Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
28


__ADS_3

" Naura ...." Ivan tiba tiba muncul di dekat pintu Naura pun terkejut Kenapa Ivan ada di sini bukanya tadi kak Naura bilang dia hanya sendiri pikir Naura .


" aak "


" aku mohon pulanglah jangan lari lagi "


" tapi aak , orang tua mu bagaimana"


"dengan atau tanpa restu mereka kita tetap akan menikah setelah anak ini lahir "


"aku ..."


" tak usah ragu urusan orang tua ku aku yang urus yang penting kau jangan lari lagi biarkan aku memantu perkembangan anak kita "


" baiklah aku mau "


Ivan dan Naura saling senyum namun tiba tiba ...


" ah....." Amira berteriak


" kak Kenapa " tanya Naura


" ga tau ini perut ku sakit Naura "


" kakak kenapa ada darah ,aak cepat angkat dan kita bawa ke rumah sakit "


" baik "


Ivan menggendong Amira dan masuk ke dalam mobil ia segera membawanya menuju rumah sakit dan ...


sampai di rumah sakit Amira langsung mendapat tindakan dari dokter satu jam dokter baru keluar dari ruang perawatan.


" dok bagaimana keadaan kakak saya " tanya Ivan


" dia sedang istirahat dan kurang asupan makanan untung saja cepat di bawa ke rumah sakit janinnya selamat namun kandungan nya lemah usaha kan jangan stress dan kecapean ,saya permisi "


" apa jadi kak Amira hamil "


" kenapa ga bilang ya mungkin dia belum tau cinta"


Ivan dan Naura menunggu di luar ruang ICU karena belum di perbolehkan masuk oleh dokter .


" kamu jangan nakal ya sayang baik baik kasihan mama" ucap Ivan sambil mengelus perut Naura .


" kamu udah berapa bulan aku sampai lupa?"


" sudah enam bulan aak"


"jangan kecapean jaga kesehatan ya "


" iya aak,aku ngantuk boleh tidur dulu"


"tidur lah" sambil menepuk pahanya dan menyuruh Naura tidur di sana . Naura pun tidur dipangkuan Ivan cukup lama mereka menunggu hingga Ivan pun terlelap pula .


dokter keluar lalu membangunkan mereka berdua .

__ADS_1


" maaf keluarga ibu Amira " sapa sang dokter .


" oh kami dok bagaimana keadaan nya "


" kandungan ibu Amira sangat lemah jadi usahakan jangan kecapean dan jangan sampai terkena benturan bisa fatal akibatnya dan bisa keguguran "


" tapi saat ini bayinya baik kan dok"


" saat ini baik namun rawan keguguran silahkan ke ruang an mawar no 5 pasien sudah di pindahkan"


" baik dokter terimakasih"


setelah dokter itu pergi Naura juga Ivan menuju kamar tersebut .di sana Amira sedang tertidur pulas.


" cinta aku keluar cari makan dulu ya ? kamu pengen apa"


" beli kan aku roti isi cokelat ya aak"


" oke ,aku keluar dulu".


sementara Amira berjuang melawan sakit demi sang bayi Devan di kantor malah urung uringan tak jelas dan marah marah ia membanting apa saja yang ada di dekatnya.


ia mengira jika Ivan dan Amira itu berselingkuh dibelakang nya dari pertama x Amira masuk ke keluarga Adiyaksa Ivan lah yang paling dekat dengan dirinya juga jika ada masalah Ivan selalu mengatakan pada Amira lebih dulu .


Devan pergi ke club' malam ia menghubungi Kanaya untuk menemani dirinya .tanpa sepengetahuan Devan pula Diki diam diam mengikuti dirinya ke club' tersebut takut saja jika ada suatu hal yang tak diinginkan terjadi Devan seperti nya hilang kendali serta pikiran nya kacau karena kabar tak jelas itu.


sampai di dalam ...


" hai sudah datang" Kanaya memeluk Devan kemudian melepaskan pelukannya.


