Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
17


__ADS_3

sementara itu Ivan mulai mandi dan merebahkan diri untuk istirahat dan tak lama bibi Metha datang mengantarkan makanan dan minuman yang ia pesan setelah makanan diantar ia pun menyantapnya


ya dia berfikir tentang gadis yang dia suka dia berbeda dari yang lain hanya saja dia bingung mengutarakan niatnya dan apakah sang mama dan papa mau merestui mereka ke jenjang yang lebih serius lagi karena gadis ini hanyalah dari kalangan orang biasa sang mama selalu berpesan untuk menikah dengan dirinya yang satu profesi .


namun apa bisa dikata takdir berkata lain karena ia mencintai gadis yang tak seprofesi dengan dirinya melainkan hanya wanita biasa


karena lelah Ivan pun tertidur dengan nyenyak nya .


di kamar yang lain yang masih dalam satu rumah dua insan yang mulai saling mencintai sedang berbincang di kamar dengan manja dan kemesraan


" jadi selama ini kamu mencuri memotret aku ya" Devan memulai pembicaraan


" iya memang kenapa ? kalaupun minta waktu itu pasti juga gak mau dan hp aku mas buang"


dengan tersenyum malu Devan pun mendekati Amira


" Amira terimakasih kamu mau bertahan hingga saat ini aku minta maaf atas semua apa yang pernah aku lakukan sama kamu bahkan luka di tubuh kamu masih terlihat "


" mas yang lalu biar tertinggal dibelakang sekarang kita mulai hari yang baru dan aku juga udah memaafkan mas ,lagi pula kalau aku ga mas lukai mungkin...." Amira terdiam sejenak


" mungkin kenapa kok diam?"


" mungkin mas Devan gak akan ada di depan aku sekarang "


tak Terasa bulir bening menetes di pipi Amira Devan pun menyeka menghapus bulir bening tersebut. dan membawa Amira ke dalam pelukannya .


" karena mas pun suka melukai diri mas sendiri"


" terimakasih untuk semua sayang dan kamu yang berani "


" mas ,..."


" kenapa..?"


" aku ... mau minta izin boleh"


" izin untuk apa ??"


" aku mau ke rumah ibu lama tak ke sana dan ..."


" dan ...apa lagi kamu kalau mau bicara biasa aja sayang aku ga akan marah"


" mau tanya sama ibu alasan apa kenapa aku harus nikah sama mas dan waktu itu ibu belum menjelaskan "


" apa kamu nyesel nikah sama aku"


" bukan begitu mas aku cuma ingin tau apa alasan nya "


" baik lah besok aku antar sekalian menjenguk beliau"


" apa gak kerja ,aku sendiri gak apa"


" besok jadwal ku kebetulan kosong "


" makasih ya mas"


dan Devan pun makin mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Amira selama ini pula ia tak pernah melihat Amira melepas hijab nya maka ia pun meminta izin pada Amira untuk membukanya.


"sayang boleh ga hijabnya dilepas kan kita udah halal" Devan melepaskan pelukannya


" em ... rambut ku jelek mas "


" jelek gimana udah gak apa buka ya"


" beneran harus dibuka"

__ADS_1


" ya beneran ,masa aku ga boleh lihat "


" tapi mas tutup mata dulu ya "


" oke aku tutup mata"


" tapi pakai ini ya?" sambil menunjukkan kain hitam penutup mata


Devan pun menurut tak mau protes pada sang istri ,kain penutup selesai di pasang dan Amira mulai mengambil jarum peniti jarum pentul dan Bros yang disematkan pada hijabnya dia lebih suka menggunakan hijab yang bermodel segi empat atau hijab pashmina dari pada yang jadi usai itu hijab pun dia lepas dari kepalanya dan membuka ikatan rambut nya lalu menyisirnya terlebih dahulu agar tak terlihat berantakan rambut Amira berwarna hitam dan lurus panjangnya sampai pada punggung dari dulu dia tak pernah memotong nya hingga panjang seperti sekarang merasa terlalu lama Devan pun bertanya


" sayang udah belum kok lama"


" udah penutupnya mas buka sendiri ya?"


