
dan ...
malam itu menjadi malam pertama untuk Devan dan Amira sebagai pasangan suami istri Devan perlu tiga kali untuk membobol gawang Amira cukup sulit namun akhirnya gol juga malam itu usai pertandingan panas mereka tertidur pulas hingga pagi menyapa .
sudah berulang kali pintu kamar di ketuk bergantian orang namun tak ada Jawaban ataupun sahutan dari dalam kamar .
akhirnya mereka membiarkan saja 2 insan yang ada di dalam tertidur itu dalam lelap .
matahari mulai naik ke atas Amira dan Devan baru membuka mata Devan sudah rapi dan habis mandi ia pun membangunkan sang istri
" sayang kamu gak bangun" ucap Devan
" jam berapa sekarang mas?"
"jam 11 " jawab Devan enteng tanpa beban
" apa ...jam sebelas " Amira pun kaget karena tak biasanya dia bangun begitu siang
" kenapa"
tak menjawab tanya Devan Amira segera menyibak selimut dan turun dari ranjang dan dia ingin melangkah dan berdiri namun...
a.... ia berteriak .
" kenapa sayang "
" sakit Maas ,aku ga bisa jalan" Amira menangis .
" aku gendong ya"
Devan pun menggendong Amira hingga ke kamar mandi dan memandikannya setelah selesai ia kembali menggendong sang istri lalu..
" sayang ..."
" apa mas"
" kita mengulang lagi ya?"
" mengulang apa ?"
" yang semalam malam pertama kita "
Amira memukul Devan dan ...
" tidak aku tidak mau "
ucap Amira tegas dan tanpa sadar dia melempar vas bunga ke arah Devan dan mengenai kening nya .
" a ...u..... " Devan berteriak dan darah mengalir di dahinya Amira pun kaget dengan teriakan Devan ia menghampiri meski jalannya tertatih .
" mas berdarah " Amira segera mengambil obat dan perban lalu menyuruh Devan duduk dan kemudian membersihkan lukanya .
" maaf ya mas aku terbawa emosi"
__ADS_1
Devan masih diam tak menjawab " aku gak sengaja ini masih sakit banget " usai memberi obat dan plester Amira pun menangis
" sayang tenanglah aku tak akan memaksa beruntung nya aku mendapat kan kamu ,kamu benar benar suci tak seperti ke dua mantan istri ku "
" kenapa" hanya itu yang terucap dari bibir Amira dan itu pun begitu lirih
" mereka sudah tidak suci dua duanya entah siapa yang pertama dan kenapa mereka mau menikah dengan aku aneh tapi nyata"
" maksudnya"..
" aku hanya berhubungan 1 x ,1 x baik yang pertama atau dua sayang setelah itu punya ku tak berfungi dan aku takut ini juga begitu"
" mas sabar ya aku masih sakit"
"aku tak memaksa hanya saja aku takut jika tak bisa selamanya Amira, apa kamu juga akan pergi meninggalkan aku"
" mas Devan ngomong apa sih aku gak akan meninggalkan mas walaupun itu mas tak berfungsi asal mas gak depresi lagi dan jangan ngamuk ya aku sebenarnya takut juga "
" iya sayang terimakasih "
Devan dan Amira pun berpelukan meski dulu tanpa cinta tapi kini cinta itu sudah tumbuh di dalam hati mereka masing masing dan melengkapi satu sama lain .
setelah semua sudah rapi Mereka berdua keluar kamar lalu turun untuk makan siang mengganti sarapan yang tertunda namun saat menuruni anak tangga Amira tertinggal di belakang membuat Devan menyusul kembali.
" sayang aku gendong ya" pinta Devan
" ga usah mas aku bisa kok" tolak Amira namun sambil sedikit meringis menahan sakit karena sebenarnya ia masih merasakan sakit .
" ga usah gimana orang kamu kesakitan Kya gitu kok "?
" yang bikin sakit aku jadi ya aku akan tanggung jawab atas sakit nya kamu"
Amira diam saja dan hanya tersenyum pada sang suami membuat Devan pun tersenyum pula pada nya.
