Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
13


__ADS_3

sesampainya di rumah Devan belum pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari mungkin saja pekerjaan nya belum selesai Amira segera masuk kamar berganti baju tidur dan ia mematikan lampu kamar mengganti dengan lampu yang temaram dan bersiap untuk tidur baru saja ingin memejamkan mata ia mendengar suara mobil memasuki halaman rumah Amira melihat dari jendela kamar dan ternyata itu Devan melihat Devan memasuki rumah ia segera ke tempat tidur lalu pura pura sudah tidur Devan yang sudah masuk ke dalam kamar pun menyalakan lampu karena Amira tak menguncinya meski Devan mengatakan kalau ia membawa kunci cadangan Devan mengganti pakaiannya namun ia hanya memakai celana pendek saja entah mengapa malam itu ia merasa cukup gerah jadi memilih untuk tidak menggunakan baju dan segera masuk ke satu selimut dengan sang istri ..


" sayang kamu udah tidur atau belum?"


Amira diam saja tak menjawab Devan kembali bertanya


" sayang .sayang ..sayang, kamu nyenyak banget tidur nya"


karena tak ada sahutan sama sekali Devan mematikan lampu ia pun mencium kening sang istri dan memeluknya sementara Amira menggerutu dalam hati " aduh mas kenapa gak pakai baju sih aku kan jadi risi " ia membuka matanya dan Devan sudah terlelap Amira memandangi Devan namun entah mengapa tiba-tiba matanya mulai mengantuk dan terpejam ia pun tidur di pelukan Devan hawa yang dingin mungkin membuat pelukan itu terasa hangat serta nyaman.


sementara 2 insan yang sedang terlelap dalam mimpi itu sang mama dan papa serta bibi Metha dalam satu mobil menuju kediaman mereka ya rumah Devan dan sang mama berbeda dan sering di tinggalkan pergi ke luar negeri ia meminta bibi Metha besok pagi untuk membersihkan rumahnya jadi dibawa langsung ke rumah tuan Adiyaksa .


sesampainya di rumah ..


" bibi istirahat lah besok tolong bersihkan rumah dan halaman ya"


" baik nyonya ,tuan selamat malam"


" selamat malam bibi"


bibi Metha menuju kamarnya sementara sang tuan rumah pun menuju lantai atas untuk bersiap tidur pula.tak terasa pagi Bun tiba bibi Metha sudah melakukan tugasnya membersihkan rumah dan juga halaman ia memanggil beberapa orang yang bekerja di rumah Devan untuk membantunya ya hidangan pun sudah siap di meja makan untuk sarapan sang tuan rumah .tuan Adiyaksa dan sang istri sudah terlihat menuruni anak tangga menuju lantai bawah mereka meski sudah berumur namun keharmonisan dan kemesraan mereka tak pernah memudar dan tak kalah juga dengan yang lebih muda dari mereka sesampainya di lantai bawah ..


" selamat pagi tuan nyonya silahkan sarapan sudah siap" sapa bibi Metha


" iya bibi terimakasih"


" apa sudah selesai semua dibersihkan "


" untuk rumah dan isinya sudah tuan Sekarang tinggal membersihkan halaman mereka sedang istirahat dan sarapan"


"baik kerja bagus bibi, mari sarapan bareng"


" saya sudah sarapan nyonya"


" ya sudah ,bibi tolong buat kan kopi hitam ya"


" baik tuan "


bibi Metha segera ke dapur membuat kan permintaan sang tuan ,tak berapa lama ia pun selesai membuat kopi tersebut dan mengantarkan kepada tuan Adiyaksa


" tuan ini kopinya"


" terimakasih bibi"


" tuan Nyonya boleh saya bicara"

__ADS_1


" boleh lah bibi sepertinya penting?"


" ini tentang tuan muda Devan dan nyonya Amira"


nyonya Adiyaksa menghentikan makannya


" ada apa dengan mereka"


" sejak usai Ahad nikah itu tuan muda tak tidur satu kamar dan..."


