Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
27


__ADS_3

" kak Amira sudah jangan menangis ,aku akan urus kak Devan "


" terima kasih Ivan "


"tapi aku minta tolong sama kak Amira bisa "


" mau minta tolong apa,Van?"


" jika nanti Naura ketemu tolong temui dia dan bujuk dia agar dia mau pulang dan setidaknya bersama aku meski mama tak merestui kami"


" kenapa tidak kamu temui saja Van dan bicara baik baik"


" tidak kak,dia selalu lari jika aku temui"


" begitu ya,baik lah kakak akan coba bicara dengan Naura "


" makasih kak"


" kakak pulang ya Van kamu yang semangat cari Naura "


" siap .."


Amira pun pulang ia masih tak menyangka dengan Devan ia lebih memilih diam dan merenung ia pun jua tak memperdulikan Devan dan dengan apa yang dia lakukan ia juga merasa akhir akhir ini sering pusing dan suka mual mual .


tiga bulan berlalu Devan masih sama saja ia dan mantan kekasih nya itu pun masih berhubungan bahkan melakukan kerja sama dalam bekerja Ivan pun menyuruh seseorang untuk mengikuti semua kegiatan Devan dan kemana ia pergi.


miris memang setiap mengirim gambar dan percakapan Devan membuat Amira sangat sakit hati namun mau tak mau Ivan harus mengirimkan hal itu baginya lebih baik Amira tau dari pada tidak sama sekali


Amira duduk diam di depan tv ia menonton acara tv agar tak jenuh dan bosan serta mengusir pikiran negatif tentang sang suami namun ia tak bisa melupakan hal itu terlalu menyakitkan dan menyayat hatinya .


tiba ...tiba terdengar suara seseorang berteriak dan memanggil mertua Amira .Amira pun langsung mencari sumber suara tersebut ...


" mama ...papa ...ma ...pa Evan pulang ...ma pa pada kemana mereka sepi amat ya ni rumah "


" hei kamu siapa? tanya Amira Evan pun segera berbalik dan...


" kamu .... " ucap Amira dan Evan berucap berbarengan dan mata mereka saling menatap .


" kamu disini ngapain?" Evan balik bertanya


" bukan urusan kamu ,kamu sendiri ngapain"


" kamu itu dari dulu sampai sekarang masih sama aja kali ketemu aku ketus dan galak gak berubah ,kamu kerja disini ?"


" kalau pun aku kerja di sini memang kenapa?"


" em... aku sekarang udah jadi CEO sayangnya aku udah beristri,kamu kesampaian dapat CEO"


Amira dia saja ia juga masih ingat kelakuan Evan dulu yang hendak memaksanya untuk berciuman namun ketahuan orang dan Amira berhasil kabur .


Evan adalah kakak tingkat Amira waktu disekolah dulu Evan mengejar cinta Amira 6 tahun tahun lamanya namun berakhir sia sia ia tak mendapat kan nya dahulu Evan itu bendung nakal dan urakan serta suka mengikuti balap liar .


suatu ketika Evan mendengar ucapan Amira dan temannya bahwa Amira ingin memiliki seorang suami berprofesi sebagai CEO . sejak saat itu Evan mulai berubah hingga masuk ke jenjang kuliah ia pun mengambil jurusan yang sama dengan Amira namun baru dapat 2 semester Amira berhenti kuliah dan pergi entah kemana Evan pun tak tau hingga dia bertemu dengan cinta sejatinya Karina dia gadis berjilbab yang memiliki sifat hampir sama dengan Amira .


Devan pulang dan Amira langsung memeluk nya sambil berucap " mas aku kangen"


" Evan kapan datang "

__ADS_1


" baru saja kak, Amira kenapa kau memeluk kakak ku" tanya Evan


" kalian sudah kenal ini kakak ipar mu Evan yang sopan "


" oh ...astaga dunia ini sempit sekali kau tolak aku demi kakak ku "


" apa maksud mu"


" hei ada apa ini ramai sekali " sapa mama dan papa


" pa ma Evan pulang "


Evan ucap papa mama barengan dan mereka berpelukan sementara Amira mencium aroma parfum lain di baju Devan dan sangat menyengat dan sedikit bekas bibir juga lipstik yang menempel ia menangis sejadinya dan tak peduli lagi dengan orang di sekitar nya .


" sayang kamu kenapa "tanya Devan


Amira baru saja menerima pesan dari Diki sekertaris Devan dan mengirimkan kegiatan Devan seharian ini sungguh menyayat hati melihatnya foto mereka serta mendengar obrolan mereka .


