
Setelah beberapa lama aku menunggu,bu bidan bilang kata nya lahiran nya agak susah,dia pun meminta untuk di rujuk saja ke rumah sakit,karna aku khawatir dengan Clara dan bayi ku,aku pun langsung meng iya kan permintaan bu bidan itu.
"Mas Tristan,seperti nya lahiran nya agak susah mas,dan alat yang saya punya pun kurang lengkap,gimana kalo di rujuk ke rumah sakit saja mas biar cepet di tangani." ucap bu bidan
"Ya sudah kalo mau di rujuk bu,yang penting cepet di tangani bu." ucap ku
"Saya bikinin surat rujukan dulu ya mas." ucap bu bidan
__ADS_1
Aku pun segera menghampiri sodara ku yang punya mobil untuk mengantar kan Clara ke rumah sakit,tapi saat aku memanggil nya,jangan kan jawaban bisa apa nggak,tapi dia malah marah marah,dan terpaksa aku menyuruh orang lain untuk mengantar kan aku da Clara ke rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit,aku melihat jam sudah pukul 04:15,dan saat itu juga Clara di bawa masuk ruang bersalin,fikiran ku tidak karuan,aku pun tidak bisa berfikir jernih,aku hanya bisa berdoa semoga Clara dan anak ku baik baik saja.
Tepat saat adzan subuh ber kumandang,anak pertama ku lahir ke dunia ini,dan seperti yang aku harap kan,anak pertama ku laki laki,aku pun langsung meng adzani anak ku seketika,dia aku beri nama GALANG PUTRA PRATAMA.
Singkat cerita,Clara pun sudah di perboleh kan pulang ke rumah,karna Clara dan bayi nya sudah sehat semua nya,kali ini keluarga kecil ku sudah lengkap,dan sekarang aku harus fokus untuk mencari nafkah untuk menafkahi mereka berdua,setiap pagi aku menggendong anak ku keluar rumah,menurut orang jawa,biar bayi nya kena embun pagi dan matahari pagi,karna itu baik untuk bayi.
__ADS_1
1 bulan kemudian,usaha ku kembali sepi,dan aku pun yakin bahwa tempat usaha ku di ganggu lagi oleh seseorang,tapi kali ini aku sengaja nggak membuka lagi usaha ku,aku kembali kerja ke jakarta untuk mengadu nasip,aku pun kembali bekerja seperti dulu,kembali dari nol lagi,karna pak Alex sampe sekarang belum dapet proyek lagi.
Ber bulan bulan pun berlalu,aku menicil bahan bangunan di kampung untuk membangun rumah,aku berencana membangun rumah kecil di deket rumah orang tua ku,karna di sana masih ada tanah ibu ku yang masih kosong.
Setelah bahan bangunan semua nya sudah terkumpul,aku pun mulai membangun rumah ku,selama 1 bulan aku membangun rumah ku,dan ternyata bahan nya kurang,aku pun menjual motor ku yang aku beli dulu saat aku pertama bakarja untuk membeli bahan bangunan yang kurang.
Setelah rumah ku jadi,aku kembali bekerja di jakarta,di sana aku mendapat kabar bahwa Izal yang dulu pernah aku bantu saat ibu nya sakit,ternyata di angkat anak oleh orang kaya yang menjadi bos proyek seperti pak Alex,karna ayah angkat Izal tidak memiliki anak,jadi penerus usaha ayah nya adalah dia,dan dia pun sekarang menjadi bos,aku ber inisiatif untuk ikut bekerja di proyek nya dan mencari info nomor hp Izal,saat aku mendapat kan nomor hp Izal,aku pun langsung menelvon nya.
__ADS_1
***Next time
budayakan like rate bintang 5 love dan vote,hargailah penulis nya,karna membaca tidak sesulit memikir kan dan menulis,terima kasih sebelum nya***