" aku tak menyangka istri ku berbuat itu pada ku "


" memang kenapa"


" dia selingkuh dengan adik ku sendiri"


" oh ..astaga tega sekali tak cukup kamu adiknya pun diambil dasar tak tau diri"


" aku akan menceraikan dia"


dalam hati Kanaya bersorak dia keinginan nya tinggal selangkah lagi Devan akan jadi miliknya Kanaya tak tau saja jika Devan pernah mengalami impoten jika dia tau mungkin tak akan mau mendekati Devan .


Kanaya memakai baju belahan dada rendah dan juga kulit pahanya terlihat jelas namun ia merasa aneh kenapa Devan tak menyentuh dirinya atau berhasrat .


Devan melihat Kanaya yang coba menggoda dirinya membiarkan tangan itu membuka beberapa kancing baju Devan .


namun ...


si adik kecil itu tiada reaksi apa pun Kanya pamit ke toilet.


" Van aku ke toilet dulu ya"


" oh iya "


Diki yang duduk tak terlalu jauh dari Devan kaget mendengar kata kata Devan jika ia akan menceraikan Amira Diki pun mengirim pesan pada Ivan .

__ADS_1


" Ivan ini gawat bawa nyonya Amira pulang segera Devan akan menceraikan Amira dan mungkin setelah itu akan menikahi Kanaya aku minta bantuan 2/3 orang teman mu untuk membawa Devan keluar dari club' ini "


Diki pun mengirim pesan tersebut pada Ivan .


Kanaya pun kembali ..


" Van ih ...kok kusut banget sih udah ga usah di pikiran biar saja kan ada aku di sini aku bawakan minum "


Kanaya menyodorkan minuman itu tanpa Devan tau minuman itu di beri obat perangsang oleh Kanaya .


" ayo minum" Kanaya mengambil gelas itu dan dia berdiri mendekat pada Devan sedikit membungkuk agar Devan bisa melihat asetnya Devan pun mau meminum minuman itu dan dia menengguk hingga habis Kanaya pun tersenyum senang ia mencoba mencium Devan .


namun entah kenapa Devan merasa jijik akan cara Kanaya ini hasratnya juga tak ada sama sekali justru bayangan saat bercinta dengan Amira berkelebat di kepala nya .


" jangan di sini " ucap Devan .


" kita ke suite room ya "


tangan nakal Kanaya terus menyentuh tubuh Devan di area sensitif setelah masuk ke kamar Kanaya duduk di pangkuan Devan dan ia tak merasakan apa apa .


terus menggoda Devan hingga dengan tak tau malunya . ia melepaskan semua pakaiannya dan tinggal bra juga ****** ***** Kanaya melihat itu Devan ingin muntah dan jijik sekali .


" apa kamu ingin bercinta dengan ku ,Kanaya "


" tentu sayang apa kamu tak ingin "


" tidak aku tak ingin "


" ayolah ..."


Kanaya menarik Devan ke ranjang lalu dia naik di atas tubuh Devan .


tiba tiba pintu di dobrak paksa dari luar oleh seseorang .


" dasar wanita gila tidak tau malu turun dari sana " ucap Diki .


Devan yang mengenali suara itu pun heran kenapa pula Diki ada disini apakah dia mengikuti dirinya .


ya Diki meminta bantuan Ivan untuk mengirim temanya ke tempat ini dan menyuruh nya memakai Seragam polisi.


tujuannya hanya agar Kanaya takut serta tak ada perlawanan Kanya pun di tarik dari tubuh Devan dan di cekal oleh dua orang .


" tuan mari pergi dari neraka jahanam ini" ucap Diki yang kemudian menarik tangan dewan dan melepaskan ketika sudah sampai di luar .


sementara Kanaya di tinggalkan begitu saja dan berteriak seperti orang gila di dalam kamar itu sendirian.


" awas kau Devan gagal semua aku sudah berbuat demikian tapi kenapa dia tak bereaksi tapi tenang saja sebentar pagi dia akan menceraikan istri sialan itu" ucap Kanaya .


sampai di mobil .


" Diki bawa aku pulang aku harus menuntaskan hasrat ini pada istri ku "


" istri tuan tidak ada "


" tapi ..."

__ADS_1


__ADS_2