Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
10


__ADS_3

setelah pulang dari cafe Amira pun ikut mobil Devan ia pun tanpa terasa langsung terlelap sementara Devan mencoba untuk membiarkan nya hingga sampai di rumah pun Amira tetap dalam nyenyak nya Devan pun mencoba untuk membangunkan Amira .


" Amira kita sudah sampai " namun sama sekali tak ada sahutan ia mencoba membangunkan kembali " Amira bangun ....bangun Amira Bagun kenapa gak bangun sih dia" gerutu Devan karena tak bangun akhirnya dia mengangkat Amira bukan untuk dibawa ke kamar gudang belakang yang biasa Amira tempati melainkan ke kamar utama ya itu kamar Devan sesampainya di kamar ia meletakkan Amira di kasur dan menyelimuti nya mungkin karena saking lelahnya Amira pun tak bangun dan tak merasa pula jika ia di angkat oleh Devan ia segera menyelimuti Amira lalu Devan mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan tidur di samping Amira lama ia memandang wajah lelap Amira entah mengapa ada perasaan aneh yang ber desir mencoba menyelinap ke relung sukmanya " mungkinkah aku jatuh cinta lagi" gumam dalam hatinya yang ia rasa kini hanya tenang jika ia berdekatan dengan Amira lambat malam menjalar kian larut bersambut angin yang berhembus syahdu membuat Devan mulai ingin memejamkan mata mematikan lampu dan ia ikut lelap bersama Amira dan sepanjang malam ia memeluk erat sang istri hingga fajar menyambut Amira pun entah mengapa tak merasa risih dan itu hal pertama untuk mereka sebagai suami istri dan itu pula malam pertama mereka tidur bersama .


sang Surya tampak kan sinarnya ya tak biasanya dihari Minggu Amira bangun cukup siang biasanya ia jam empat sudah bangun ia heran ruangan kamar kenapa putih bersih dan bau nya juga harum Amira mencoba melihat sekeliling ia merasa bahwa ini bukanlah kamarnya dan lebih kaget lagi saat mengetahui ada tangan yang melingkar diperutnya sontak saja ia pun berteriak


"a........!!!!!


jeritan Amira membuat Devan bangun


" ada apa sih pagi pagi teriak "


" tuan kenapa aku disini"


" tuan lagi lupa semalam kamu janji gak akan panggil aku tuan kan"


" em.... lupa" sambil senyum pada Devan


" ada apa?"


" kenapa aku disini mas "


" tadi malam kamu tidur di mobil aku bangun kan kamu gak bangun ya udah aku angkat kamu aku bawa ke sini"


" aku gak di apa apa kan ,mas??"


" ya lagian emang kenapa kalau aku apa apa kan ?"


" aku belum siap , kenapa gak bawa aku ke gudang aja"


" gak jauh ,mulai nanti malam dan seterusnya kamu tidur dikamar ini barang barang kamu nanti biar dipindahkan sama bibi"


" tidur di kamar ini berdua sama mas Devan "


Devan pun bingung kenapa Amira bertanya begitu padanya bahkan dia seperti canggung dan hal aneh mungkin karena bisa sendiri

__ADS_1


" ya iya dong sekamar berdua sama aku kita kan suami istri"


"iya sih mas ,tapi mas yakin "


" kenapa tidak toh tadi malam kamu juga pules tidurnya aku peluk lagi " goda Devan tapi yang di goda hanya diam saja


" ya mungkin akan aneh dan canggung karena kita biasa tidur sendiri tapi aku minta tolong jadikan ini kebiasaan ya ,aku gak akan minta hak ku kalau kamu belum siap "


" iya mas ,tapi kamar mandi boleh aku gunakan?"


" ya boleh kenapa tidak kalau mau mandi atau apa cukup disini aja kamar mandinya kalau ke bawah kelamaan "


"mas Devan gak salah minum obat kan"


" enggak kan kamu yang nyiapin obatnya bukannya itu permintaan kamu ,emang kenapa?"


