
malam itu Amira sedang istirahat di kamarnya ya wali hanya sebuah gudang namun apalah daya ia tetap mensyukuri nya tak lama ia merebahkan tubuhnya tiba tiba hanfon nya berdering
" siapa juga malam malam begini telepon"
gerutu Amira merasa istirahatnya ada yang menggangu dengan agak malas ia pun menjawab panggilan tersebut karena sedari tadi ia hanya membiarkannya berdering saja.
" halo ..." sapa Amira pada penelpon yang di sebrang
" halo kakak ini aku Ifan "
" kamu ternyata aku pikir siapa ?? kenapa nomor kamu beda Van ??"
" aku ganti nomer biar para musuh atau mata mata musuh gak bisa lacak ya walau sebenarnya masih bisa di lacak tapi biar mereka bingung"
" y udah ga apa! ada apa ?? apa ada berita tentang pengirim obat itu ??"
" itu dia kak Mira ,bisa ketemu di cafe bulan malam ini jam 8 kak"
" bisa kok fan aku siap siap aja sekarang"
" ok kak aku udah pesen tempat ruangan VIP "
"aku langsung ke ruangan itu "
" iya kakak langsung aja ke sana tunggu aku kalau belum datang"
" oke ,aku tutup y telfonnya"
" oke kakak sampai ketemu "
panggilan telepon pun mereka matikan usai itu Amira mulai mengganti pakaiannya selang tak lama pintu pun diketuk oleh seseorang
" siapa lagi itu pasti bibi Metha" ternyata tebak an Amira salah itu bukan bibi Metha melainkan Devan yang sesuai janjinya tadi membawakan uang yang di maksud
" bibi masuk saja tidak aku kunci pintunya" seru Amira dari dalam kamar gudang nya
" aku bukan bibi Metha tapi suami mu"
Amira terkejut bukan kepalang kenapa jadi Devan yang datang
" tuan kenapa kemari "
" ini uangnya ..." meletakkan uang di meja
" tuan sudahlah itu sudah berlalu tak usah diganti tak apa"
" hutang tetap hutang jadi harus dibayar jadi terima uang itu"
" baik lah terima kasih tuan "
" kamu mau kemana rapi sekali ??"
" saya mau keluar tuan , sama Ivan "
"Ivan ,Ivan siapa kamu tidak berselingkuh kan ??!!!"
" tidak tuan dia kan adik anda ,saya hanya menganggapnya adik tidak lebih"
" ya sudah aku antar memang ketemu dimana "
" di cafe bulan"
" kebetulan kita satu arah aku mau ke hotel delima buat ketemu klien"
" apa gak ngerepotin "
" kalau repot gak mungkin aku ajak kamu ya sudah ayo"
akhirnya mereka berangkat ke tujuan masing masing berdua suasana yang ada di dalam mobil terasa canggung karena ini adalah pertama kalinya mereka dalam satu mobil sebagai pasangan suami istri .Amira hanya diam bingungnya harus berbicara apa untuk menghindari pertanyaan ia coba mengalihkan pandangan ke arah luar jendela sementara Devan diam diam mencuri pandang pada Amira dan bergumam dalam hati " ternyata dia cantik juga dan kulitnya bersih tak kalah dengan wanita yang pernah dekat dengan aku ." kenapa aku tak pernah menyadari akan hal itu "
Devan menetralisir rasa dalam hati nya dengan
pura pura batuk
" uuukkk ....."
" kenapa tuan "
" enggak enggak apa kq ,kamu bisa gak gak panggil saya tuan"
__ADS_1
" kenapa udah kebiasaan juga , bingung juga mau panggil apa??"
" terserah asal jangan panggil tuan / BPK"??!!
" e... siapa ya??"
" sayang hanny baby atau hubi atau terserah kamu "
"e... sampai sini aja tuan itu Ivan sudah datang"
Devan pun menepikan mobilnya ia membunyikan klakson dan membuat Ivan melihat ke arah mobil kakaknya ia tau betul bahwa itu mobil Devan
"kenapa mas Devan ada disini " pikir Ivan merasa heran
sementara yang di dalam mobil
" terimakasih sudah mau mengantar "
" iya sama saya juga akan turun"
" untuk apa bukannya hotel delima masih lima menit dari sini ya??"
" gak apa cuma mau nyapa adik q boleh kan ??" terang Devan pada Amira
" ya gak masalah sih " boleh saya panggil mas Devan"
" iya itu lebih baik ,ayo turun
mereka turun bersama dan Ivan hanya senyum senyum sendiri melihat hal tersebut "seperti nya ada kemajuan ni ya walau sedikit tapi semoga ini jadi awal yang baik untuk hubungan mas Devan dan kakak ipar .pintanya dalam hati baginya walau kedua orang tersebut tak mendengar namun Ivan yakin Tuhan pasti mendengar pintanya semoga saja terkabulkan amin . setelah turun dari mobil Amira menyapa Ivan sang adik ipar
" Ivan kenapa diluar gak masuk kedalam "
" aku baru sampai kak ,jadi masih di luar "
" oh... ya udah kita masuk kalau gitu,"
" ok ,deh ..."
Devan yang merasa dicuekin dan di anggap tidak ada ia pun menyela dan.....