" aku hangatkan dulu ya makanannya duduk dan tunggulah di sana"
" emang bisa ?"
" ya bisa dulu sebelum jadi CEO aku ma jago masak cuma setelah pekerjaan jarang karena udah capek sekarang"
" berarti si bibi ga bohong ya?"
" emang bilang apa bibi?"
"ya bilang kalau mas itu jago masak cuma aku ga percaya dengan sikap mas yang cuek dingin dan kadang ngamuk itu" jelas Amira sambil senyum membuat Devan jadi Faruk Faruk kepala.
tak berapa lama mama datang dan melihat Amira yang kesulitan ingin berjalan mendekat ke arah dapur.
" sayang kamu kenapa kok jalannya begitu?" mama bertanya pada Amira
" eh ...mama ga apa kok ma cuma ...."
" cuma apa kamu diapain sama Devan "
__ADS_1
Devan pun datang membawa makanan yang sudah dia hangatkan dan minuman lalu meletakkan makanan tersebut di meja namun baru selesai meletakkan makanan ia diberondong pertanyaan oleh mama seperti maling yang ke tangkap mencuri.
" Devan kamu apa kan istri mu kenapa jalannya jadi kaya gitu" tanya mama
" gak di apa apa kan kok "
" gak gimana ini buktinya kaya gitu"
Devan pun duduk di kursi
" ma aku gak apa nanti juga sembuh sendiri mama tenang aja ya" Amira coba menenangkan bahwa dirinya tak apa apa
" ma ,dengar sendiri kan istri ku bilang apa"
" pasti kamu ancam iya kan Devan ayo ngaku"
" terserah mama"
" kamu gak ngamuk lagi kan "
" ma Devan sudah sembuh emang tadi malam mama dengar Devan ngamuk"!!!!
" ya enggak berhubung kamu pernah menyiksa Amira jadi mama takut aja kamu melakukan hal itu lagi"
karena jengkel pada pertanyaan mama yang menuduh dirinya melakukan kekerasan pada Amira Devan pun mengatakan yang sebenarnya .
" mama mau tau kenapa istri aku kaya gitu?" Devan bertanya pada mama sambil memakan makanan nya karena dia sudah sangat lapar
" emang kenapa dari tadi kamu gak mau ngaku!!"
" emang Devan yang bikin dia kaya gitu dan menyiksa...." belum sempat melanjutkan kalimatnya mama sudah berbicara ...
" Devan apa kesalahan Amira kenapa kamu tega" mama berdiri dari kursinya dan mendekat Devan memegang kerah bajunya Amira yang melihat itu pun ikut panik namun apa daya ia masih merasakan ngilu di bawah sana .
" ma mas Devan bukan melakukan kekerasan kok ,coba tenang dulu dan dengerin penjelasannya ya?" Amira mencoba memberi pengertian pada mama
tak mau melepaskan kerah baju Devan mama tetap memegangnya.
" maksud Devan ,aku menyiksa dia dengan kenikmatan jadi ya kaya gitu deh walau sakit tapi enak"
" tunggu maksud nya apa sih "
"aduh ...mama udah lupa ya sama rasanya "? keluh Devan
" rasa apa" mama malah jadi bingung
" rasa malam pertama sama papa gimana ma ,mama udah lupa atau..."
" kalian melakukan nya "
" iya ma tadi malam itu malam pertama Devan dan Amira ya walau sudah 3 tahun menikah namun proses nya baru semalam butuh waktu juga Amira meluluhkan hati Devan.
tak Terasa bulir bening jatuh di sela ia mengatakan hal itu .Amira yang mendengar pengakuan suaminya itu sebenarnya malu juga di ceritakan dihadapan sang mertua.
__ADS_1
mama melepaskan kerah baju itu dan menatap lekat pada Devan ya dia mengakui jika dari Devan kecil dan ke 3 anaknya ia yang mendapat perlakuan paling keras karena mama selalu berfikir Devan harus bisa menjaga adik adik nya serta dia mau mengalah apa saja pada dua adiknya .
" Devan sayang kamu sembuh" air mata mama tak terasa mengalir begitu saja dan dia memeluk sang putra .