
" mertua perempuan mu tak tau jika kamu anak Wiranata dan setelah tugas ayah mu selesai ia segera menemui tuan Adiyaksa untuk menanyakan keadaan suami mu setelah tau jika ada pendonor ayah mu lega namun karena tak memberikan apa apa mereka memutuskan untuk melihat rekaman CC tv yang ada di rumah sakit ayah mu pun berkata jika itu adalah diri mu anak nya dan makin kuatlah keinginan tuan Adiyaksa untuk menjodohkan mu dengan Devan .beliau berkata jika pengganti darah itu adalah Devan dengan menikah dengan mu Mira . seperti itu perjanjian ayah dan ayah mertua mu "
" astaga sayang aku hutang nyawa sama kamu " ucap Devan
" mas sudahlah yang penting kita mulai semua dengan yang baru"
" iya sayang, Bu lalu kalau kronologi kecelakaan ayah bagai mana apa ibu tau"
" itu terjadi karena mobil ayah disabotase oleh Arya Prasetya orang yang ingin membuat kamu gila selamanya nak Devan ia marah karena beberapa proyek di menangkan ayah mu dan lagi ayah menolak mentah mentah Mira dijodohkan dengan Shaka maka ia mengira jika ayah mu meninggal maka pernikahan itu akan batal apa lagi jika Devan gila namun takdir tuhan berkata lain justru hal itu yang membuat kalian semakin saling mencintai dan menyayangi satu sama lain .
" ya sudah ibu terimakasih penjelasan nya dan lagi penjahat itu sudah berada di tempat yang seharusnya di tempati karena perbuatan yang ia lakukan "
" iya Mira dan kapan kamu beri ibu cucu"
" a ...e... itu "
" ibu tenang saja kami sedang usaha"
"ah ...nak Devan maaf kamu kan ....??"
" ibu aku sudah sembuh Mira yang menyembuhkan "
" baik lah ibu tunggu kejutan dari kalian"
" Bu boleh aku menginap di sini malam ini ?"
" boleh saja tapi apa cuma kamu lalu suami mu "
' jika istri q menginap aku juga akan menginap disini"
"baiklah kalian istirahat saja ibu tinggal sebentar ya?"
" itu mir di rumah pak RT ada pengajian ga enak jika tak datang"
" oh ya ibu "
mereka pun istirahat di kamar Mira .
sementara di tempat lain
Ivan mengetuk pintu di sebuah rumah di kawasan elit rumah itu di beli untuk sang penyelamat nyawa nya dan gadis yang saat ini dia cintai .dia bernama Naura gadis ini sebenarnya memiliki keluarga lengkap namun hanya karena Naura tak ingin menjadi pengusaha dia lebih memilih menjadi seorang guru semua anggota keluarga nya tak menganggapnya ada dan mem-blacklist semua sekolah agar tak ada yang mau menerima Naura untuk mengajar semua fasilitas dari keluarga di cabut hingga Naura tak punya apa apa .ia pun pergi dari rumah tanpa pamit namun kepergiannya di ketahui oleh salah satu pembantunya .
sang pembantu memberi uang dan beberapa pakaian juga bekal dan semenjak kepergian nya tak ada seorang pun yang mencari tau tentang dia namun beberapa tahun setelah kepergian nya ibu Naura sakit sakit an dan selalu menangis mengigat Naura yang tak kunjung pulang .
justru sebenarnya kepergian itu membuat Naura bertemu dengan cinta sejati nya Ivan dirgantara .
"cinta ...."
" aak..."
" kamu dari mana ?"
" itu dari kebun belakang aku sulap jadi kebun sayur ,buah sama bunga"
" ga apa cinta lakukan apa yang kamu suka"
" aak udah makan kita makan ya?"
" makan di luar aja ya aku lagi pingin bebek bakar di tempat biasa"
" kalau gitu aku ganti baju dulu "
" ok jangan lama-lama ,ga usah dandan udah cantik "
Naura hanya tersenyum ia masuk ke dalam meletakkan sayuran di dapur lalu segera mandi dan berganti pakaian ia kemudian sedikit memberi polesan make up yang natural.
" bibi ..."
" iya mbak ada apa"
" saya mau pergi sama mas Ivan ,makanan yang tadi tolong di hangatkan ya jangan di buang"
__ADS_1
" baik mbak"
setelah itu Naura pun menghampiri Ivan
" mas udah siap aku"
" cantik banget "
" gombal ..."
" emang iya kok "
canda tawa mereka menggambarkan kebahagian bagaikan dunia ini hanya milik mereka saja .berangkat mengendari motor tak seperti orang pacaran kebanyakan yang memakai mobil mereka memilih motor baginya itu lebih romantis .
tempat tujuan pun sampai dan langsung masuk ke restoran tersebut memilih pojokan tempat favorit sepanjang jalan Ivan tak melepaskan tangan Naura dari genggamannya.
Ivan pun memangil pelayan dan memesan dua bebek goreng dan dua es teh manis lalu mereka menuju tempat duduk dan menunggu pesanan pengunjung tak terlalu banyak jadi suasana pun agak tenang tak terlalu bising tak berapa lama yang di pesan pun datang
" permisi silahkan ..." ucap sang pelayan
" iya mbak terima kasih" jawab Naura
Ivan dan Amira menikmati bebek goreng itu dengan nikmat karena dari pagi juga mereka belum makan .
