Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
02


__ADS_3

hari berganti hari waktu pun telah berlalu begitu berlalu dengan begitu cepatnya dan janji itu telah tiba harus ditepati namun sayangnya seseorang itu tak sepadan dengan kata hatinya untuk menuntaskannya tatapan matanya kosong angannya melayang entah terbang kemana hanya ada kenapa mengapa dan kenapa seakan ini tak adil untuk nya bahkan kepergian sang ayah begitu cepat terasa yang Amira ingat hanya bahwa sang ayah pernah berkata bahwa ia akan dikenalkan dengan anak dari teman kerja sang ayah tak dijelaskan siapa orang itu saat itu Amira hanya mengatakan iya .Amira Ismanova dia adalah anak tunggal dari pasangan Wiranata dan Sofia pekerja keras tekun mandiri Solehah dan jujur walau dia hanya lulusan SMA namun ia tetap bersyukur walau mimpi dan cita-cita nya menjadi seorang dokter tak tercapai apa lagi kini ditambah dengan kepergian sang ayah meskipun sang ayah memiliki aset dan saham di suatu perusahaan itu masih dibekukan dan sebelum berusia 27 thn ia belum bisa mengelola nya kini usianya barulah 23 Thun ia pun memutuskan untuk membuka toko kue serta berjualan keliling demi memenuhi kebutuhan sehari - hari .


menjelang sore terdengar suara deru mobil yang memasuki halaman rumah Amira dari bilik kamar jendela ia mengintip ia pun tak begitu mengenali siapa laki laki itu dia tinggi tegak mungkin sekitar 180 cm rambutnya pun ditata dengan rapi memakai setelan jas .


"tok ..tok... tok" pintu terdengar diketuk seseorang ibu Sofia segera membukakan pintu dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang datang .


" tuan Devan dirgantara , ada apa anda kemari bukankah pernikahan anda dan Putri saya masih dua hari lagi"


" benar ibu mertua tapi saya kesini ingin memberi tau baju pengantin nya sudah saya bawakan perias akan datang pada hari h kesini dan satu lagi saya tidak mengadakan pesta besar acara itu tertutup dan hanya dihadiri oleh ke 2 keluarga ."


" baik ,tuan saya menurut saja"


" saya hanya ingin menyampaikan itu ibu mertua saya permisi "


" tuan ,anda tidak ingin bertemu Amira "


" tidak saya sibuk , anda tidak perlu memanggil saya tuan cukup panggil Devan karena saya menantu anda .


sebelum ibu Sofia menjawab Devan sudah pergi dengan asistennya tak selang berapa lama Amira keluar kamar dan menemui ibu nya


" ibu siapa tadi " tanya pada ibu


" dia Devan calon suami mu "


" sudah ku duga"


" apa maksud mu mir"


"ibu beberapa x aku bertemu dia dan dia sangat sombong serta angkuh bahkan a...."


"Mira kamu tidak melakukan yg tidak tidak memukul atau mungkin memarahi nya bukan"


"aku ... aku ..a..." Mira gelagapan


" jawab Mira ....!!!!!". nada bicara ibu mulai meninggi dan marah


" aku melakukan semua itu Bu "


" apa .....!!kenapa Mira "


" ibu aku hanya membela diri karena aku tidak bersalah kenapa ibu malah marah pada ku "


" baik lah ,ibu hanya berpesan degan kamu jadilah istri yang baik terima semua kekurangan suami mu jangan pernah berkata yg tidak baik kepada nya serta jaga kehormatan mu selama dia tidak ada doakan yang baik untuknya "


setelah mengucapkan ceramah panjang sang ibu pergi ,Mira bingung entah bagi mana nanti kehidupan yg akan ia jalani akan kah lebih baik atau menjadi suram tanpa cahaya .


ditempat lain 2 orang lelaki sedang berdiskusi tentang masalah pekerjaan nya


" Dev ,proyek yang di kota C dan E sudah selesai dan Lo e tinggal meriksa dan tanda tangan ,kalau ada yang kurang nanti aku perbaiki lagi "


" aku percaya kamu kok dik "


" iya ...ini mau lapor soal cewek yang suka marah marah sama loe tempo hari dan calon istri loe anak tuan Wiranata almarhum"


Diki pun menyerahkan laporannya kepada Devan mata Devan pun melebar seakan tak percaya


" apa ... jadi ternyata mereka orang yang sama"


" iya .." jawab Diki


" bagus ..." sambil tersenyum misterius

__ADS_1


" Dev jangan gila "


" tenang dik aku cuma mau mengunci calon istri ku "


Amira Ismanova tunggu pembalasan ku batin Devan yang membuat Diki hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Devan .Devan pun berfikir ada untungnya juga dia mau menerima perjodohan ini walau saat itu dia harus berargumen dengan ke dua orang tuanya .saat itu.....