" kalian lupa ya disini itu ada tiga manusia gak cuma dua "
"enggak apa nya orang dari turun dari mobil aku dicuekin "
" ada yang ngambek apa cemburu ni" goda Ivan pada Devan
" tadi katanya mau ketemu klien ,apa mau masuk ke cafe dulu ,mas" ucapan Amira sedikit canggung menggunakan kata mas karena biasanya tuan
" ga usah lain kali saja lagian ini juga udah di tunggu "
" ya udah kalau gitu hati hati dijalan ya mas"
" iya , Van titip kakak ipar kamu jangan di apa apa kamu polisi lindungi yang bener satu lagi jangan di taksir ."
" buset mas ,aku tak sejahat itu kali biar pun aku ini jomblo akut "
" ok .nanti pulang jam berapa ,aku jemput"
" emang selesai jam berapa ketemu klien nya "
" mungkin jm 11"
" aku mungkin juga jam segitu"
" nanti biar aku antar aja mas pulang nya kakak ipar"
" gak usah nanti aku jemput ,jangan pulang sebelum aku datang ,aku pergi dulu".
usai berpamitan Devan pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel delima karena sudah ditunggu olek klien nya yang dari luar negri untuk membahas kerja sama antara dua perusahaan .
sedangkan Amira dan Ivan masuk kedalam cafe seperti yang sudah Ifan janjikan bahwa ia sudah memesan ruangan VIP untuk pertemuan mereka .masuk kedalam ruangan sudah ada beberapa teman Ifan yang menunggu
" selamat malam semua maaf lama menunggu " sapa Amira
"tak apa mbak Amira" jawab teman Ivan
" kalian udah pada pesen belum"
" belum "
__ADS_1
"kita pesen aja dulu ,kalian pesan aja "
tak berapa lama pelayan datang mencatat apa yang mereka pesan . lama menunggu akhirnya pesanan datang dan mereka lebih memilih mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum menyusun rencana .
Ivan mulai lebih dulu berbicara karena kebetulan makannya dia duluan yang selesai dan yang lain pun kini semua juga sudah selesai .
" kak ,kok mas Devan tadi bisa antar kakak sih"
" tadi pas mau berangkat di depan gerbang ketemu terus dia nanya mau kemana "
" tapi gak ada siksaan kan dari mas Devan "
"gak ada Ivan selama obat itu tak masuk dalam tubuh mas Devan dia akan baik baik saja "
" udah gak ngamuk kalau malam"
" udah enggak Van pokok nya kakak kamu lebih baik ,jadi apa rencana kita selanjutnya ??"
" untuk itu temen aku Rendi yang akan menjelaskan !?"
" tapi ,apa kalian udah tau siapa pelakunya yang sebenarnya??"
" kakak tenang saja kami sudah tau pelakunya nanti saat penangkapan kakak akan tau "
" mbak Amira kita fokus pada penangkapan tersangka terlebih dahulu ya?" terang Rendy
" oke. jadi apa rencana nya " tanya Amira
" tapi obat yang di berangkas rumah gimana kak ? stoknya masih atau habis ??"
" kebetulan udah habis dan aku sempat dengar orang itu menelfon lagi meminta obat ,tapi aku gak sempat mengikuti sampai dia ke tempat bias parkir mobil nya"
" iya gak apa apa tapi kamera yang diberi sama Ivan dibawa kan MBK" tanya Rendy
" oh ada ,dan yang di rumah juga udah aku ganti"
" baik jadi rencana nya begini lalu dilihat dari rekaman dan kamera pengawas ini kita akan , melakukan aksi 2 hari lagi ,"
" oke lah nanti di markas kita susun tim "
" mbak nanti pas orang itu datang tolong beritau kami cukup lewat wa saja ya dan ikuti terus orang ini hingga seperti yang dibilang lalu dia memarkirkan mobilnya cukup jauh tenang tim kami sebar kami melindungi keselamatan anda jadi tenang saja"
terang Rendi pada Amira dan rekan nya .
" baik lah saya bersedia , terimakasih semua"
" sama sama mbak senang bisa membantu"
" ok untuk malam ini cukup "
" yang mau pulang silahkan yang lanjut jalan silahkan "
" lha elu mau kemana Van " tanya Rendi
" gue jomblo akut mending bobo manis "
" makanya cepat cari Van "
" belum ada yang pas kak bikin pusing cewek Sekarang "
" pusing gimana "
" eh ...Van loe yang terlalu pemilih kali ,padahal yang naksir banyak "
" biar dari pada jadi Casanova"
teman Ivan yang diledek pun hanya diam saja dan hanya senyum senyum mereka keluar bersama berpisah diparkiran mereka tak ada yang memakai mobil tapi menggunakan motor yang sejenis dengan moto GP begitu pula Ivan meski ia memiliki koleksi mobil mewah namun ia tak suka pamer ia lebih memilih bepergian dengan moge kesayangannya beberapa mobil koleksinya ada yang dari kedua orang tuanya ada yang dari kedua kakaknya Devan serta Evan bahkan ia membelinya sendiri dengan hasil keringat jerih payahnya walau ia harus menabung terlebih dahulu .
ternyata Devan sudah datang duluan tanpa sepengetahuan mereka dan ....
" ayo kita pulang udah malam " seru Devan
" eh ...udah lama mas " tanya Ifan
" ya ..udah cukup lama sih "
" aku udah selesai kita pulang sekarang aja,Ivan kakak duluan ya"
" iya kak ini Ifan juga mau pulang "
__ADS_1
Amira masuk mobil dan pulang dengan Devan sementara Ifan naik moge dengan gagah nya menembus dingin dan sunyi nya malam yang semakin larut seperti hatinya yang kosong tak terisi entah kapan sang pujaan hati akan hadir mengisi dan menemani hari harinya .