Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
29


__ADS_3

Diki melihat ke arah Devan .


" astaga wanita ular itu nekat sekali dia menggunakan obat perangsang untuk melancarkan rencananya"


Diki langsung melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya sesampainya di sana Diki membawa masuk ke kamar mandi dan membuat Devan bingung .


" tuan lepaskan semua pakaian mu "


entah kenapa Devan menurut saja lalu Diki menyalakan shower dengan aliran air yang begitu deras .


" tuan saya minta maaf sudah melakukan hal ini tapi ini demi kebaikan anda"


setelah melakukan itu .Diki mengunci pintu kamar mandi dari luar membiarkan Devan ada di dalam dalam guyuran air .


" ah ... " Amira mulai sadar .


" di mana aku kenapa badan ku pegal semua"


" kakak " ucap Ivan dan Naura yang setia menunggu nya .


" kalian kenapa aku di sini "


" kak ,em kakak belum tau ya " ucap Naura .


" belum tau apa"


" kakak hamil"


Amira pun tersenyum..


" benarkah ..."


" iya kak tapi ..."


" tapi kenapa Naura"


justru Ivan yang menjawab mungkin Naura takut jika perkataan nya menyinggung atau menyakiti Amira karena ini adalah hal pertama juga yang di nanti oleh Amira juga Devan namun Devan harus nya ada di dekat Amira menjaga nya tapi dia malah mencoba main gila dan semua orang sedang berusaha menggagalkan rencana licik mantan kekasih pertama Devan tersebut.


" kakak hamil 2 bulan tapi kandung kakak lemah juga rawan keguguran jadi harus banyak istirahat dan jangan sampai terkena benturan atau jatuh"


"em begitu ya "


" kak nanti siang Kaka boleh pulang jadi mau pulang ke mana ?"


" ya ke rumah lah aak ini aneh banget"


" iya cinta tapi rumah kak Amira banyak gak cuma 3 "


" kamu berlebihan Ivan ke rumah mama aja jadi kalau ada apa apa aku bisa tanyakan sama mama, Oya Van kakak mu Evan pulang kamu udah tau ?"


" kak Evan pulang kapan kak "


" kemarin ,sama istri nya aja sih anak nya gak ikut karena sekolah katanya "


" mobil sudah siap kak kita pulang ya "

__ADS_1


" iya "


Amira keluar dari rumah sakit dan menuju rumah menaiki mobil yang di Kendari oleh Ivan ia juga tak lupa membawa Naura untuk meminta restu kepada sang mama .


" Van " suara Amira memecahkan keheningan di mobil sementara Naura mungkin efek dari kecapean atau hamil dia pun tertidur tinggal dia dan Ivan saja yang terjaga .


" ada apa kak apa ingin sesuatu "


" tidak Van apa Evan sudah lama menikah "


" udah kak ,dari waktu mas Devan punya istri yang pertama dan tak lama si mas cerai "


" nikahnya di luar negeri"


"enggak kak nikah juga di indo mereka hanya menyelenggarakan pesta sederhana saja "


" kok aku gak di undang ya?"


" em ..gak tau kak emang kakak kenal sama mas Evan gitu sebelum dengan mas Devan "


" dulu sebelum kenal mas mu Devan aku satu sekolah dengan Evan hingga SMA dan kuliah namun kakak hanya dua semester saja Kaka berhenti karena ayah meninggalkan lalu terjadi lah perjodohan dengan kakak Devan mu itu"


" em gitu apa kak Evan gak naksir gitu sama kak Amira "


" em sebenarnya dia suka sama kakak Van 6 tahun lebih ngejar kakak tapi kakak tolak"


" ha ha ha "....Ivan tertawa.


" kenapa tertawa "


" dia kan suka balap liar terus sok tebar pesona ngeselin juga ah ... pokonya aku ga suka waktu itu "


" tapi ganteng mana sama mas Devan "


" ganteng an mas Devan kali Evan kan manis "


" kalau aku "


" kamu jelek Van "


" ya yang jelek jelek kasih yang bontot ya"


" enggak lah kalau kamu dapat dua duanya ganteng juga manis lalu ga gitu Naura ga mungkin klepek klepek sama kamu"


Ivan tersenyum mereka sudah tiba dekat rumah agar orang rumah tak tau jika mereka datang Ivan memarkirkan mobil tidak di halaman rumah .


