Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
39


__ADS_3

" jadi orang tua maksudnya apa mas"


" kamu hamil sayang emang selama ini kamu nggak ngerasa gimana gitu"


" enggak aku biasa aja "


" udah 4 bulan "


" hah beneran"


Devan menganggukkan kepalanya dan memeluk Amira tak ada kata yang bisa di ungkapkan kecuali rasa syukur yang sangat mereka ucapkan .


tak lama setelah itu mama dan papa juga datang bersama Evan pula karena mendengar jika Amira masuk rumah sakit kedatangan mereka bersamaan pula dengan kedatangan Ivan rasa canggung terjadi antara Ivan dan sang mama ia memandang sejenak dan masuk ke dalam kamar lebih dulu barulah mereka masuk saat itu hilya ada di gendongan Ivan dan tertidur Ivan langsung duduk di sofa itu.


" Devan Amira Kenapa"


"Amira baik kok ma dia ..."


" dia kenapa jangan bikin penasaran "


"mama juga papa bentar lagi dapat cucu ke empat"


" benarkah jadi Amira hamil"


mama pun memeluk Amira dengan sayang .


" sudah berapa bulan ?"


" 4 bulan ma"


"ha ... empat bulan dan baru ketahuan sekarang "


" iya ..ma soalnya Amira ga ngerasain apa apa"


" kayak nya bayinya laki laki itu"


" sok tau kamu Evan emang kamu pernah hamil "


"bukan gitu kakak ipar ku tapi istri aku dulu waktu hamil anak aku yang cowok juga ga ngerasain apa apa"


"o..ya mama dulu juga gitu 3 tiganya gak ngerasa apa apa tau atau udah 3 bulan ,4 bulan bahkan Devan 5 bulan baru ketahuan"


" yang benar ma ??"


" iya dulu soalnya mama kan kurus banget jadi ga kelihatan hamil lima bulan "


mereka semua bercanda juga bahagia akan kehamilan Amira namun Ivan hanya diam ia menidurkan sang putri yang sedang terlelap dalam mimpinya.


mama pun mencoba mendekati Ivan dengan segenap keberanian meski mungkin Ivan akan menolak.


" Ivan ...mama mau bicara "


tak ada jawaban


" mama tau mama salah dari awal mama memang tak merestui kamu dan Naura tapi bukan berarti mama menginginkan Naura pergi selamanya dan memisahkan kamu takdir tuhan tak ada yang tau begitu juga takdir hidup mama jika nanti mama tak ada rawatlah hilya sebaik mungkin jangan sampai kurang suatu apa pun"

__ADS_1


mama pun pergi ia meninggalkan sebuah boneka beruang berwarna hijau diletakkan di samping hilya tidur Ivan masih tak bergeming . ingin rasanya dia marah namun apa mau dikata marah pun Naura tak akan kembali lagi ia sudah jauh pergi ke surga .


🥀9 bulan kemudian ....🥀


Amira pun tinggal hitungan hari untuk melahirkan Devan di tuntut untuk menjadi suami yang siaga ia juga mulai mengurangi aktivitas di kantor serta memfokuskan diri pada Amira .


lain hal dengan sang mama yang kini dirawat di rumah sakit kian hari kondisinya makin menurun ia selalu mengucap maaf dan menyebut nama Ivan sementara Ivan belum sepat menengok karena kesibukan dia di kepolisian juga mengurus hilya sebagai orang tua tunggal.


malam itu tepat pukul 7 malam Amira merasakan ada sesuatu yang keluar dari jalan lahir dan ...air ketubannya ternyata sudah pecah ia pun memanggil Devan .


" mas ...mas Devan "


" kenapa sayang "


"seperti nya aku akan melahirkan "


"apa melahirkan "


Devan pun jadi panik sendiri dan ia pun menyiapkan mobil menggendong Amira lalu menuju rumah sakit.sampai di sana seorang suster langsung membawa ke ruang persalinan dan tak lama dokter pun datang .


" tuan harap tunggu di luar ya"


Devan pun menunggu dengan harap harap cemas dari jauh terlihat Evan dan papa datang dengan tergesa.


" Devan"


" papa ,Evan "


" kamu ada apa ke sini "


" oh ya tapi ada kabar duka Van "


" apa itu pa "


" mama kamu kritis dan dia mencari Ivan terus bagaimana ini"


" biar aku yang ke kantor Ivan untuk membawanya pulang"


" Devan papa minta maaf ya tak bisa menunggu Amira melahirkan"


" tak apa pa ,mama lebih penting"


papa kembali ke ruangan sang istri dan menunggu Evan datang membawa Ivan. baru saja ingin masuk mobil untuk menjemput Ivan dia sudah ada di parkiran bersama hilya .


" kebetulan kamu datang ayo cepat masuk "


" iya kak apa bayinya udah lahir"


" tadi aku ke sana belum tapi ada yang lebih penting "


" ada apa kak "


" mama kritis dan dia nyari kamu terus jadi temui mama dulu Amira bisa nanti ikut aku"


Ivan tak menjawab ia menggendong hilya dan mengikuti Evan ke ruangan sang mama.

__ADS_1


sementara Amira sudah melahirkan dia melahirkan putra pertamanya dengan selamat Devan pun di perbolehkan masuk dan ia mulai mengadzani sang putra .


" sayang.. mau dikasih nama siapa?"


" siapa ya kamu emang belum mempersiapkan nama "


" belum "


" gimana kalau , Azka Alfano dirgantara"


" boleh panggilannya siapa ? "


"Azka dong "


"oke tapi kita harus keruangan mama sayang mama kritis kamu ga papa kan di kursi roda "


" iya gak papa"


mereka pun menuju ke ruang perawatan sang mama di sana semua anaknya sudah berkumpul termasuk Karina dan dua orang anaknya.


" Ivan "


"iya ma Ivan di sini di dekat mama "


" mama minta maaf Ivan tolong maafkan semua kesalahan mama sayang"


" iya ma Ivan maaf kan kesalahan mama dan juga Ivan minta maaf atas semua kesalahan Ivan pada mama "


" Amira selamat ya sayang kamu sudah memiliki momongan Devan jaga mereka dan jangan kau sakiti Ivan mama boleh peluk hilya "


" boleh ma "


hilya pun mendekat dan mama memeluknya.


" nenek , cepat sembuh ya nanti main sama hilya ya "


mama tak menjawab ia pun memeluk sang cucu dan berulang kali mencium hilya .


" Ivan jaga anak kamu dia cantik sekali dan mungkin waktu mama tak banyak"


" maksud mama apa "


" maaf mama harus pergi "


" ga ma, ma ,mama .....!!!!" teriak mereka semua bersamaan.


" mama jangan pergi ma " Ivan mulai histeris seperti mengulang saat dulu dia kehilangan Naura untuk selamanya.


mau bilang apa pula jika tuhan sudah berkehendak tak ada yang mampu untuk mencegah mereka semua pun mengikhlaskan sang mama untuk pergi selamanya.


Evan dan Karina kini menetap di Indonesia dan menempati rumah Ivan dan Naura dulu Devan pun kini sudah menjadi seorang ayah dari putra sematawayangnya ia pun berhasil untuk menghentikan cemoohan orang orang meski dulu dia pria impoten namun kini ia sudah sembuh dan memiliki seorang anak.


sang papa ikut di rumah Devan juga Ivan dan anaknya bertujuan agar mereka semua tak kesepian .


meski tanpa sang mama mereka hidup bahagia juga tanpa kurang suatu apa pun karena rencana Tuhan tak ada yang tau .

__ADS_1


🥀🥀the end🥀🥀


__ADS_2