Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
04


__ADS_3

1 tahun telah berlalu tak ada yang istimewa dalam hari hari Amira baginya masih sama saja setiap hari ia bekerja membuka toko kue yang ia rintis sedari dia belum menikah dengan Devan berangkat pagi dan pulang sore terkadang jika masih siang toko sudah tutup ia langsung menuju rumah Devan dibelakang gudang ada lahan yang tak terpakai dan hanya di tumbuhi oleh rumput liar saja Amira menyulap menjadi taman bunga menanami sayuran serta buah buahan karena pada dasarnya Devan sangat menyukai buah.setiap hari ia harus makan buah entah di buat jus salad atau dimakan langsung tanpa sepengetahuan Devan bahwa keperluan Devan semua disiapkan oleh Amira bahkan mencuci pakaian Devan yang kotor pun ia yang melakukan hingga menyetrika namun untuk menaruh ke dalam kamar ia memilih bibi Metha yang mengantarkan nya .ya Devan masih benci tak mau membuka hati untuk Amira hanya didepan orang tua Devan ,Amira dan Devan pura pura bahagia setiap Amira hendak ke kamar Devan bahkan hanya menyentuh daun pintu saja ia langsung memberi hukuman pada Amira entah dengan menyayat pisau pada tangan pecut menyiram air dikamar mandi dan masih banyak hukuman yang dibuat olehnya yang tak masuk akal Amira hanya diam di dalam benaknya ia hanya ingin jika kontrak itu habis dan tau penyebab Devan depresi ia akan mengajukan gugatan cerai .ia tak peduli dengan perlakuan Devan .malam itu tepat nya pukul 10 malam Amira baru pulang dari toko karena toko tutup siang ia singgah sebentar mengunjungi sang ibu . sesampainya di kediaman rumah sang suami ia mendengar tentang seseorang yang membicarakan tentang obat .


" obat di brangkas sudah habis saya mau kamu kirim kembali obat itu untuk saya"


" berapa yang tuan butuhkan " tanya orang itu yang di sebut tuan


" aku hanya butuh 500 butir ,bisa kan !!??"


" tuan apa itu tidak..."


" kamu tidak bisa atau tidak mau akan aku bayar berapa pun uang nya"


orang itu diam sejenak ....berfikir


" bagai mana kamu bisa ???"


" baik tuan tapi tidak bisa seperti tempo hari yang tiga hari sampai"


" berapa hari akan sampai ??"


" satu Minggu tuan "


" baik saya sudah transfer setengah sisanya saya lunasi jika barang itu sudah sampai "


" baik terimakasih tuan saya permisi "


kemudian sosok berpawakan tinggi itu pergi ia mengendap seperti seorang maling yang menyatroni rumah target dalam diam dan ketakutan Amira terus mengikuti orang tersebut orang itu lewat melalui pagar samping rumah ternyata ia mengendari sebuah mobil mewah BMW dengan plat yang disembunyikan namun Amira berhasil mengambil foto plat tersebut setelah mobil itu tak terlihat ia pun kembali ke rumah sampai dihalaman rumah ia melihat Devan yang baru saja turun dari mobil rupa nya dia baru pulang dari kantor .hampir saja berpapasan Amira lebih memilih bersembunyi dibalik tanaman agar tak terlihat Devan setelah masuk ke dalam rumah ia pun melangkah menuju kamar nya di belakang ia pun di kejutkan dengan suara sapaan ...


" nyonya anda baru pulang"


"bibi mengagetkan saja ,, iya tadi aku mampir ke rumah ibu dulu "


" ya sudah istirahatlah nyonya ,tuan juga baru saja pulang"


"bibi boleh kah besok aku yang mempersiapkan obat untuk mas Devan "


" tapi ..."


"tenanglah bibi aku sudah siap dengan semua perlakuan nya"


" baik lah jika itu kemauan nyonya"

__ADS_1


"terima kasih selamat malam bibi" pintu tertutup Amira segera membersihkan diri namun entah mengapa mata nya Engan terpejam beberapa hari ini dia selau di Bayangi oleh wajah Devan bahkan dalam lelap sekali pun Devan seakan akan mengejar diri nya jika tak berjumpa ia merasakan rindu yang amat berat jika tak segera bertemu walau pun itu hanya melihat wajahnya sekilas saja ."ya ...tuhan apakah aku sudah jatuh cinta dengan suami ku sendiri" gumam Amira dalam hati ia menuliskan semua isi hati yang di rasa di dalam sebuah buku diary .ia pun juga menyelipkan foto Devan dalam buku diary serta dompet dan hp nya .entah lah itu membuat senang .karena tak bisa tidur ia pun menghubungi seseorang ...


"Tut ...Tut...Tut ...Tut " panggilan pertama tak ada jawaban barulah masuk di panggil an ke 5 telfon baru di angkat oleh sang pemilik nomor


" halo ..."


