
" sudahlah ma,emang mama gak malam pertama sama papa?"
" maksud kamu apa ?
dan papa pun datang kemudian menjawab pertanyaan Devan sebelum dijawab oleh mama .
" ya malam pertama lah Van masa enggak tapi ya papa maksa mama ku "
" kenapa dipaksa "
" orang gak mau "
" papa ..." ucap mama sambil melihat ke arah papa dengan geram
" emang iya kan mama ngaku aja"
mam diam dan -melanjutkan makan nya
" 'Devan pikir Devan anak hamil diluar nikah "
" 's,...kamu ini enggak lah Van papa nikah Ama mama baru punya kamu " jawab papa
" di paksa dulu " goda Devan
"ya walau di paksa hasilnya 3 "
semua tertawa mendengar ucapan papa .
" dulu papa yang jatuh cinta duluan sama mama" terang papa
" berarti Devan nurun mama ya dan kebalik" Devan pun menimpali .
" kebalik gimana mas? " Amira bertanya
" ya dulu papa yang jatuh cinta duluan sekarang aku Amira dulu an yang cinta sama Devan apa itu gak kebalik "
"iya sih Van kebalik " papa menimpali sambil senyum
" kamu udah sembuh sekarang dan papa tunggu cucu dari kamu "
" iya pa " sambil mengacungkan jempolnya
semua pun makan dengan tenang dan selesai makan Devan langsung membawa Amira ke kamar dengan menggendongnya Amira tak canggung lagi memamerkan kemesraan mereka dihadapan mertuanya atau pun orang lainnya .
" ma Evan katanya mau pulang apa benar?" tanya papa
" iya pa sekalian liburan namun Zia dan Zayn tak kesini mereka tetap di luar negeri mertua Evan ada di sana "
" jadi hanya Karina dan Evan yang pulang "
" iya papa"
2 Minggu berlalu ....
Devan dan Amira sementara tinggal di rumah mama papa mereka dan karena sebentar lagi adik dan istrinya Devan akan datang maka mama menyuruh mereka tinggal sementara di sana agar tau adiknya Devan karena saat pernikahan mereka tak pulang .
__ADS_1
di kantor ...
" bos aku izin ya lagi gak enak badan ni "
" oke istirahat lah perlu ke dokter?"
" gak perlu ,aku balik ya dan ini dokumen rapat itu juga ada klien baru perempuan "
" ok e."
Dicky pun pamit dan pulang menuju apartemen untuk istirahat dan memulihkan tenaga nya .Devan pun melihat jadwal agendanya hari ini entah lah siapa klien perempuan itu ini juga kali pertama Devan mendapatkan klien perempuan tanpa pikir panjang Devan pun segera pergi menemui ya di sebuah cafe .
sesampainya di sana ...
Devan tiba lebih dulu dan tak berapa lama sang klien itu datang ..
"Devan ..."
Devan pun menoleh ia pun juga kaget melihat siapa yang jadi rekan bisnis nya itu .
" Kanaya jadi kamu , tak ku sangka"
Kanaya pun berjalan mendekat Devan dan memeluknya Devan pun tersentak tak bisa berbuat apa apa dia diam .
" Kanaya lepaskan " namun Kanaya belum mau
" kamu masih sendiri kan " coba bertanya pada Devan
" aku sudah memiliki istri "
mereka pun mengobrol tentang masa lalu mereka dulu dan tak ada yang membahas kerja sama hanya obrolan yang saling melepaskan rindu lama yang tak bertemu .
" kamu sudah punya anak " tanya Devan
" Belum Van aku sekarang janda di tinggal mati"
" maaf aku turut berduka cita "
" iya ga apa"
" kamu udah punya anak "
" belum Van ,kamu sendiri "
" aku juga belum"
tak Terasa waktu berlalu dengan begitu cepat dan jam sudah menunjuk angka 12 Amira yang menunggu pun gelisah Kenapa suaminya itu belum pulang juga dia pun menelpon Devan .
bunyi ponsel membuat mereka mengakhiri obrolan" sebentar ya istri aku telepon " Kanaya hanya mengangguk saja .
" halo ...sayang ada apa?"
" kenapa belum pulang mas , ini udah jam 12 lebih mas dimana udah makan "
Devan pun melihat jam tangannya dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 12 lebih
__ADS_1
" mas kok diam "
" iya sayang aku akan pulang sekarang '
" baik aku tunggu ,hati hati di jalan ya "
tak ada jawaban lagi Devan langsung menutup telepon nya.
" kenapa Van "
" aku harus pulang sekarang lain kali kita bahas lagi kerja samanya ya ?"
" ya .. padahal aku masih kangen sama kamu"
"sama aku juga kangen sama kamu lain waktu kita ketemu lagi ya kamu bisa"
" oke "
Devan pun segera menuju mobil dan pulang sesampainya di rumah pintu kamar tak di kunci ia pun segera masuk dan melempar dasi baju serta jas nya ke sembarang arah Amira yang sedang solat malam terkejut dan Devan langsung tidur tanpa melepaskan celana dinas ke kantornya .
Amira pun selesai solat dan mengemasi baju Devan yang berserakan serta mengganti celana Devan degan celana tidur.
"ada apa ini kenapa mas Devan berubah " itu yang ada dibenak Amira tentang sang suami namun ia mencoba mengubur perasaan itu mungkin ia lelah atau Amira yang terlalu cemburu .
hari berganti dan berlalu kelakuan Devan makin hari makin aneh saja tak ada lagi rasa sayang dan manja ia pun jika bangun , bangun lebih dulu tak pernah membangunkan Amira pulang larut malam dan jika sudah sampai di tempat tidur Devan langsung terlelap Amira juga bingung pesan singkatnya yang dia kirim tak pernah di balas Devan dan panggilan telepon nya pun sering tak terjawab pula ponsel Devan sering di matikan dengan alasan sedang rapat dulu Devan tak pernah seperti ini.
disaat seperti ini sedang bingung memikirkan Devan Amira menghubungi Ivan untuk menyampaikan keluh kesahnya ia mungkin ke salah orang mengutarakan hal itu namun ia tak tau lagi harus ke siapa bertanya dan momen itu ada yang menyalahgunakan jika Ivan dan Amira berselingkuh di belakang Devan .
" Van ada kabar dari Naura " tanya Amira pada Ivan
" belum kak tiap aku tau keberadaan dia ,dia selalu lari"
" kamu sabar ya pasti bakal ketemu kok"
" iya kak aku cuma khawatir karena dia sedang hamil"
" yakinlah tuhan pasti membantu niat dan usaha pencarian mu ini "
" iya kak ,em ..kak Devan kenapa kak"
"dia aneh tak seperti biasanya nya bahkan kita sudah jarang komunikasi kakak menemukan chat dengan seorang wanita bernama Kanaya ,,,, ini foto nya Van mungkin kamu kenal "
Amira memberikan ponselnya pada Ivan dan Ivan pun melihat foto wanita itu serta membaca isi chat yang di scrinshot oleh Amira betapa dia terkejut dan tak menyangka kenapa pula mas Devan masih berhubungan dengan wanita ini padahal ia sudah beristri.
" kak pantas saja mas Devan berubah"
" emang kenapa Van"
" CLBK kak "
" apa ..." Amira terkejut
" iya kak dia cinta pertama mas Devan tapi kakak tenang saja ya aku akan pantau dan urus tentang ini "
Amira pun sakit hati dan menangis ia menangis di pelukan Evan dan seseorang memotret momen itu .
__ADS_1