Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
23


__ADS_3

mama Ivan datang ke rumah yang di tempati Naura dan langsung masuk begitu saja lalu berteriak ...


" hei ...wanita murahan keluar kamu "


" jangan sembunyi ayo keluar "


mama Ivan terus berteriak suara itupun Naura yang sedang tidur..


" itu siapa yang teriak teriak "


Naura kemudian bangun keluar kamar dan turun ke bawah untuk melihat suara siapa tadi ia pun menyapa..


" maaf anda siapa ya? sapa Naura


" keluar juga kamu wanita tak tau diri"


" tak tau diri maksud anda apa?"


" kamu mendekati anak saya hanya untuk mengincar uang dan harta nya kan"


" maaf anak anda yang mana "


" jangan pura pura bodoh kamu Ivan dirgantara itu anak saya"


Naura tercengang ternyata itu mamanya Ivan dan ternyata dia tau hubungan nya dengan Ivan serta dia pun tak merestui hubungan ini .Naura hanya diam dia haruskah memberi tau tentang anak ini.


" hei kenapa diam pergi kamu dari sini dan jangan datang lagi jauhi anak saya dia tidak pantas untuk kamu!!"


plak ....


sebuah tamparan mendarat di pipi Naura


" kenapa cepat pergi ,atau ...em ...saya tau mau berapa kamu saya akan kasih uang itu"


" maaf nyonya saya tidak butuh uang ,dari dulu meski tanpa uang saya masih bisa hidup"


Naura pun meletakkan uang di atas meja tanpa membawa sepeserpun dan ia pergi tak membawa apa pun kecuali baju yang dia kenakan saat ini entah kemana ia tak tau tujuannya teriknya matahari membuat dia pusing ia melihat masjid dan ia mencoba singgah ke sana untuk berteduh .


sementara Ivan pulang ke rumah Devan namun keadaan rumah begitu sepi.


" bibi kemana tuan rumah"


" mereka menginap di rumah nyonya Mira tuan "


" berapa hari ?"


" mungkin 2 hari" jawab bibi Metha


tak berapa lama hp Ifan pun berbunyi.


" dari kantor pusat,ada apa bukannya aku lagi cuti ya,halo ...komandan "


" ada tugas buat kamu di kota c maaf ini dadakan tim kesulitan"


" kapan berangkat komandan"


" sekarang juga"


Ivan pun segera pergi dan ia pun lupa tanpa pamit kepada Naura .


Naura pun pergi entah kemana tujuannya ya dia menemukan tempat untuk berteduh sementara usai ia berteduh di masjid.


rumah itu kosong dan tak terpakai sang pemilik rumah jika ingin menggunakan silahkan dan untuk menyewa lima ratus ribu perbulan .


sudah satu Minggu Naura pergi dari rumah Ivan ia pun mencoba membuat aneka roti dan goreng an untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Devan dan Amira yang beberapa hari ini juga menginap di rumah mertua baru saja pulang dan sekarang mereka menuju rumah orang tua Devan karena lama tak menengok jua .


sesampainya di rumah ....


sudah di sambut dengan sang mama yang kebetulan sedang ada di luar .


" eh ....ada tamu ayo masuk " ajak mama


" iya ma ,mama sedang apa"

__ADS_1


" itu sayang nyiram tanaman , ayo masuk"


Devan dan Amira serta juga mama pun masuk ke dalam rumah ..


" papa mana ma?" tanya Devan


" itu di ruang tengah paling juga nonton tv"menuju ruang tengah dan ternyata papa sedang ada di sana sambil menikmati tayangan televisi.


" papa " ucap mama


" ada apa sih ma?" ucap papa yang masih tak mengetahui kedatangan Devan dan Amira.


" itu Amira sama Devan "


" eh ...kalian sudah lama maaf papa gak tau"


" gak apa pa ,papa istirahat saja"


" pa apa Ivan di sini "? tanya Amira


" enggak Mira , bukanya Ivan ikut kalian ya?"


" iya sih pa tapi kata bibi Metha dia gak pulang selama seminggu ini dan dia pamit kerja hanya 3 hari saja"


" kemana anak itu kok gak seperti biasanya ".


mama bingungnya bukan kepalang kemana Ivan apa lagi ia sudah mengusir wanita itu mungkin kah Ivan mencari nya .mama diam dan larut dalam pikirannya sendiri tak berselang lama mereka ber4 di kejutkan dengan bantingan pintu yang amat keras serta seperti amarah ..


" ma pa itu ada apa ya"? ucap Amira penasaran


" mama juga ga tau ."


" kita lihat saja "


belum sempat melihat pada arah suara itu ... mereka lebih dulu mendengar suara teriakan ...


" mama ...mama...


keluar ma mama ...mama ..."


Ivan pun berteriak seperti orang kesetanan membuat semua orang terkejut .


" hei ..ini rumah Van bukan hutan lagian kenapa mesti teriak teriak " tanya Devan


tanya Devan tak dijawab oleh Ivan melihat mama muncul ia segera mendekat i


" mama apakan dia " tatapan mata Ivan seolah mengintimidasi


" apa maksud kamu " mama pura pura tak mengerti


" mama jangan bohong dan pura pura Ivan tau semua kelakuan mama"


" ini ada apa sih sebenarnya " papa menyela


" papa tanya kan saja sama istri papa?"


