
malam itu pun tiba tepat pukul 10 Devan belum pulang Ifan dan tim sudah menyebar ke titik lokasi yang akan ditujunya semua memiliki peran masing masing sementara sang satpam yang biasanya berjaga dia pura pura tidur di pos jaga rumah di jadikan sepi sehingga membantu memudahkan aksi sang penjahat tersebut sementara Amira mengikuti target dari belakang dengan diam dan hati hati.
tepat pukul sebelas malam sang penjahat itu datang juga dia tak sendiri ternyata ada 2 temannya yang ikut sebenarnya salah satu dari mereka curiga kenapa keadaan rumah begitu sepi tak seperti biasanya
" bos kok rumahnya sepi sekali??"
" biar saja itu malah itu memudahkan kita"
" tapi jika itu jebakan bagaimana bos?"
" enggak tenang aja "
sang penjahat yang disebut bos itu terlihat menelpon seseorang dan tak lama setelah itu keluarlah dari dalam rumah ternyata tak diduga ada orang dalam yang ikut terlibat dalam aksi ini dia adalah ....
Andreas anak dari kakak ayah Devan yang memang sejak dulu sangat iri dan membenci Devan serta yang merebut dan mempengaruhi istri pertama Devan .
sementara yang satu masih belum terlihat wajahnya karena ia menggunakan masker ia pun berbincang dengan Andreas
" selamat malam tuan Andreas "
" malam tuan Andika "
" bagaimana dengan persediaan obat"
" obat persediaan habis tapi ada yang aneh ..?"
" aneh bagaimana...??"
" entah lah tak terjadi apa-apa pada Devan"
" kenapa bisa begitu "
" aku juga tidak tau , apa lagi sekarang dia dan istrinya makin lengket"
" apa Devan punya istri??!!" Andika terkejut
" iya tuan apa anda belum tau"
" tak ada yang memberi tau kapan pernikahan itu berlangsung"
" sudah jalan tiga tahun tuan kabarnya pernikahan itu dilakukan secara tertutup tanpa dihadiri oleh tamu undangan "
" apa istri nya dari kalangan elit atau konglomerat?"
" anda salah tuan dia hanya orang biasa"
" kenapa Devan mau padahal seleranya wanita kelas atas"
" saya juga tak tau tuan kenapa dia mau"
"seperti nya ada mainan baru ,oh ..ya ini obatnya pastikan dia meminumnya"
" tunggu maksud anda mainan baru apa?"
__ADS_1
" istri Devan ,itu urusan ku"
" coba saja kalau bisa tuan "
" apa kau meremehkan aku " Andika mulai geram
" tidak tuan hanya saja istrinya yg Sekarang berbeda dari sebelumnya uang harta dan tahta tak berlaku untuk menjeratnya"
" aku akan pikirkan cara lain,aku pergi dulu".
" baik selamat malam tuan Andika "
usai berbincang lama dengan Andreas tak berselang lama Andreas ditangkap tim Ifan yang lain mereka mengenali Andreas karena ia adalah keponakan Devan .
sementara Amira merasa geram sendiri karena dari percakapan tadi dia akan dijadikan mainan serta target selanjutnya untuk memisahkan dirinya dan Devan jangan harap lelaki busuk gerutunya dalam hati Andreas langsung dibawa ke kantor polisi oleh mobil yang sudah disediakan sementara yang lain melanjutkan rencana mengikuti pria yang masih belum jelas wajahnya itu meski dalam percakapan itu namanya Andika entahlah siapa dia sebenarnya belum terungkap .
sampai dijalan yang cukup jauh dari rumah dan tepat di sebuah belokan dimana dia sang pria itu memarkirkan mobil nya dengan pelan namun pasti Ifan membekuk sang pria tersebut dan dibantu rekan timnya sang pria tersebut pun kaget dan berontak .
" lepaskan aku apa apaan ini "
" anda kami tahan untuk semua penjelasan jelaskan nanti di kantor polisi"
pria itu hanya diam saja ia berfikir kenapa dia kecolongan dan malah ditangkap ya ia baru ingat bahwa salah satu adik Devan adalah Seorang polisi .
sesampainya di kantor polisi ia bertemu dengan Andreas dan mereka sama sama kaget ternyata rumah yang sepi adalah jebakan untuk menangkap mereka.pria itu masih memakai masker dan baru di buka ketika di kantor polisi dan betapa kagetnya semua ternyata dia ...
