
Ke'adaan cucu nya yang sangat memperihatin kan,kurus kotor lusuh,itu lah yang sedang cucu nenek itu alami,betapa menderita nya mereka berdua,tanpa kami sadari,kami pun menetes kan air mata di saat melihat ke'adaan mereka yang sedang berjalan ke arah suatu toko di seberang jalan,aku dan Izal pun berhenti sejenak untuk memperhati kan nenek itu,mau apa nenek itu ke toko,apakah nenek itu mau beli sesuatu.
Setelah kami menunggu,nenek itu pun sampai di toko itu,tapi bukan nya di sambut malah di usir oleh pemilik toko,nenek itu bersikeras mau membeli sesuatu untuk cucu nya,tapi pemilik toko tetap mengisir nya dan malah mendorong nya,seketika kami pun langsung menghampiri nenek itu.
"Apa yang bapak lakukan,kenapa bapak tega sekali mendorong nenek ini sampai jatuh." ucap ku dengan nada marah
"Ada urusan apa kamu,orang kayak dia nggak perlu di kasihani." ucap pemilik toko
"Emang nya kenapa,apa karna nenek ini miskin." ucap ku
"Nggak cuman miskin,tapi anak nya yang mati dulu adalah pencuri." ucap pemilik toko
"Apa toko bapak sudah pernah di curi sama almarhum anak nenek ini." ucap ku
"Kalo toko ku sih nggak pernah di curi,tapi sudah banyak korban nya." ucap pemilik toko
"Apa anak nenek ini pernah ketangkep." ucap ku
__ADS_1
"Saking pinternya dia tidka pernah ketangkep." ucap pemilik toko
"Bohong,anak saya tidak pernah mencuri,kalo emang anak saya terbukti mencuri,mana bukti nya." ucap nenek itu
"Halah nggak usah ngelak,sudah banyak yang tau kalo ada orang yang kemalingan,pasti pagi hari nya anak mu membeli sesuatu." ucap pemilik toko
"Jadi bapak nuduh orang tanpa bukti." ucap ku
"Tanpa bukti gimana,dia mati karna di gebukin warga,dia maling." ucap pemilik toko
"Emang saat di gebukin warga,anak nenek ini mencuri apa." ucap ku
"Emang kalian tau dia mau masuk rumah orang kaya itu mau ngapain,apa kalian sudah tau alasan nya." ucap ku
"Ya pasti mau mencuri,tidak mungkin orang miskin malem malem bertamu ke rumah orang kaya kalo nggak mau maling." ucap pemilik toko dengan lantang
"Kalo boleh tau,siapa orang kaya itu,dan di mana rumah nya." ucap ku
__ADS_1
"Rumah itu milik pak Andre di perumahan sebelah." ucap pemilik toko
"Sebentar,maksut bapak,pak Andre itu yang bekerja di PT perproyekan itu ya." ucap Izal
"Iya,emang kamu kenal." ucap pemilik toko
"Dia itu om saya,dia adik dari ayah saya,trus siapa nama anak nenek ini yang sudah kalian pukuli hingga meninggal." ucap Izal
"Nama nya Muhamad imam." ucap Nenek itu
"Sebentar nek,saya telvon om saya dulu." ucap Izal
Di saat Izal sedang telvon om nya,kami pun masih berdebat dengan pemilik toko,setelah Izal selesai telvon,Izal pun langsung menghampiri kami dan berkata.
"Kalian yang sudah main hakim sendiri dan sampai membuat anak nenek ini meninggal,kalian akan di tuntut semua nya sama om saya,karna yang kalian gebukin sampai meninggal adalah Supir pribadi om saya,dan kalian tunggu besok polisi datang kesini menjemput kalian semua nya." ucap Izal dengan marah
***Next time
__ADS_1
budaya kan like rate love dan vote
karya ini 100% hasil pemikiran saya sendiri,jadi hargailah penulis nya,terima kasih sebelum nya kak***