" Devan ......!!!"


suatu suara teriakan sudah menggema didalam seisi rumah mewah nan megah itu bukan suara sang mama namun justru itu sebaliknya adalah suara tuan Adiyaksa dirgantara papa dari Devan .dengan malas Devan pun keluar kamar dengan malas turun menuruni anak tangga dan menuju ruang keluarga di sana sudah ada orang tua nya yang menunggu .Devan pun duduk dihadapan orang tuanya


" ada apa ma pa "


" Van kamu harus menikah nak " sapa lembut sang mama


" Devan kapok nikah ma , "


" Van jangan bilang seperti itu kali ini pasti kamu suka dia cantik Solehah dan..."


" ma ,pa Devan gak sempurna perempuan pasti mikir mau sama Devan pasti cuma demi uang setelah itu dia kabur


" enggak Dev dia beda dari gadis kebanyakan "


" beda apanya sih ma "


" y pokok nya beda "


" mau tidak mau suka tidak suka kamu harus menikah dengan Amira Ismanova dia anak dari almarhum sekertaris papa Wiranata . Devan keputusan papa sudah final tidak bisa di ganggu gugat"


"pa .Devan gak mau , lagian anak papa kan gak cuma Devan Ivan kan juga belum nikah"


" Ivan fokus pada akademi di ke polisiannya dan lagi kamu yang paling tua "


" Devan gak apa apa ma "


" Devan ...,!!!! " papa berteriak marah


" ingat berapa usia kamu sekarang tata masa depan kamu ,dan kami menginginkan cucu dari kamu "


" Devan tersenyum sinis " cucu papa bilang papa lupa aku ini Impoten ,terkadang depresi ku juga kambuh ,mau punya anak dari mana pa yg ada perempuan semua lari ,papa juga udah dpt cucu dari Evan "


" memang benar tapi ...."


" oke ....!!!! kalau itu mau kalian aku turuti"


Devan pergi begitu saja meninggalkan ke dua orang tuanya ia berlari menaiki pintu dan sesampai didepan pintu kamar ia membanting pintu dengan kerasnya hingga terdengar dari luar .dalam kamar nya Devan membanting apa saja yang ada didekatnya bahkan melukai dirinya sendiri tak ada satupun anggota keluarga atau para pelayan yang berani mendekatinya jika ada maka siap siap mendapat amukan darinya yg bagi singa kelaparan .


dia adalah Devan dirgantara anak sulung dari 3 bersaudara Devan dirgantara Evan dirgantara dan Ivan dirgantara dia mulai depresi ketika sang mama tak merestui hubungan nya dengan sang kekasih karena wanita yg suka keluar malam dan suka balap liar karena itu pula sang kekasih pergi meninggalkan Devan tanpa kata satupun hingga membuat ke jiwan nya sedikit terganggu beberapa bulan setelah itu ia mendapatkan kabar bahwa sang kekasih sudah menikah dengan pengusaha dan orang itu adalah teman Devan sendiri yang bernama Andra sang mama yang merasa kasihan justru mencarikan jodoh untuk Devan dan berakhir naas dua kali menikah dua kali gagal hingga ia tak mau mencari pendamping hidup hingga ia dipertemukan dengan perjodohan kembali oleh sang mama dan ia menyetujui demi menyenangkan sang orang tua .usia nya kini menginjak 34 tahun usia yg sudah cukup matang dia berperawakan tinggi wajah yang tampan dengan kulit bersih putih alis tebal bulu mata lentik dan mata bulat berwarna biru seperti sang mama karena blasteran Indonesa Paris ribut pun selalu tertata rapi .akankah ia sanggup mempertahankan pernikahannya dengan Amira ..


