuh kan mas,dia kalo nggak ada kita kayak gini,dia juga nggak dapet uang mas,masak sama kuli nya aja nggak bisa menghargai." ucap pak Ramli
"Ya sabar saja pak,kita nikmati saja pekerja'an kita,karna pekerja'an akan semakin sulit saat kita lagi nggak enak hati,tapi kalo kita lagi seneng,pekerja'an sesulit apa pun akan terasa mudah." ucap ku
"Mas Tristan ini walaupun masih muda,tapi mas Tristan bener bener bisa mengerti situasi,saya salut sama mas Tristan." ucap pak Ramli
"Saya hanya sekedar memberi saran sama bapak,senenar nya nggak pantas saya ngomong kayak gini sama bapak,karna bapak lebih tua dari saya." ucap ku
"Nggak apa apa mas,saya malah seneng ada yang memberi saya arahan seperti itu,oh iya mas,mas Tristan kenal nggak sama Mas Diki." ucap pak Ramli
"Mas Diki siapa ya pak." ucap ku
__ADS_1
"Dia kata nya perna kerja ikut mas Tristan di bekasi,dia ber cerita kalau mas Tristan itu orang nya baik banget sama dia,dia mau ikut kerja lagi sama mas Tristan,tapi mas Diki nggak punya nomer hp mas Tristan." ucap pak Ramli
"Oh mas Diki yang orang nya Tinggi itu ya pak,emang di mana sekarang orang nya pak." ucap ku
"Dia kerja ikut saya di sini juga mas,dia rajin banget kerja nya,walau pun nggak cepet,tapi dia tukang serba bisa mas,saya suka sama ketrampilan bekerja nya." ucap pak Ramli
"Oh dia di sini pak,kemarin saya juga lupa mau ngasih nomor hp saya ke mas Diki." ucap ku
"Ya udah ayo kita temuin mas Diki kalo gitu,tapi sebelum nya,mas Tristan mau nggak jadi wakil saya di sini." ucap pak Ramli
"Rejeki sudah ada yang ngatur mas,kalau pun mas Tristan mau membawa kabur uang saya,berarti itu bukan rejeki saya mas,dan saya juga percaya kalo mas Tritan nggak bakalan ngelakuin hal serendah itu." ucap pak Ramli
"Terima kasih atas kepercayaan bapak,kalo gitu,ayo sekarang kita temuin mas Diki dulu pak." ucap ku
__ADS_1
"Ayo mas,saya mau ngasih kejutan sama mas Diki." ucap pak Ramli
Lalu kami pun langsung menuju ke tempat kerja nya mas Diki,dari belakang kami memperhati kan mas Diki yang lagi pasang bata ringan,aku melihat skill mas Diki emang nggak ada dua nya,pelan tapi pasti,itu lah yang mebuat saya suka sama mas Diki,apa lagi orang nya juga giat bekerja.
"Mas Diki,ada yang mau ketemu nih sama mas Diki." ucap pak Ramli
"Eh pak Ramli,siapa pak yang mencari saya,masak kuli kayak gini ada yang nyari." ucap mas Diki
"Walau pun kuli,tanpa kuli bangunan jakarta nggak akan ada perumahan mewah dan gedung gedung tinggi,jadi buat apa malu sama pekerja'an sebagai kuli bangunan." ucap ku
"Pak Tristan,gimana pak kabar bapak,saya sudah lama mencari cari nomor hp bapak tapi nggak ketemu,dan alhamdulilah kita di pertemukan kembali di sini pak." ucap mas Diki dengan raut wajah yang gembira
***Next time
__ADS_1
budayakan like rate bintang 5 love dan vote,karya ini orosinil hasil pemikiran saya sendiri,jadi hargailah penulis nya,terima kasih sebelum nya***