" Van ,kamu kenapa nak "? papa makin bingung


" ada yang bisa menjelaskan" pinta papa


sementara Ivan dan mama sama sama diam tak ada yang ingin menjelaskan tapi kemudian ..


" mama kenapa usir dia? tanya Ivan


" usir siapa "? mama masih tak mau mengaku


" dia Naura wanita yang tinggal di rumah yang baru Ivan beli,calon mantu papa dan mama"


papa kaget juga Amira dan Devan setau mereka Ivan sangat dingin dan tertutup pada seorang wanita dan ini tiba tiba tanpa ada angin dan hujan mengatakan jika ia memiliki calon istri yang benar saja.???


" mama gak Sudi punya mantu kaya dia "


" bisa beri alasan kenapa mama tak mau"


" Ivan mama sudah memilihkan jodoh buat kamu dia ..." ucapan mama langsung disanggah oleh Ivan

__ADS_1


" dari dulu Ivan yang paling nurut sama mama diantara ke dua kakak Ivan ,tapi kali ini Ivan minta maaf"


"demi wanita itu kamu berani menentang mama " tangan mama terangkat dan mendarat di pipi Ivan papa pun ikut berteriak pada mama


" ma jaga emosi mama lagi pula Ivan sudah dewasa ma biarkan dia dengan pilihannya jangan di kekang".


" Ivan bisa kamu jelas kan " pinta Amira kini yang bertanya.


" dengan atau tanpa restu kalian semua aku akan tetap menikahi Naura ."


" mau jadi anak durhaka kamu Van " mama mulai geram


" jika itu lebih baik kenapa tidak ,dari pada aku menelantarkan anak ku "


" apa....!!


mereka berempat melongo anak Ivan bilang jadi selama ini apa Ivan sudah melakukan nya aduh ternyata diam diam kamu Ivan .


" iya Naura hamil anak Ivan sudah 4 bulan ini bukti medis dari rumah sakit " Ivan mengeluarkan kertas dan hasil dari USG yang tertinggal di kamar yang lupa Naura bawa.


" Ivan kenapa kamu tidak menikah dulu agar kejadian itu tak terjadi ?" papa mencoba bertanya


" Ivan sebenarnya belum ingin menikah namun ternyata Tuhan berkata lain "


" bilang saja kamu sengaja agar kamu segera dinikahkan dengan pilihan mu itu"


" ma tenang dulu Ivan pasti punya alasan sendiri kenapa dia begitu , lanjut Van " papa mencoba mendengar kan ..


" kalau Ivan tak melakukan mungkin Ivan tak akan ada dihadapan kalian saat ini dan akan pulang hanya jasad Ivan bukan dengan nyawa lagian iya kalau jasad Ivan ketemu kalau tidak bagaimana apa itu yang mama mau ?"


" apa gak ada cara lain?"


" gak ma , bayangkan saja ma Ivan dikejar musuh mereka berjumlah 10 orang Ivan sendiri an lalu Ivan masuk kesebuah gubuk dan di sana ada Naura Ivan tak punya cara lain jika tak melakukan itu Ivan bisa mati , setelah itu mereka pergi dan di tangkap tim yang lain ."


semua terdiam ...


Ivan pun kembali melanjutkan ceritanya


" saat itu bos penjahat itu belum tertangkap dan ternyata dia menargetkan Ivan ,saat pengejaran Ivan satu lawan satu dan punggung Ivan sempat terkena peluru saat tau Ivan terluka bos penjahat itu mengejar di tengah sunyi dan sepinya malam tak ada orang semua terlelap aku bingung mencari tempat berlindung lalu Naura datang memanggil ku dan memberi tempat sembunyi aku menanggalkan semua pakaian ku dan ...


saat itu ....


" aak ,yang waktu itu ya .." tanya Naura


" iya kamu masih ingat"


" apa aak polisi?"


" iya , dan sekarang aku dikejar musuh dia mendekat ke sini "


" aku minta maaf boleh ku lakukan lagi"


Naura diam ..


" musuh mendekat aku berjanji jika ada apa aku akan tanggung jawab"


" tapi peluru itu "


" bisa ku tahan ,kamu siap"


ya Ivan mulai melakukan aktivitas itu meski terpaksa dia menikmati juga apa lagi wanita itu cantik berkulit bersih dan rambut yang terurai panjang .Ivan setengah berbisik


" siapa nama mu " degan nafas yang memburu


" Naura"


dari kejauhan terdengar suara derap langkah yang tadinya hanya satu orang jadi 3 orang


" Naura aku lakukan pelan pelan tapi mendesah lah yang keras agar mereka cepat pergi"


Naura menurut saja dan ...


benar saja mereka semua kabur .belum sampai tuntas permainan mereka Ivan tak melepas pedang nya .


" mereka sudah pergi "

__ADS_1


" tapi aku belum selesai "


Ivan menyelesaikan tugas nya dan ah... semua ia muntah kan di dalam selang beberapa saat datang tim medis Ivan mengenakan pakaian dan melakukan operasi pengeluaran peluru malam itu juga .


__ADS_2