
Aku pun memikir kan terus soal pesan itu,apa benar itu bukan Izal,kalo dia bukan Izal,trus siapa dia,trus kalo dai Izal,kenapa dia nggak kenal sama aku,ah sudah lah,besok biar aku mencari tau lah,kayak nya di proyek tadi bener bener Izal,atau aku telvon pak Alex aja,soal nya kan proyek nya di kasih ke anak angkat nya.
Tanpa pikir panjang,aku pun langsung telvon pak Alex.
"Asalamualaikum,selamat siang pak." ucap ku
"Selamat siang juga,maaf ini siapa ya." ucap pak Alex
"Ini benar pak Alex kan." ucap ku
"Iya benar,maaf ini siapa ya." ucap pak Alex
"Ini saya Tristan pak." ucap ku
"Oh mas Tristan,mas Tristan ke mana saja mas,semenjak kontak hp saya hilang saya sudah nggak punya nomor siapa siapa,saya mau hubungin mas Tristan bingung." ucap pak Alex
"Saya di kampung pak,istri saya lahiran kemarin." ucap ku
"Oh gitu mas,selamat ya mas sudah menjadi bapak,semoga menjadi anak yang sholeh/sholehah,berbakti kepada kedua orang tua." ucap pak Alex
__ADS_1
"Iya pak,makasih doa nya." ucap ku
"Oh iya mas,sekarang mas Tristan kerja di mana." ucap pak Alex
"Saya belum kerja pak,dan besok baru mau mulai kerja di proyek bapak yang di kemayoran pak." ucap ku
"Mas Tristan kerja di sana juga ya mas,ya sudah kalo gitu saya besok ke sana mas." ucap pak Alex
"Iya pak,saya kerja di sana ikut pak Ramli pak." ucap ku
"Mas Tristan jadi kuli lagi mas." ucap pak Alex
"Nggak mas,besok biar saya atur semua nya mas,saya nggak mau mas Tristan jadi kuli,saya akan memberikan mas Tristan Proyek di sana,dan mas Tristan harus mau." ucap pak Alex
"Nggak usah pak,saya nggak enak sama pak Ramli,soal nya saya baru saja meminta pak Ramli ikut kerja sama beliau pak,jadi saya nggak enak pak." ucap ku
"Udah mas Tristan tenang saja,semua kendali masih di tangan saya mas,walaupun sekarang sudah saya serahin sama anak angkat saya,tapi kendali masih saya pegang mas." ucap pak Alex
"Oh iya pak,kalo boleh tau anak angkat pak Alex itu nama nya siapa ya pak." ucap ku
__ADS_1
"Nama panggilan nya Izal mas,oh iya mas,kayak nya Izal 1 kabupaten sama mas Tristan." ucap pak Alex
"Ternyata bener memang dia Izal,kenapa tadi aku nggak manggil dia ya,ah sudah lah,besok juga ketemu di proyek." ucap ku dalam hati
"Mas Tristan kenapa,mas kenal sama anak saya." ucap pak Alex
"Nggak pak,nama nya cuman sama dengan temen saya pak." ucap ku
"Oh gitu mas,ya sudah kalo gitu mas,sampai ketemu di proyek besok mas." ucap pak Alex
"Iya pak,Asalamualaikum pak." ucap ku
"Wa'alaikum salam mas." ucap pak Alex
Aku pun mematikan telvon ku,Aku nggak nyangka kalo anak amgkat pak Alex adalah Izal,pantes aku nggak asing sama dia pas turun dari mobil,tapi kok Izal kelihatan agak sombong gitu ya,apa karna sekarang semua yang dia mau bisa tercapai dengan mudah,tapi sudah lah,aku nggak boleh su'udzon.
***Next time
budayakan like rate bintang 5 love dan vote,karya ini 100% asli hasil pemikiran saya sendiri,jadi hargailah penulis nya***
__ADS_1