
1 minggu berlalu .
Amira pun sudah sadar ia sudah di pindahkan ke kamar perawatan namun belum di perbolehkan pulang oleh dokter karena keadaan yang masih lemah juga masih memerlukan perawatan yang intensif.
mama papa dan juga Ivan ada di sana menunggu sementara Naura istirahat di rumah karena ia sering meras lelah takut saja jika akan berpengaruh pada sang bayi.
Devan tak berani untuk masuk ke dalam kamar dia hanya melihat Amira dari luar jendela kamar belakangnya .
Amira sudah sadar dan dia masih belum pulih .
" Amira kamu yang sabar ya" ucap mama.
" iya ma aku ga apa kok , mas Devan jadi menceraikan aku "
" kami tidak tau Amira Ivan melarang nya menemui kamu "
" apa dia ada di luar "
" tak tau juga kak entah dia kemana " sebenarnya Ivan tau jika Devan ada di luar namun ia mengatakan pada Amira tidak tau.
dan Devan mendengar itu semua mungkin dirinya memang pantas mendapatkan ini . saat itu Ivan minta izin untuk pulang sedang papa pergi ke kantor dan hanya mama yang menjaga Amira .
" sayang mama ke supermarket depan sebentar ya ada sesuatu yang ingin mama beli ".
" iya ma "
" kamu mau nitip sesuatu"
" ma tolong belikan coklat sama es krim rasa coklat juga ya"
" baik lah "
mama pun keluar dari kamar dan kesempatan itu digunakan Devan untuk masuk dan menemui Amira.
" Amira" sapanya.
membuat Amira yang sedang membaca buku menghentikan membacanya dan melihat ke arah sumber suara.
" mas Devan .."
"apa sudah selesai"
" apa yang selesai ,aku tidak menceraikan kamu ,kamu masih istri sah ku "
" jika mas ingin ceraikan saja " meski dalam hatinya Amira tak ingin berpisah dengan Devan .
Devan pun mendekat pada Amira.
" aku tidak akan menceraikan kamu maaf kan atas apa yang sudah aku perbuat pada mu dan juga anak kita aku memang kejam dan jahat mungkin aku pantas di penjara Amira tapi ...aku baru menyadari bahwa sesungguhnya aku butuh diri mu dan kamulah satu yang mengerti aku bodohnya aku yang ingin meninggalkan wanita seperti malaikat "
" mas aku memaafkan kamu " ucapan Amira membuat Devan mengalirkan anak sungai kecil dari matanya ia pun meraih wajah Amira dan cup ....
kecupan itu Devan sematkan di bibir Amira dan Devan memeluk tubuh yang masih begitu lemah tersebut menuntaskan rasa rindu yang dia tahan berhari hari Amira pun membalas perlakuan Devan tersebut hingga bunyi ponsel Devan menghentikan aktivitas mereka.
" Diki telpon sebentar ya" Amira pun mengangguk kan kepala nya .
" halo .. ada apa?"
" ada masalah di kantor cepat lah datang "
" baiklah aku segera ke sana"
" aku ke kantor dulu ya ada masalah di sana "
" iya mas hati hati ya?"
Devan pun keluar kamar dengan cukup tergesa dan sampai di depan pintu dia bertemu dengan sang mama . Devan diam saja dan hanya melihat mama dengan sekilas lalu pergi menuju mobil dan mengendarai lalu bertolak dari rumah sakit .
sesampainya di kamar ...
" Amira "
__ADS_1
" iya ma kenapa?"
" apa Devan tadi ke sini "
" em ... enggak ma memang nya kepada?"
"bener ga ke sini tadi mama ketemu dia di depan dan seperti nya dia buru"
" Amira ga tau ma " Amira pun berbohong takut saja jika mengatakan Devan dari sini semua orang akan memusuhi Devan dan melarang mereka bertemu sebenarnya Amira memendam rasa rindu yang dalam dari Devan mulai berubah pada dirinya hingga saat ini .
" ini coklat sama es krim nya " memberikan pesanan Amira .
" iya ma terimakasih " ucap Amira lalu membuka es krim dan memakannya. diam diam mama melihat bibir Amira yang basah seperti usai berciuman dan mata mama sangat jeli ia melihat tanda merah pada leher Amira ( seperti bekas ciuman di leher Amira) dan juga mama mencium bau parfum yang sangat ia kenal yaitu parfum ini yang sering di pakai Devan.
tadi pas ketemu di luar juga ia mencium bau parfum yang sama mama menyimpulkan jika selama dia pergi Devan datang kemari namun Amira mengatakan jika Devan tak ke sini .
mama mencoba bertanya jika Amira salah tingkah atau gagap dalam menjawab maka sudah di pastikan jika Devan baru saja datang ke mari.
" Amira itu leher kamu kenapa "
" kenapa memang ma"
" itu kenapa merah kaya habis di gigit Devan waktu itu"
dan benar saja Amira jadi salah tingkah juga meraba lehernya.
" enggak ma mungkin di gigit nyamuk" kilah Amira .
( benarkan Amira pasti Devan habis dari sini kamu coba berbohong rupanya digigit nyamuk ya nyamuk yang kamu maksud itu adalah Devan kamu seperti nya benar benar budak cinta dengan Devan namun mengapa Devan masih saja tak bisa melihat itu )
sementara di kantor ..
