
Ke esokan hari nya aku pun berangkat ke proyek baru itu,di sana aku nyampe jam setengah 7 pagi,aku menunggu di depan gerbang,karna gerbang proyek nya belum buka,setelah menunggu beberapa saat,tepat jam 7 pagi gerbang di buka,aku menuju ke kerja'an,sesampai nya di lantai 2,aku di telvon oleh pak Alex.
"Selamat pagi pak." ucap ku
"Selamat pagi mas Tristan,maaf mas saya nggak bisa ke proyek hari ini,tapi tenang saja,anak saya sudah saya kasih tau kok kalo suruh nemuin mas Tristan untuk memberi sebagian proyek itu untuk mas Tristan,jadi jangan khawatir mas." ucap pak Alex
"Terima kasih sebelum nya pak,saya jadi nggak enak pak." ucap ku
"Nggak apa apa mas,saya begini karna saya suka sama cara kerja mas Tristan." ucap pak Alex
"Bapak bisa aja,kerja saya ya sama seperti yang lain nya pak,jadi nggak ada yang bisa di bangga kan dari saya pak." ucap ku
"Mas Tristan selalu merendah begitu,itu lah yang selalu bikin saya salut sama mas Tristan,ya sudah kalo gitu mas,sebentar lagi anak saya berangkat ke proyek mas." ucap pak Alex
"Iya pak,terima kasih banyak pak." ucap ku
__ADS_1
"Iya mas,ya sudah kalo gitu mas,saya meeting sama pengembang yg lain mas." ucap pak Alex
"Iya pak." ucap ku
Pak Alex pun memati kan telvon nya,dan aku menunggu kedatangan anak pak Alex,di saat aku menunggu anak pak Alex,pak Ramli pun datang dan menemui ku.
"Mas Tristan,maaf ya mas bukan nya saya nggak mau mas Tristan kerja ikut saya,tapi semalem pak Alex telvon saya kalo mas Tristan mau di kasih proyek sendiri sama pak Alex,jadi mas Tristan nungguin pak Alex aja ya mas,sambil nungguin pak Alex,ayo kita ke warung sarapan mas." ucap pak Ramli
"Iya pak,tadi pak Alex juga telvon saya pak,kata nya Anak pak Alex yang mau ke sini,saya suruh nungguin beliau." ucap ku
"Iya pak,terima kasih sudah mengingat kan saya." ucap ku
Kami pun ke warung untung sarapan,di sana aku dan pak Ramli ngobrol ngobrol,selesai sarapan,aku dan pak Ramli pun menuju kantor,di sana aku di kasih tau struktur Proyek ini,di saat saya melihat nya,anak dari pak Alex pun datang,aku kaget sekaligus senang melihat Izal gagah dan berwibawa sekarang,aku pun langsung menyapa Izal.
"Ini bener kamu Izal itu kan." ucap ku
__ADS_1
"Iya ini aku Izal yang dulu,dan sekarang aku sudah bisa membahagiakan Almarhum orang tua saya." ucap Izal
"Jadi orang tua kamu sudah meninggal,aku turut berduka ya atas kepergian orang tua kamu." ucap ku
Izal pun tiba tiba mengeluar kan chek yang dia tulisi nominal uang 100 juta,dan dia berikan kepada ku.
"Ini untuk kamu yang dulu pernah membantu keluarga saya,dan sekarang kita impas." ucap Izal dengan nada sombong
"Maksut kamu apa ini,aku di sini mau kerja,bukan mau meminta uang dengan cuma cuma." ucap ku sedikit tersinggung
"Udah terima aja,aku tau kok ke'adaan keluarga kamu seperti apa,itung itung itu tanda terima kasih ku untuk mu karna dulu sudah membantu keluarga ku." ucap Izal
"Maaf,aku nggak pernah mengharap imbalan saat aku membantu orang lain,aku nggak nyangka setelah kamu bergelimangan harta,kamu lupa cara menghormati orang lain dan menghargai nya,dan kamu inget 1 hal lagi Zal,aku bukan pengemis di sini,kamu ingat itu." ucap ku sambil meninggal kan ruangan itu
***Next time
__ADS_1
Budayakan like rate bintang 5 love dan vote,karya ini 100% hasil pemikiran saya,jadi hargailah penulis nya,terima kasih sebelum nya***