Arya Prasetya dia adalah rekan kerja sang ayah yang iri akan kesuksesan ayah Devan serta Devan pun ia tak suka dalam kesuksesan .
dan saat masker itu dibuka ....
" Paman Arya" teriak Ifan
yang di teriaki hanya diam dan tersenyum
" kenapa paman tega melakukan itu apa sebenarnya mau paman ??" tanya Amira
"oh ... ternyata kamu anak Wiranata ,apa kamu juga istrinya Devan ?"
" bukan urusan paman " jawab Amira
" menolak anak saya ,lalu kamu menerima pria impoten dan gila miris sekali nasib mu "
" diam kau penjahat jaga mulut mu dia gila juga karena mu " geram Ifan
" fan tenang dulu jaga emosi mu"
" kakak ipar kakak kenal dengan dia"
" dulu dia ingin menjodohkan aku dengan anaknya tapi ayah aku menolak"
"demi pria impoten "
" tidak suami ku pria normal "
__ADS_1
" normal dari mana nyatanya kamu belum hamil"
" aku memang belum hamil tapi aku tegaskan sekali lagi suami ku pria normal"
Ifan terdiam mencoba memahami kata kata Amira " kenapa kakak ipar bilang mas Devan normal mereka tidur terpisah apa mereka sudah melakukan hubungan badan dan yang terbaru bibi Metha bilang mereka mulai tidur bersama " gumam Ifan .
Ifan yang sudah menelpon sang mama dan papa dari tadi akhirnya pun mereka datang sampai di sana melihat siapa dalang dari semua itu sang papa mulai naik pitam.
" kurang ajar kamu Arya kamu apa kan anak ku" teriak sang papa dan satu tangan mendarat di pipi Arya
" papa tenang lah ini kantor polisi"
" tapi ma ...."
" ada Ifan dan yang lain yang mengurus"
" gara gara kamu Wiranata meninggal dan anak ku kamu jadikan gila ,bersaing lah yang sehat jika kalah dalam bisnis jangan main gila kamu"
" tuan Adiyaksa tujuan saya memang untuk menghancurkan anda dan keluarga anda"
Ifan pun menyela ...
" mohon maaf ini kita akan putarkan rekaman bukti dari kejahatan mereka berdua dan ini barang buktinya serta 2 satpam bibi Metha dan kakak ipar saya Amira istri dari korban ."
mereka semua menyaksikan rekaman yang diputar yang di dapat dari Cc tv dan kamera pengintai semua geram akan tindakan yang dilakukan ke dua orang ini terlebih sang papa Devan geram adalah anak dari sang kakak yaitu Andreas ia juga ikut terlibat dalam hal ini
" Andreas om kecewa sama kamu ,saya tau kamu benci dengan Devan tapi bukan seperti itu cara mu jika ingin perusahaan Devan bisa memberi untuk kamu asalkan kamu minta baik baik"
namun Andreas hanya diam saja .
setelah melihat semua bukti kedua orang ini dinyatakan bersalah dan menjadi tersangka karena percobaan pembunuhan berencana karena obat yang mereka gunakan bisa membunuh sang korban dengan pelan pelan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama beruntung hal itu ketahuan oleh Amira dan aksinya bisa dihentikan karena inisiatif Amira pula obat itu diganti dengan vitamin yang bentuk dan warnanya yang sama jadi sang pelaku tak curiga jika obat itu diganti.
" Amira terimakasih" ucap mama
" iya ma sama sama"
" Amira tolong kamu jaga Devan ya"
" itu sudah pasti pa ma sebisa aku akan jaga mas Devan "
" Devan baik gak kdrt kan sama kamu"
Amira diam sejenak ia mengedipkan ke arah Ifan dan bibi Metha tanda supaya jangan ada yang bicara
" Amira kenapa diam"
" em... mas Devan baik kok ma dia juga sayang sama aku "
" syukurlah kalau begitu "
" Oya ...pa tadi nama orang itu Arya Prasetya tapi saat di rumah kenapa bilangnya Andika ya??"
" itu nama samaran agar orang tak mengenali dia"
__ADS_1
ya Arya memakai nama Andika agar tak dikenali orang dan dapat mengelabuhi musuh .penjahat sudah tertangkap dan diserahkan kepada yang berwajib dan di tangani ifan.sang mama dan papa pulang beserta Amira dan yang lain .