Kanya ngamuk tak jelas di kantor Devan karena pembatalan kerja sama antara dirinya juga perusahaan Devan .
" Devan tolong jelaskan"
" menjelaskan apa Kanaya"
" aku yang meminta kerja sama kita batal"
" apa kenapa memang"
" kamu memberi pengaruh buruk pada kerjasama ini dan berdampak pada keutuhan keluarga saya"
" apa gara gara istri mu itu"
"bukan gara gara istri ku tapi kamu karena kamu aku hampir terperdaya dengan ucapan mu aku hampir saja kehilangan istri ku dan aku kehilangan anak ku yang masih di kandungan ingat baik baik Kanaya kita hanya masa lalu pergi dan carilah pria baik di luar sana asal kamu tau aku itu laki laki impoten bukankah aku tak ber reaksi ketika kau memberi obat perangsang dan meski kau menggoda ku justru aku malah jijik melihat mu ". jelas Devan panjang kali lebar .
" apa kau impoten , lalu anak itu"
" itu anak ku ,milik ku hanya istri ku yang mampu membangunkan jadi pergi dari sini jangan pernah kau muncul dihadapan ku juga jangan ganggu kehidupan ku jika kau ingin selamat dan tak ingin jadi gembel."
Kanaya diam mendengar penuturan Devan .
" lihatlah ini asli tanda tangan ku di surat pembatalan kerja sama kita " Devan memperlihatkan keaslian tanda tangannya pada Kanaya.
" dan sekarang pintu keluar ada di sana kau ingin diseret keamanan atau kau pergi sendiri"
dengan hati yang dongkol Kanaya pun pergi dari kantor Devan.
kepala Devan cukup pusing .
" Diki .."
" iya tuan "
" kau urus kantor aku sepertinya kurang enak badan"
" baik tuan perlu diantar"
" tidak aku masih bisa sendiri"
__ADS_1
Devan pun pulang dan menuju rumah sang mama sampai rumah Devan langsung masuk kamar dan tidur ia juga tak tau jika Amira sudah pulang namun bukan tidur dikamar nya melainkan di bawah semua orang berkumpul di bawah dan mama sudah memberi restu pada Naura dan Ivan pernikahan mereka akan di lakukan setelah Naura melahirkan.
Devan bangun lalu mandi tak lupa ia mencukur kumis dan jambang nya rambut yang ia biasa dengan tatanan rapi kini ia biarkan panjang sebahu terurai mendengar suara banyak orang dibawah Devan pun turun untuk melihat.
saat dia turun semua orang melihat ke arahnya apa lagi dengan tampilan Devan yang berbeda tak seperti biasanya.namun Amira justru makin terpesona dengan Devan ia tersenyum pada Devan .
Devan pun menunduk dan membalas senyum itu ia lalu pergi menuju dapur tiba tiba dokter Irawan datang untuk mengantar kan hasil tes untuk Devan.
" selamat malam semua maaf mengganggu "
" dokter Irawan selamat malam ada angin apa kau kemari "
" aku ingin bertemu Devan apa dia ada"
tak lama Devan pun muncul dari arah dapur.
" kenapa tak menghubungi ku dulu "
" tidak untuk kejutan ,kau minum kopi"
" iya apa ada masalah"
" ini hasil tes kesehatan mu "
semua orang melihat ke arah mereka berdua. Devan pun membuka hasil tes tersebut dia cukup terkejut akan hasil tes tersebut.
" kenapa banyak sekali pantangan nya ?"
" iya dan kau harus berhenti minum kopi teh juga makan seafood "
" udang pun tak boleh "
" tidak Devan itu demi kualitas ****** mu agar menjadi lebih baik dan kau juga sehat apa kau tak ingin punya anak"
mendengar kata anak Devan pun tertunduk lesu ia baru saja membuangnya air itu pun jatuh kembali di pelupuk matanya.
" kau harus jadi vegetarian "
" apa !!!!"
" kenapa harus sayuran sih"
" kan ada buah juga ,kamu masih bisa makan nasi seminggu 3 x"
" Irawan aku bukan mau diet ya"
" iya aku tau Van aku yakin kamu bisa "
" berapa lama itu "
"1 tahun tapi setelah itu seafood dan kopi tetap berhenti"
" baik lah "
" ini sudah ku buat kan resep sehat nya di awal mungkin sangat sulit tapi lama lama juga terbiasa ,kalau begitu aku permisi dulu"
setelah itu Devan pun naik ke kamar atas tak peduli dengan begitu banyak pasang mata yang menatap dirinya Amira pun mengejar Devan walau orang melarang dia saat sampai tangga ia hampir saja terjatuh orang orang meneriaki Amira dan membuat Devan berbalik ke arah Amira.
" hati hati kalau jalan kau kan baru sembuh ada apa ?"
" apa kita ..."
" aku tidak menceraikan kamu sayang "
Amira menatap Devan lalu memeluknya dan dia pun menangis dipeluknya.
" sayang mengapa menangis aku minta maaf atas apa yang sudah aku perbuat pada mu jangan menangis"
" jangan pernah pergi meninggalkan aku "
" hah 6 tahun ku kejar ternyata kau jatuh di pelukan kakak ku " ucap Evan yang membuat semua orang tak mengerti akan maksud dari ucapannya .
__ADS_1