Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
11


__ADS_3

sore itu Amira pulang dari toko kue nya sementara Devan hanya di rumah saja Amira tak langsung masuk ke kamar Devan ia memilih menuju dapur takut saja nanti Devan melakukan kekerasan pada dirinya ia pun mengambil es batu di kulkas dan membuat minuman dingin selesai membuat dan merasa lapar ia mencoba membuat nasi goreng sedang asyik meracik bumbu ia dikejutkan dengan suara Devan yang sudah ada di belakangnya ...


" baru pulang ...?" tanya Devan


" eh ... iya mas,sejak kapan ada disitu ?"


" sejak tadi kenapa gak ke kamar ganti baju apa mandi dulu"


" nanti aja mas soalnya aku haus sama lapar "


" kamu lagi bikin apa?"


" bikin nasi goreng ,mas mau "


" boleh "


" tunggu aja di meja makan nanti kalau udah mateng aku anterin "


Devan pun menurut ia menunggu di meja makan sementara Amira memasak nasi goreng harum wangi masakannya ke cium hingga kemana mana Devan pun tergiur oleh aroma itu .


" sayang udah belum"


" sabar mas bentar lagi kok "


" cepat ya aku udah lapar "


tak berapa lama Amira datang membawa nasi goreng dan minuman ke meja makan dan menyajikan untuk Devan


" ini mas udah mateng silahkan di cicipi "


" kayaknya enak ni"


" mau pakai kerupuk "


" iya ,boleh "


Amira kembali lagi ke dapur dan mengambil kerupuk


"ini mas "


"oke,em ...."


" kenapa mas keasinan ya"


"engga enak bumbunya pas bukannya setiap hari kamu yang masak buat aku orang lain gak kamu izinin"


" enggak siapa bilang ?" Amira coba mengelak


"apa bibi Metha bohong sama aku"


" aduh .... kenapa bilang sih "


" gak apa ,aku malah senang berarti kamu emang suka sama aku hal kecil aja kamu perhatiin.


" bibi berlebihan "


" aku minta maaf mungkin perlakuan aku sama kamu selama ini sangat Buruk "


" gak apa mas aku udah maaf kan "


" makasih sayang "


yang di panggil sayang senyum senyum dan berbunga hatinya panggilan itu membuat senang hati Amira Devan yang dulu dan sekarang berbeda jika dulu kejam dan beringas kini lebih kalem dan mudah mengontrol emosi nya .lama diam asyik menikmati makanan Devan pun berbicara

__ADS_1


" nanti malam aku mau keluar sama Diki buat ngecek pekerjaan kamu mau ikut"


" malam nanti aku ada janji sama teman gak bisa ikut lain kali aja ya mas?"


" ya udah kalau gitu "


" pulang jam berapa mas ??"


" kenapa kamu ga sabar tidur sambil aku peluk"


" bukan gitu soalnya kalau pintu aku kunci terus mas pulang aku gak tau gimana mau masuk kamar"


" kamu kunci aja pintunya aku bawa kunci cadangan"


"ya udah "


selesai makan Amira membersihkan meja makan dan mencuci piring nya Devan yang melihat hal itu terheran heran sendiri dulu wanita yang menjadi cinta pertama nya tak pernah mau melakukan hal itu seperti membersihkan rumah apa lagi memasak dan dia sangat manja sementara dua mantan istrinya pun sama tak mau melakukan pekerjaan rumah selalu mengandalkan pembantu tapi Amira berbeda dia melakukan itu semua sendiri meski di rumah ada seorang pembantu yang siap setiap saat disuruh namun ia lebih memilih melakukan sendiri dan yang sepesial keperluan Devan dipersiapkan sendiri tak boleh ada yang melayaninya selain dirinya sendiri .dalam hati Devan pun bergumam " ternyata pilihan mama dan papa gak salah pak Wiranata inikah anak mu yang pernah kau ceritakan dan kau janjikan untuk ku dia kah pendonor darah untuk ku waktu itu dulu hanya nama belakang nya saja yang kau beri tau yaitu Ismanova " sementara istriku bernama Amira Ismanova mungkin kah dia karena anaknya hanya satu .lama melamun hingga tak menyadari jika Amira sudah selesai dengan pekerjaan nya.


" mas Devan ...mas Devan ...mas..!!!"


