
Emosi ku memuncak saat si Toni berbicara seperti itu,hati ku terasa sangat sakit,tangan ku mengepal dan mau memukul nya,tapi aku masih bisa menahan amarah ku,aku hanya berkata kepada nya dengan nada yang sopan.
"Oh iya pak,maafin saya pak kalo saya punya salah sama pak Toni,saya lupa kalau orang yg dulu nya miskin dan makan pun ngemis ke teman nya,sekarang sudah kaya dan sudah lupa akn kebaikan temen nya yg ngasih makan dulu,saya mohon undur diri dari hadapan pak Toni yang terhormat." ucap ku sambil membalik kan badan dan pergi
Saat aku berbalik,Toni pun berbicara kepada ku.
"Maksut lu apa ngomong gitu,lu nggak iklas,dan mau ungkit ungkit masalalu." ucap Toni dengan lantang
"Nggak pak,saya nggal mau ungkit ungkit masa lalu,maaf kalo saya salah ngomong." ucap ku masih meremdah dan menahan luapan emosi
"Kalo emang lu nggak Iklas,ini gua ganti,lu mau berapa,1 juta,10 juta,atau 100 juta." ucap Toni
"Maaf pak,saya tidak butuh uang dari bapak." ucap ku
"Sok sok an lu,emang lu punya duit." ucap Toni semakin lantang
__ADS_1
Emosi ku pun semakin memuncak,aku sudah tidak bisa menahan amarah ku ini.
"Dari tadi aku menghormati kamu,tapi kamu tidak bisa menghormati saya,saya emang Miskin,tapi saya bukan pengemis,terkadang orang miskin akan jadi sombong saat dia di titipin sedikit rejeki dari Allah,tapi dia tidak sadar bahwa itu hanya bersifat sementara,ingat lah Ton,suatu saat pasti lu bakalan butuh bantuan dari saya,saya nggak butuh uang dari kamu,lu emang kaya harta,tapi lu miskin hati,suatu saat lu bakalan tau kalau di dunia ini yang mahal bukan lah rumah dan mobil mewah,tapi pertemanan lah yg paling mahal." ucap ku sambil meninggal kan Toni
"Gaya lu sok sok an,miskin yang tetep aja Miskin." teriak Toni
Aku pun tidak menghirau kan perkata an Toni lagi,dan aku berharap dia akan berubah.
Singkat cerita,aku pun ke rumah pak Alex untuk silaturahmi,karna ini juga masih suasana lebaran.
"Zal jemput aku di depan rumah dong." ucap ku
"Masuk aja mas,cuman acara kecil kok,ini keluarga semua yg di sini." ucap Izal
"Nggak ah,kamu keluar dulu lah sebentar." ucap ku
__ADS_1
"Iya mas,tunggu sebentar." ucap Izal
Tidak berapa lama Izal pun keluar bersama Nisa,Nisa berlari dan memeluk ku.
"Mas Tristan kok baru kesini sih,Nisa kangen tau." ucap Nisa
"Iya dek,mas kan punya anak istri di kampung,jadi ya nggak bisa terus terusan di jakarta."ucap ku
"Oh iya mas,kata nya mas Tristan punya anak lagi ya,cewek pa cowok mas." ucap Nisa
"Alhamdulilah cowok lagi dek,kok kamu tau kalo istri mas baru lahiran." ucap ku
"Tau lah mas,kan di kasih tau sama mas Izal." ucap Nisa
***Next time
__ADS_1
terima kasih atas dukungan dari teman teman semua,tanpa dukungan dari kalian cerita ini nggak bakalan lanjut,dan untuk cerita ini akan tamat di chapter 200 ya kak,terima kasih sudah setia di cerita ini kak***