" habis dari kemarin sifat mas Devan itu beda dan gak seperti biasanya"


" emang kamu mau tiap hari aku marahin kamu atau mungkin menyiksa kamu "


mendengar kata menyiksa Amira langsung lari ke kamar mandi dan meninggalkan Devan yang hanya senyum senyum melihat tingkah sang istri . usai mandi Amira keluar dari kamar mandi dan ...


" gak biasa pakai shower biasanya pakai gayung "


" baju kamu sudah ada di lemari ruang ganti sebelah sana ya?"


" kok udah di situ baju ku mas kapan dipindahkannya"


" tadi pas kamu mandi "


" minggir gantian aku mau mandi ,kamu mau mandi lagi bareng aku "


" enggak "..


Amira langsung berlari ke ruang ganti dan wow itu yang terucap dari mulut nya bajunya yang lama tak ada semua diganti dengan yang baru bahkan sepatu tas dan jilbabnya pun semua serba baru lama mencari baju akhirnya ia menemukan sebuah baju berwarna maroon dan memakainya dengan setelan warna hijab yang senada .Amira keluar dari ruang ganti dan didekat almari sudah ada meja rias beserta make up sudah di sediakan Amira memoles sedikit riasan natural pada wajah nya di dekat jendela ada meja kerja Devan yang biasa ia gunakan untuk kerja rupanya Devan sudah selesai mandi karena Amira terlalu lama berganti baju ia memutuskan untuk mengecek pekerjaan nya dengan hanya melilitkan handuk pada pinggang nya dengan rambut basahnya wangi aroma sampo yang semerbak serta perut ala roti sobek yang terpampang jelas selesai make up Amira baru menyadari bahwa Devan ada di sana dia pun diam diam memandangi sang suami tanpa berkedip dan entah mengapa dia seperti lupa diri Devan yang selesai mengecek pekerjaan nya menoleh ke arah Amira yang menatap nya tanpa berkedip ia mulai ada berfikir untuk menjahili sang istri dia mendekat dan terus mendekat namun Amira masih tak sadar jika Devan sudah ada di dekatnya akhirnya Devan mendekatkan wajahnya pada Amira makin lama makin mendekat dan ....

__ADS_1


cup ...


bibir Devan mendarat tepat di bibir ranum Amira sontak saja mendapat kecupan Amira gelagapan namun dewan makin menekan dan memeluk tubuh Amira dengan erat tak bisa berbuat apa apa makin berontak makin Devan mengencangkan pelukannya Amira pun pasrah saja Devan makin lincah ******* bibir itu nan terasa lembut cukup lama bermain ia pun melepaskan ciumannya .


" morning kiss "


" mas Devan "


" orang enak juga lagian lihatin aku kaya gitu"


" kaget aku kira masih di kamar mandi"


" mau lagi..." goda Devan


" tidak .."


" aku ganti baju dulu nanti kita sarapan "


" iya"


Devan pun segera berganti baju karena tak ke kantor ia pun hanya menggunakan setelan santai setelah itu turun bersama Amira di meja makan sudah terhidang sarapan bibi Metha yang di sana cukup kaget melihat sang majikan turun dan keluar dari kamar berdua apa lagi satu kamar yang sama sesampainya di meja makan


" pagi tuan nyonya " sapa bibi Metha


" pagi bibi"


" kamu mau makan pakai lauk apa , sayang?"


Amira terkejut juga bibi Metha dia di panggil sayang oleh Devan


" nyonya tuan memanggil anda " bisik bibi Metha pada Amira


" e aku pakai ayam sama sayur saja mas mau apa aku ambilkan "


"aku udang balado sama cumi goreng "

__ADS_1


" baik "


akhirnya mereka sarapan berdua juga walau itu hal yang pertama untuk mereka bibi Metha yang melihat hal itu pun merasa senang karena tuan mudanya mulai bisa menerima sang istri.


__ADS_2