" apa..." tuan Adiyaksa dan sang istri menjawab bersamaan


" dan tuan muda kerap menyiksa nyonya Amira bahkan saat depresi tuan muda kambuh nyonya mendekati tuan muda tujuan nya agar tuan muda tak menyakiti dirinya sendiri ia tak tuan muda terluka atau bahkan mati"


" bibi kenapa baru bilang sekarang"


" nyonya , maaf kan saya nyonya Amira melarang saya bercerita pada siapapun"


" tunggu bibi tadi bilang mereka tidur terpisah lalu Amira tidur dimana?"


" dia tidur di gudang belakang"


" astaga gudang...Devan apa yang di pikirkan dalam kepalanya "


" nyonya itu sepertinya pengaruh obat "


" iya tuan nyonya Amira menanami bunga sayuran serta beberapa pohon buah karena tau kalau tuan Devan menyukai buah "


" saat Devan ngamuk apa hanya Amira yang mendekati"


" iya nyonya kami sudah melarang namun tetap nekat demi tuan muda karena dia suka melukai diri sendiri dan membuat tuan muda kehilangan darah banyak"


" anak itu sungguh berani ma sementara kita tidak"


"tapi pa Amira kena imbasnya ini sudah masuk kdrt kita laporkan polisi"


" mama anak sendiri itu main lapor aja "


" papa jangan memanjakan Devan meskipun dia anak kita tapi dia salah ,mama mau telfon Ifan"


" gak perlu ma Ifan disini"


" bagus kita ke rumah kakak kamu terus tangkap dia"


" tangkap gimana ma menangkap orang juga ada aturannya "

__ADS_1


" udahlah nanti penjelasan nya Sekarang kita ke rumah kakak kamu ayo?!!"


" pa ini ada apa"


" papa juga bingung dia kadung emosi"


"Ivan " mama berteriak


" iya ,ini yang polisi aku apa mama sih"


Ivan pun menurut saja ia segera menuju mobilnya dan menjalankan menuju rumah sang kakak padahal dia baru saja sampai niat hati ingin makan terus istirahat ia kini malah diberikan tugas oleh sang mama .


sedang tuan Adiyaksa masih di rumah dan ingin menyusul sang istri ditahan oleh bibi Metha ..


" tuan jangan pergi dulu saya belum selesai bercerita tolong dengarkan dulu"


" baik lah bibi coba ceritakan istri ku sudah kadung emosi cobalah cerita"


" itu terjadi selama 2 tahun sebelum akhirnya nyonya Amira menemukan penyusup yang ternyata mengganti obat tuan muda yang bisa diresepkan oleh dokter mengetahui hal itu obat dibawa ke apotik dan dokter dan ternyata obat itu tak ada dan tidak dijual di pasaran bahkan obat terlarang "


" lalu apa yang terjadi selanjutnya"


" obat itu diganti dengan vitamin tuan yang bentuk dan warnanya menyerupai sejak saat itu tuan muda mulai normal seperti pada umumnya dan sikap kasar serta kejamnya mulai berkurang juga mampu mengontrol emosi dengan baik "


"bibi apa mereka masih tidur terpisah"


" tidak tuan satu tahun terakhir ini mereka sudah semakin dekat dan kini sudah tidur dalam satu kamar juga nyonya Amira sudah jatuh cinta sejak tuan muda masih kerap menyiksa"


" ya Allah betapa kuat dan sabarnya anak itu Wiranata maafkan anak ku yang menyiksa Amira"


" ini ada buku diary nyonya tuan bisa membacanya dan nyonya Amira tidak tau kalau tuan muda itu impoten"


" benarkah .."


" tuan Sekarang kita susul nyonya ke rumah tuan muda sebelum tuan muda diamuk dan dibawa ke kantor polisi"


" kamu benar bibi ayo kita susul mereka"


" baik tuan"


akhirnya bibi Metha dan tuan Adiyaksa pun menyusul sang istri ke rumah anaknya untuk menghentikan sang istri jika melakukan hal hal yang tidak diinginkan. sesampainya di sana keadaan rumah lantai bawah masih sepi bahkan seperti tak berpenghuni dan tak ada tanda tanda keributan.


" "bibi kena sepi "


" entahlah tuan "

__ADS_1


" apa sudah ke kantor polisi"


" tuan jangan berprasangka dulu kita cari saja dulu di setiap sudut rumah


__ADS_2