Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
03


__ADS_3

Amira mengingat itu semua ia tak menyangka kini Devan menjadi pendendam karena hal itu


" tempat kamu di gudang sebelum aku lempar cambuk ini silahkan pergi" Devan tersenyum sinis Amira pun segera pergi menuju gudang yg di maksud yang akan menjadi tempat tinggal nya ya bukan rumah mewah atau yg lain nya tapi sebuah gudang pengap itu lah yang di rasa ketika memasuki gudang tersebut dibantu bibi meta dan beberapa orang Amira membersihkan gudang tersebut dan dalam sekejap menyulap menjadi sebuah kamar cantik dan teduh


" nyonya apa sebaik nya tidak tidur di kamar saya saja kita tidur berdua" tanya bibi meta


" tidak bibi biar aku disini saja nanti Devan marah"


" tuan muda sebenarnya sangat baik saya harap apa pun yang terjadi nyonya tetap di samping tuan muda jangan pernah pergi dari sisinya "


" insya Allah bibi semoga aku bisa kuat dan sabar" Amira tersenyum


" kalau begitu kami semua permisi selamat beristirahat dan tempat ini jauh lebih baik walau tidak layak di sebut kamar "


" tak apa bibi ini sudah cukup,tidurlah hari sudah malam ".


setelah bibi meta pergi Amira melepas gaun pengantin nya dan ternyata walau itu gudang namun dibelakang gudang ada dapur serta kamar mandi yang tidak terpakai namun masih layak untuk di gunakan .selesai mandi dan berganti pakaian Amira merebahkan tubuh nya ke kasur dalam hati ia bergumam ya tuhan sampai kapan ini bisa ku lalui kenapa nasib ku menjadi seperti ini dan sebenarnya apa yang ayah janjikan dengan tuan Adiyaksa yang kini jadi mertua ku tapi anak nya tak menghendaki aku jadi istrinya justru pernikahan ini di jadikan balas dendam karena sikap ku yang berani menegur nya karena aku membela orang yang benar tak terasa air mata itu keluar dari sumber nya Amira mencoba memejamkan mata hingga ia pun mulai tengelam dalam dunia mimpi .dikamar yang mewah dengan semua fasilitasnya Devan mengacak acak rambutnya ia kesal dan benci dengan Amira namun di balik itu semua ia punya tujuan yg lain dan tiba tiba lamunan nya buyar karena dering telefon


" halo ..."sapa nya dengan penelpon di sebrang


" Van ini gue Diki sorry ...ganggu malam malam" "langsung saja ada apa !!???"


" ini tentang proyek yg sedang berjalan di kota A dan C "


" apa ada kendala ??"


" proyek itu di hentikan dan investor menarik semua saham mereka semua karyawan minta gaji mereka "


" apa "


" Van sepertinya ada orang dalam yang berkhianat"


namun yang diajak bicara sudah tak menggenggam telepon ia menjatuhkan nya

__ADS_1


"halo ..halo ...Devan ..Devan "


tak ada sautan sama sekali dari sebrang Devan sudah mengacak acak apa yang ada dalam isi kamarnya bahkan ia tak segan untuk melukai dirinya sendiri atau pun orang yang yang mencoba mendekati dirinya ya itu lah tingkat depresi Devan kala ia menemukan masalah dalam kantor atau tekanan dari orang sekitarnya tak ada yang berani menenangkan nya bahkan kedua orang tuanya juga para pelayan yang ada di rumah .ternyata suara gaduh itu terdengar juga hingga gudang belakang dimana Amira sedang melaksanakan solat subuh .


"ada apa ya pagi buta begini kok ada ribut ribut gak jelas lebih baik aku keluar " gumam Amira


ia pun segera keluar gudang menuju dapur namun di sana yang terlihat hanyalah mereka yang diam dan ketakutan tak ada yang berani mendekat ke arah sumber suara dengan langkah pelan Amira mencoba menaiki tangga menuju kamar Devan namun tiba tiba langkahnya terhenti ketika sampai didepan pintu hendak memegang handel pintu tangan nya dipegang oleh seseorang


" nyonya jangan " bisik bibi Metha


" bibi ada apa???"