" halo ...selamat malam"


" malam dengan siapa ini "


" Ivan maaf mengganggu ,ini aku Amira istri Devan dirgantara "


"kakak ipar ,.." Ivan kaget


" Van ...kenapa kalau ganggu aku tutup"


" oh ..enggak kakak ipar ,apa mas Devan ngamuk marah atau melukai kakak"


" enggak besok kamu ada waktu aku mau bicara dan minta tolong sama kamu "


" besok ,bisa kebetulan besok libur dimana"


" di cafe bulan melati jam 1 siang"


" baik selamat malam ,maaf ganggu "


" tak apa ,kalau butuh bantuan kakak ipar bilang saja selama aku bisa pasti aku bantu"


panggilan di telfon Amira sudahi ia mencoba lelap kan mata nya meski sulit sebagai penghantar tidur ia memeluk bingkai foto Devan lelap juga dia akhir nya .ia terbangun karena suara adzan Subuh ia segera bangun dan menunaikan kewajiban nya usai itu pergi ke dapur utama mempersiapkan semua keperluan Devan dan yang paling penting adalah obat yang rutin setiap pagi di minum oleh nya .Devan bangun dan sudah rapi bersiap untuk berangkat ke kantor namun ia tertegun melihat Amira menyiapkan segala keperluan nya di atas meja untuk Devan sarapan .


" sudah selesai tinggal memberikan obat ini "


dan ......


buk ..... Amira yang tak melihat jika Devan berdiri dibelakangnya ia hampir saja terjatuh dengan sigap ia menangkap tubuh Amira pandangan mata mereka saling beradu cukup lama dan sesuatu yang telah lama tidur terlelap terbangun dan membuat hasrat Devan menginginkan lebih sebagai lelaki yang normal ia mencoba mendekatkan bibir itu ke bibir ranum Amira


" tuan ..."


Devan tak menjawab rencana itu buyar kala sang mama dan papa datang ke rumah mereka tanpa sepengetahuan mereka berdua sang mama mengabadikan momen tersebut


" eem ..." papa mengagetkan mereka

__ADS_1


" kalau belum puas mending gak usah ngantor lanjut aja ga usah di tempat makan juga "


" malu di lihat orang "


Amira jadi salah tingkah sementara Devan terlihat santai dan tenang seperti tak terjadi apa apa ia malah sibuk dengan pikiran nya sendiri kenapa adik kecil nya bereaksi ketika bersentuhan dengan Amira dan sudah lama pula ia tak memeriksa kan ke dokter .


" ma pa kapan sampai " sapa Amira


" sebenarnya dari tadi cuma ada adegan romantis kami jadi diam "


" gak jadi bersuara takut ganggu"


Amira hanya tersenyum ia pamit untuk ke belakang namun di tahan Devan ,


" duduk lah kita makan sama sama"


" iya " Amira menurut saja tak mau berdebat


tapi kaki Amira sungguh sakit karena di injak Devan permintaan tolong lakukan sandiwara ini .mereka makan bersama dengan tenang dan Amira memastikan Devan meminum obat yang sudah ia ganti dengan vitamin .usai makan sang mertua berpamitan


" Mira ini mama ada oleh oleh dari Prancis "


"terimakasih ma"


" cepat kasih kami cucu y??"


"Devan gak bisa "


" apa salah nya mencoba"


" ga ada kata terlambat Devan tetap berusaha"


Amira bingung kenapa mertua nya bicara seperti itu padahal tadi ia jelas jelas merasakan kalau senjata Devan bereaksi apa suaminya mandul atau impoten seperti kabar yang dia dengar satu fakta belum terungkap di tambah ini apakah Devan impoten atau tidak .Devan yang diam memperhatikan Amira betapa kencang nya detak jantung Amira berpacu seperti ingin melompat dari tempatnya apa lagi saat Devan semakin mendekati dirinya


" kamu kenapa sakit jantung "


" aku ..." Amira gagap


" atau kamu mulai jatuh cinta dengan saya pacuan nya tak karuan "


Amira diam saja bingung akan menjawab apa tak mungkin kan dia mengutarakan perasaannya sementara Devan membencinYa setengah mati .

__ADS_1


Devan tersenyum " jangan harap "


tanpa pikir panjang ia pun berlari kedalam rumah melewati dapur utama dan menuju gudang di sela pelarian nya itu air mata nya pun tumpah laksana hujan yang turun dengan begitu deras nya ia seperti baru saja mendapatkan penolakan cinta nya oleh Devan namun entah lah meski begitu dalam relung hati nya masih ada tempat sisa untuk Devan . melihat Amira yang pergi ia melihat bulir bening di pipi mulus itu tapi ia tak peduli toh ia tak peduli dengan apa yang Amira rasa ia segera bergegas menuju mobil yang akan membawanya ke kantor .yang tanpa ia sadari ada seseorang yang mencintainya begitu dalam dalam diam yaitu istri nya sendiri .entah waktu kapan mengungkap kebenaran dan Devan tau orang yang mencintainya ada di dekatnya.


__ADS_2