buat yang baca jangan lupa like y maaf y bahasa dan penulisannya belepotan belum rapi karena aku masih pemula dan ini novel pertama ku terimakasih semua


hari pernikahan itu pun tiba pernikahan Devan dan Amira di langsungkan di pelataran hotel dirgantara grup milik Devan sendiri acara itu sangat tertutup sesuai dengan kemauan Devan tak ada tamu undangan yg datang kecuali hanya keluarga ke dua belah pihak bahkan rekan kerja tuan Adiyaksa dan Devan tak ada satu pun yang mereka undang kecuali sekertaris Devan Diki .suasana pun amat tegang dari rumah Amira sudah dirias yg datang ke rumah ia amat cantik namun hati nya begitu tegang andai ada pilihan ia memilih pergi dan tidak mau menikah dengan Devan .


" Mira tenanglah jangan gugup " sapa sang ibu


" iya Bu .."


hanya itu yang mampu di ucapkan oleh Amira ia pura pura bahagia ,dari kejauhan nampak seorang pria dengan gagahnya memakai setelan jas warna putih senada dengan baju yang Amira kenakan kini mereka sudah berada di pelaminan dan hanya dengan tarikan satu nafas Devan mengucapkan ijab qobul dan sah Amira telah menjadi istri nya.


" saudara Devan anda siap " tanya sang penghulu


" siap pak " jawab Devan

__ADS_1


"saya terima nikah dan kawinnya Amira Ismanova binti Wiranata almarhum dengan seperangkat alat solat dan emas dibayar tunai "


" bagaimana para saksi "


" sah " .mereka kemudian saling memasangkan cincin di jari masing masing dan ...


" selamat y bos bro" ucap Diki


"Hem .... " hanya itu yang terucap dari mulut Devan karena sudah tak betah berada di tempat itu ia segera menghampiri mertua dan orang tuanya .


" ma ,pa ,ibu mertua ..saya pamit dulu an ya dan Amira saya bawa ke rumah dan..."


"Van kamu ga tinggal sama mama dan papa " tanya sang mama


" nggak ma Devan akan menempati rumah yang baru Devan beli 3 bulan yang lalu "


" ya sudah kalau begitu Mira jaga Devan kalau ada apa apa cepat hubungi mama ya "


" iya ma " jawab Amira


setelah berpamitan semua pun pulang baru masuk ke mobil ketegangan pun sudah terjadi


" ngapain loe duduk dibelakang Lo pikir gue supir apa pindah depan sekarang "


tanpa menjawab Amira turun dari mobil dan pindah ke depan di sana hanya sunyi sepi entah mengapa nyali Amira menciut untuk marah dengan Devan auranya berbeda dari pertama melihat ia begitu menyeramkan sesampainya di rumah ..


" bibi ... bibi... bibi Metha "


" iya tuan ,maaf saya sedang beres beres dibelakang "


"bawa semua barang barang dia ke gudang belakang rumah"


" apa gudang kamu bilang " Amira menyela tak terima


" iya kenapa ga terima atau gak mau"


" maaf tuan tapi nyonya Amira istri anda "


" bibi bawa saja barangnya ke belakang jika dia menginginkan sesuatu bibi layani saja"


" baik tuan ,permisi "


kini hanya tinggal mereka berdua dan terlihat lah ke bengis an Devan betapa menyeramkan dirinya


" kamu jangan mimpi tidur sekamar dengan saya atau saya sentuh"


" lalu kenapa mau menikah dengan saya"


" saya terpaksa demi orang tua saya ,3 Thun pernikahan kita cerai "


" apa ...cerai tapi pernikahan bukan permainan pak Devan "


" jangan panggil saya pak saya bukan BPK kamu "


" lalu harus ku panggil apa "


" tuan ,jika ada orang panggil Devan saja"


" baik ,tapi boleh kan saya tidur di kamar tamu"


" tidak kamu bukan tamu,tempati gudang belakang ,kalau tidak mau silahkan tidur dibawah jembatan dan satu lagi bekas tangan kamu masih terasa di pipi dan tendangan kamu yang mengenai kaki saya masih ingat Amira Ismanova "%;

__ADS_1


__ADS_2