Devan pun beralih pandangan pada ponsel Amira yang diletakkan dimeja ia mengambil lalu membuka ponsel Amira ia terkejut sendiri di sana banyak foto dan percakapan dengan Kanaya " jadi selama ini Amira tau" pikir Devan


dering ponsel Amira menyadarkan Amira itu panggilan dari Ivan ia segera mengambil dari tangan Devan dan menerima panggilan itu sementara Devan menatap dengan tajam ke arah Amira .


" halo Ivan ..."


" kak aku sudah tau dimana Naura kakak datang ya ,Diki sudah ada di depan rumah mama tolong bujuk Naura "


" baiklah aku ke sana sekarang "


" baik kak aku tunggu "


Amira menyudahi panggilan nya ia segera menuju atas mengambil tas dan jaketnya ia pun kembali turun ..


" Amira mau ke mana kamu?"


" pa , untuk saat ini Amira belum bisa menjelaskan nanti Amira jelaskan"


Amira langsung berlari keluar tak menunggu Jawaban papa selanjutnya dan ia juga tak berpamitan dengan Devan bahkan melihat pun tidak dia terkesan acuh tak seperti biasanya menyadari hal itu Devan keluar mencoba mengejar Amira.


namun ....


Amira sudah tidak ada bersamaan dengan itu ponsel Devan pun berdering dan ada satu nomor tanpa nama mengirimkan sebuah foto Amira dan Ivan .dan ....


* istri mu berselingkuh dengan adik mu sendiri*


itulah bunyi pesan tersebut Devan makin emosi kenapa Amira kau lakukan itu pada ku


berkata seperti itu Devan tak menyadari jika pun dia mencoba merajut kasih dengan Kanaya dan mengabaikan Amira tanpa perduli sakit atau tidak nya hati serta perasaan Amira .


hal itu dimanfaatkan Kanaya untuk merebut perhatian Devan dan mengompori agar Devan mau menceraikan Amira dan tentu saja untuk menikahi dirinya urusan sang mama dan papa Devan itu belakangan.


sampai di tempat yang di tuju Amira segera menemui Ivan ..


" Ivan mana Naura " tanya Amira


" dia tinggal di kontrakan itu kak ,aku akan bersembunyi dulu jika waktunya pas aku akan datang "


" baiklah ,tapi Naura ada di dalam kan "

__ADS_1


" ada kak tadi habis beli sayur "


" oke"


Amira pun menuju kontrakan Naura ia pun mengetuk pintu tok ....tok...tok....


" iya sebentar " jawab Naura dari dalam pintu pun di buka Naura terkejut melihat siapa yang datang.


" kak Amira"


Amira pun tersenyum sedangkan Naura celingukan ke sana kemari melihat itu Amira bingung


" Naura kamu kenapa ?


" kakak sama siapa kenapa tau aku disini"


" kakak sendiri ,tadi kebetulan lewat dan aku melihat kamu , boleh kah aku masuk"


" tentu saja kakak ayo masuk "


Amira pun segera masuk dan Naura membuat kan minuman serta membawa makanan ringan untuk Amira


" diminum kak ,ini Juga ada kue silahkan"


" baik terimakasih ,jadi merepotkan "


" tidak kak ,


" em ...Ivan tak pernah datang kah"


Naura dia saja ...


" Naura..."


" tidak kak tapi dia selalu menemukan aku "


" itu artinya kalian memang jodoh sejauh apa pun kamu lari pasti akan bertemu lagi"


" apa kakak kesini dengan Ivan "


" ga aku sendiri ,kamu kenapa pergi"


" mama menyuruh ku pergi dan meninggalkan Ivan bukanya dia akan dijodohkan"


" kalau sampai Ivan mau aku sendiri yang akan membunuhnya jelas kamu hamil anak dia masa nikah sama orang lain ga lucu kan "


" iya sih kak,


" kamu cinta ga sama Ivan "


" ya ..."


" nah ...jadi kenapa lari Naura soal mama itu kita bicara pelan pelan ya yang penting kamu harus ada di dekatnya Ivan "


" aku takut ,mama pasti tak menyukai aku"


" itu tak seberapa Naura bayangkan aku suami ku sering ngamuk depresi juga itu hampir tiap hari bahkan melukai aku parah mana ,itu tak seberapa dengan mama yang tak menyukai mu Naura ...

__ADS_1


" kakak hebat bisa bertahan hingga sekarang "


dan tiba tiba .....


__ADS_2