" eh ...iya kenapa"


" ngelamun ya"


"engga kamu udah selesai"


" udah kok aku lanjut mandi duluan ya mas"


" ga barengan ,biar hemat air"


" sabar ya mas aku belum ingin"


" iya ,aku ngerti ya udah ayo ke atas , mandinya cepetan jangan lama-lama ya nanti masuk angin habis itu gantian aku soalnya jam 7 aku berangkat"


mereka pun masuk ke kamar bersama Amira menuju kamar mandi untuk segera mandi cukup lama ia mandi akhirnya ia pun keluar langsung lari ke ruang ganti karena hanya menggunakan baju handuk ia malu tak mau Devan melihatnya .


" mas aku udah selesai kamu gak mandi"


" iya tolong ambilkan handuk ku "


" iya ada dimana "


" itu dekat gantungan baju "


" ini ,..."


" jilbab mu gak boleh dibuka ya??"


" em belum terbiasa "


" iya ,ntar kalau udah siap saja aku mandi dulu ya?"


Devan langsung masuk kamar mandi dan memulai ritual mandinya lupa menyiapkan baju ia berteriak dari dalam kamar mandi memanggil Amira .


" sayang ....."


" apa mas ...."


"tolong siapkan baju aku ya "


" baju yang mana disini banyak baju dinas mu"


" baju santai aja kemeja lengan pendek sama celana panjang jeans ya"

__ADS_1


" warna apa??"


"terserah kamu aja"


" iya ,aku siapin mas mandi aja "


Amira pergi ke ruang ganti mencari baju dan celana yang dimaksud ia mencari celana jeans warna hitam dengan kemeja polos warna maroon dan tak lupa menyiapkan jaket jeans warna navy .Devan pun keluar kamar mandi bersama an dengan sang istri yang keluar dari ruang ganti membawakan baju yang diminta Devan .


" eh ...udah selesai ini baju nya "


" pakai kan" pinta Devan


" apa .. pakai sendiri lah mas "


" gak mau .."


" dasar bayi besar "


"biar saja"


dengan malu malu Amira mulai memakaikan satu persatu mulai dari ****** ***** celana jeans nya ikat pinggang dan itu dilakukan degan menutup mata setelah dirasa selesai kini ia memakaikan baju dan mengancingkan bajunya tapi saat sampai di perut Amira berhenti sejenak memandangi roti sobek itu lagi namun ia segera tersadar dan berbalik .


" kenapa .....??"


" gak apa apa mas lanjut sendiri saja ya"


Devan hanya diam saja tak menjawab justru malah mendekat ke Amira dan memegang tangan Amira membalikan tubuh Amira kehadapan nya


"sentuh lah jika kau ingin sayang aku tap apa tak akan marah ini sudah halal"


Amira masih diam tak bergerak


" gak mau sentuh "


Devan pun memegang tangan Amira dan mendekatkan ke perutnya Amira bisa merasakan halus kulit Devan dan roti sobek yang hanya bisa ia melihat nya Devan pun menikmati sentuhan tangan mungil sang istri tersebut hingga suara dering telepon menghentikan kenikmatannya


" Ting ...Ting .Ting..Ting...Ting..."


" mas hp kamu bunyi angkat dulu siapa tau penting"


dilayar telepon nama Diki yang tertera


" halo ...ganggu orang aja"


" sabar bos ini aku udah sampai dan yang lain udah pada Dateng klien yang dijadwalkan besok juga udah datang bos dimana "


" jam berapa sih ini ,ganggu orang bercinta aja"


" bercinta ma siapa???"


" ya sama istri aku lah ,makanya cepat nikah jangan jadi jomblo abadi"


" ya si bos bahasa nya ,sorry deh ganggu masalahnya semua udah datang tinggal bos yang belum datang ini jam 8 bos "


"apa jam 8" Devan melirik jam tangannya


" astaga bener jam delapan ok bentar lagi aku sampai "


sebelum dijawab Diki Devan sudah mematikan teleponnya.ia pun mengancingkan kemeja kancing bajunya.


" sayang aku berangkat ya"


" mas bawa ini ya biar gak kedinginan" Amira menyerahkan jaket yang dipersiapkan dari tadi Devan pun menerima jaket tersebut lalu mencium kening Amira dan setelah itu berangkat untuk menemui Diki . sementara Amira menyusun rencana dengan Ivan untuk menangkap siapa dalang sebenarnya yang mengganti obat Devan dan menginginkan Devan gila serta depresi berkepanjangan untungnya Devan malam ini tak ada di rumah jadi ia tak perlu alasan untuk keluar semoga sebelum Devan pulang Amira sudah kembali dan apa yang direncanakan Ifan dan timnya bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan selain Amira ia juga melibatkan bibi Metha dan satpam yang berada di rumah .

__ADS_1


__ADS_2