" tuan muda sedang mengamuk Jangan buka pintunya"


"bi,tadi ada suara teriak kenceng banget aku takut terjadi apa apa"


" tuan sedang ngamuk nyonya mungkin depresi nya kambuh atau mungkin dia sedang stres dan ...." bibi terdiam sesaat


" setiap minum obat ,tuan bukan malah reda depresi nya namun malah menjadi saya rasa ada yang sengaja menukar obat dan menginginkan tuan sakit"


" tapi siapa bibi keluarga ini sangat menyayangi dia"


"itu lah aneh nya nyonya maukah nyonya mencari tau demi kesembuhan tuan "


"baik lah bibi aku akan mencobanya, tapi kenapa bau anyir ya bibik seperti darah" Amira pun melihat kebawah dan di sana mengalir darah segar dari dalam kamar Amira mendekati pintu dan mencoba mendobrak


" nyonya jangan " bibi meta melarang


" tapi bibi mas Devan bisa terluka "


Amira nekat membuka pintu dan ternyata pintu pun tak terkunci ia pun segera masuk dan set ...lemparan pisau kecil mengenai lengan Amira tapi ia pun tetap mendekati nya bunyi pecutan pun mengenai punggung Amira wajah Devan memerah sikap nya yang bringas tak membuat gentar Amira untuk terus mendekat 1 Metha yang melihat hanya bisa diam tak berani mendekat akhirnya Amira berhasil merebut pecut dan pisau yang dibawa oleh Devan dan mengambil vas bunga memukul punggung Devan hingga ia pun jatuh pingsan .


" bibi tolong bawa mas Devan ke kamar sebelah dan obati lukanya" pinta Amira

__ADS_1


" baik nyonya "


" dan yang lain tolong bersihkan kamar ini"


" baik nyonya"


Amira pun ikut merapikan kamar Devan yang berantakan tanpa sengaja ia menemukan sebuah obat dalam kotak mungkin kah ini obat yang di maksud oleh bibi dan membuat mas Devan makin depresi .usai membereskan kamar selesai ia kembali ke gudang dan mengobati luka bekas sayatan pisau yang di lempar kan oleh Devan bagian punggung nya pun terlihat memerah karena pecutan yang cukup keras tadi ia pun mengambil sebuah salep untuk di oleskan mengurangi rasa sakit dan memar .di kamar lain bibi Metha membersihkan luka Devan dan membalut nya ia sendiri bingung kenapa tuan nya bisa hingga seperti ini ,jika bukan karena Amira yang memaksa menerobos masuk kedalam kamar entah apa yang akan terjadi dengan Devan .Devan masih terlelap mungkin karena kelelahan karena amukan nya bibi Metha menyelimuti lalu bergegas turun untuk menemui Amira .


" nyonya boleh saya masuk"


" bibi masuk lah pintu nya tidak di kunci" balas Amira


" nyonya bagaimana keadaan mu apa perlu ke dokter"


" bibi aku tidak apa apa harusnya mas Devan yang di bawa ke rumah sakit ,bagaimana keadaan nya??"


" tuan baik baik saja ,saya sudah mengobati lukanya sekarang dia sedang tidur "


" bibi jangan bilang ini dengan siapa pun termasuk orang tua mas Devan "


" tapi kenapa nyonya"


" sampai tentang kenapa mas Devan sakit dan sampai semua terungkap siapa dalang dibalik semua ini jangan katakan apa pun"


" tapi tuan muda akan menindas anda serta berprasangka yang tidak tidak "


" biarkan saja bibi biar waktu yang mengungkap semua "


" baiklah nyonya saya tidak akan mengatakan apa pun pada siapa pun "


" terimakasih bibi"


bibi Metha pamit melanjutkan pekerjaan nya sementara Amira ia pergi keluar untuk bekerja membuka kembali toko kue nya dan baru kembali ketika sore hari .

__ADS_1


__ADS_2