"Naura bangun kita sudah sampai"


" iya kak turun sekarang "


" tahun depan ,iya sekarang dong jangan takut ya ada aku juga Ivan "


baru saja mereka berjalan menuju pintu di dalam rumah terdengar pertengkaran antara papa mama juga Devan.


setelah efek obat itu hilang dan berganti baju di apartemen Diki Devan langsung pulang dan dia menerima pesanan yang mengirimkan foto Amira juga Ivan yang sedang berduaan namun tanpa sadar foto itu memang ada yang asli ada juga yang editan karena Devan sudah gelap mata ia tak memeriksa lebih dulu ke aslinya foto itu entahlah itu sumber dari mana Devan pun tak tau dan tak menanyakan kebenaran tentang hubungan mereka itu baik pada Amira atau pada Ivan .

__ADS_1


Kanaya sudah berhasil memprovokasi Devan hingga dia percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan oleh Kanaya tanpa tau niat terselubung untuk menghancurkan pernikahan Devan dan Amira.


Devan tak tau jika Amira sedang mengandung sang buah hati mereka niat hati Amira pulang ingin memberi tau tapi justru ini yang dia dapatkan ...


" Devan jangan main main kamu ya " ucap pada dengan amarahnya .


" pa tapi ini jelas mereka ada sesuatu di belakang Devan "


" belum tentu tuan " ucap Diki yang juga ada di sana


" apa maksud mu "


"mama tidak setuju kamu cerai "


" bukan kah tuan sendiri yang berselingkuh kenapa malah menuduh istri anda yang belum tentu kebenarannya "


" apa Devan berselingkuh " ucap papa dan mama barengan .


" iya tuan tuan Devan berselingkuh dengan Kanaya cinta pertama nya"


"bukan kah dia punya suami"


" dia janda di tinggal mati "


"dasar anak kurang ajar kamu " papa mendaratkan tangannya di pipi Devan .


" pa sabar tenang lah " mama coba menenangkan tak tahan mendengar itu Amira pun masuk ke dalam rumah .


" kak ... "


Ivan dan Naura pun mengikuti masuk ke dalam rumah .


Amira langsung bersimpuh di kaki Devan kedatangan mereka cukup mengejutkan orang di sana dan sang mama melihat Naura yang sudah hamil besar mungkin takut ia bersembunyi di belakang Ivan dan memegang tangan Ivan sementara Amira .


" mas aku mohon jangan cerai kan aku " Amira memohon pada Devan .


" tidak Amira mungkin kita harus usai sampai di sini apa kalian sudah merencanakan ini Ivan juga muncul rupanya"


mendengar itu Ivan geram juga namun ia mencoba sabar .


" tapi mas aku gak mau cerai dari kamu tolong ku mohon " Amira terus mengiba agar tak di cerai oleh Devan namun Devan tak bergeming ia mencoba melangkah namun kaki Devan mengenai perut Amira hingga ...


" a.... " ada darah segar yang keluar dan Amira merasakan sakit Devan hanya diam ia mengira jika itu hanya sandiwara Amira saja.


" Ivan tolong Van perut ku sakit lagi" Ivan langsung mendekat Amira " kak kita ke rumah sakit lagi cinta cepat masuk mobil dan kita ke rumah sakit "


"baik aak"


Ivan pun menuju mobil sementara Naura sudah lebih dulu masuk ke mobil sampai depan pintu Devan pun menghalangi Ivan .


" Ivan Amira kenapa "


" kau masih berani bertanya brengsek tak punya hati kejam jahat juga impoten urus saja perceraian yang kau inginkan dan setelah itu terjun lah ke lembah jahanam"


kata kata Ivan membuat Devan terdiam dia tak pernah mengucapkan kata seperti itu selama ini apa lagi dengan Devan karena kesal juga Ivan menendang kaki Devan dan membuat kesakitan lalu dia pergi masuk mobil dan tancap gas menuju rumah sakit ia membunyikan sirine karena keadaan memang sedang darurat.

__ADS_1


__ADS_2