" enak ya cinta.."
" iya aak ...mau sambel ga aak aku kepedasan"
" ya udah mana sebagian biar aku yang makan tapi... suapi ya pakai nasi sama bebek nya"
" manjanya ...."
" biar aku kan manja cuma sama kamu "
Naura pun menyuapi Ivan seperti yang dia mau tak hanya satu atau dua suap bahkan nasi di piring hampir ludes .
sedang asyiknya makan dan bercanda ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh .
" mana sih ma mungkin salah lihat"
" pa itu Ivan "
" salah lihat kali "
" itu Ivan pa coba papa lihat itu motor Ivan yang di parkiran "
papa pun melihat ke arah parkiran dan ..
" iya ma itu motor Ivan "
" mama mau samperin dia "
" ma jangan di ganggu itu mereka mau keluar mama diam"
mama pun diam tak mendekati Ivan dan Naura membiarkan mereka pergi lewat di dekat mereka tapi papa dan mama pura pura tidak tau mama yang lebih memperhatikan Ivan sangat lengket dan dekat bagai prangko .
" pantas saja Ivan selalu menunda di pertemukan dengan Sandra ternyata ini alasannya ia tak menolak juga tak mengiyakan "
batin sang mama lalu sang mama menghubungi seseorang .
" halo ... Doni saya ada tugas buat kamu"
" tugas apa nyonya?"
" tolong ikuti Ivan kemanapun dia pergi dan cari tau siapa wanita yang dekat dengannya saat ini"
" baik nyonya"
sambungan telepon di tutup dari balik kaca terlihat Ivan mengendari motor dengan gadis itu dan saling bercanda tawa seperti nya mereka saling mencintai .
" mama apa apaan sih masa menyuruh orang memata-matai Ivan dia sudah besar biarkan menentukan jalannya sendiri"
__ADS_1
" papa ini mama ga mau ya punya mantu yang asal usul ga jelas dan gak bener"
" tapi Ivan sudah dewasa tau mana baik mana tidak lagi pula pilihan mama belum tentu baik "
" nyatanya Evan sampai sekarang baik baik saja "
" itu karena mereka sudah pacaran saat kuliah sebelum mama jodohkan, dan cukup Devan jadi korban keegoisan mama"
" pa tapi..."
" terserah papa mau pulang mama pulang naik taksi ya"
" apa ih ko tega sih ,pa ...papa !!"
mama membayar dan kemudian mengejar papa untung saja mobil belum berjalan dan mama langsung masuk namun muka papa sudah tak bersahabat ia diam saja begitu pula dengan mama ia pun ikut ikutan diam .
Ivan sampai di kediaman Naura ia istirahat di sana melepas rindu lama yang tak bertemu ia .dikamar mandi Naura muntah muntah Ivan yang tidur mendengar itu lalu terus bangun dan menuju kamar mandi ...
" cinta kamu kenapa sakit ke dokter ya?"
" ga usah mas paling cuma masuk angin"
" bener ga pa pa ?"
" enggak mas ,bisa kan minyak angin yang di meja rias ku mas"
Ivan pun segera ke meja rias yang di maksud Naura
" ini cinta " Ivan memberikan minyak angin tersebut dan Naura pun segera membaik sudah tak mual lagi
" aak pulang dulu ya nanti balik lagi kamu istirahat saja "
" iya aak hati hati ya "
setelah berpamitan Ivan pun pulang dengan mengendari motor menuju rumah Devan sang kakak . setelah Ivan pergi Naura pergi dan ke rumah sakit ia mendaftar lalu mengambil nomor antrian ia mendapat antrian nomor 3
" antrian nomor 3 silahkan masuk" pinta si perawat
Naura pun masuk .
"sore dokter .."
" sore mbak ...ada keluhan apa? tanya sang dokter
" dok saya sering mual dan muntah setelah makan tertentu juga pusing dan tidak enak badan"
" itu sekitar 4 bulan yang lalu dok"
" baik silahkan berbaring dan buka baju bagian perut ya"
Naura menurut lalu dokter memberikan gel pada perut Naura dan melakukan pemeriksaan
" mbak coba lihat di monitor ya di sini ada janin yang sedang tumbuh "
" apa dok janin"
" iya mbak jadi itu penyebab apa yang mbak rasakan "
" saya hamil "
" iya mbak selamat ya dan ini saya resep kan obat agar tidak mual dan pusing juga vitamin"
" berapa bulan dok usia kandungan saya "
" sudah 4 bulan ,bayinya sehat.
entah Naura haus senang atau sedih dia juga bingung apakah Ivan mau mengakui ini anaknya lalu bagaimana pula dengan keluarga nya bisakah menerima dirinya ia pulang tanpa semangat dan biyur .....
air jatuh dari langit dengan derasnya Naura berjalan di tengah derasnya hujan hingga sampai rumah .ia masuk ke kamar dan berganti baju nafsu makan nya bertambah ia meminta sang pembantu untuk mengambilkan makan dan minum lalu meminum obat dari dokter tadi.
sekarang apa pun yang terjadi ia hanya pasrah toh sekarang ada bayi yang tak berdosa yang ia kandung sekarang hawa yang dingin membuat ia mengantuk dan ia pun terlelap .
__ADS_1