Devan pun membuka penutup matanya dan ...


" sayang ..."


" apa jelek ya atau kaya Kunti sepunggung ini rambut ku"


" ya enggaklah kamu cantik dan ..."


" dan apa mulai mesum"


"ya ga masalah kan sama istri sendiri"


tanpa bertanya terlebih dahulu Devan langsung mendarat kan bibinya ke bibir Amira mendapat hal itu Amira sempat kaget dan mendorong Devan namun dorongan itu tak berarti Devan malah makin memperdalam ciuman nya saat nafas Amira mulai tak beraturan seperti kehabisan nafas Devan melonggarkan ciuman nya dan kemudian kembali ******* bibir ranum itu seperti anak kecil yang mendapat sebuah permen kesukaannya .


puas dibibir ia turun ke leher putih nan mulus Amira yang membuat Amira " ah...." desah indah itu membuat gairah Devan mulai memuncak kini tangannya pun mulai menyusuri gunung kembar dibawahnya ya menurut Devan itu sangat kenyal dan padat seperti jeli mereka berada di sofa namun tak menyurutkan gairah itu Devan meraba kancing baju Amira dan membukanya hingga menyisakan apa yang dia mau ia membuka kancing bra itu dan mulai menyesap putik merah di bukit kembar itu bergantian .


Devan masih menikmati aktivitas nya sementara Amira merasakan bagian bawah Devan mulai bereaksi ia pun merasa kan itu dan mencoba membiarkan saja makin Amira bergerak makin tak menentu yang ia rasakan hingga ia meminta Devan untuk berhenti .


" mas berhenti mas .."


" kenapa belum juga dijebol"


" apa yang keluar "


" aku ke kamar mandi dulu"


tanpa memperdulikan Devan Amira pun langsung pergi ke kamar mandi dan " ternyata benar kamu datang pantas tadi rasanya gimana gitu untung belum di sentuh" ucap Amira di dalam kamar mandi akhirnya ia pun keluar dan mendekat pada Devan


" mas ..."


" iya kenapa udah siap kan aku minta hak ku"


" belum ..."


" kenapa Amira aku pelan pelan kok"


"ini bukan masalah pelan atau enggak"


"lha terus kenapa"


sambil senyum Amira pun berucap


" aku lampu merah baru aja"


entah mengapa Devan yang tidak fokus atau bagaimana ia salah mengartikan dan mengerti maksud dari Amira


" sayang ini kamar bukan di jalan mana ada lampu merah"


Amira diam dia bingung sendiri kenapa Devan malah ngomongin lampu merah yang ada dijalan


" mas maksud aku bukan lampu merah yang ada dijalan itu "

__ADS_1


" lha terus apa ,lampu merah kan adanya di pinggir jalan itu kan "


" iya memang yang dijalan itu tanda rambu lalulintas atau lampu merah "


" lha itu kamu tau , emang mau begituan di jalan "


" Hus....... kamu ini mas gila apa dijalan maksud saya ,saya lagi datang bulan ngerti sekarang!!"


sambil mata Amira menatap kesal pada Devan


" aduh ...gagal lagi gagal lagi susah banget sih kamu sayang ku"


" ya mau gimana lagi sabar ya?"


"iya ...solo karir kayaknya ini ,berapa hari selesai"


" biasanya ya 1 minggu "


" lama sekali " ucap Devan serasa frustasi namun apa boleh buat dia harus bisa bersabar sampai sang istri selesai


karena dalam Islam bersenggama ketika si istri dalam keadaan kotor atau datang bulan itu di larang agama dan haram juga berdosa .Karana gagal menjebol gawang lawannya Devan dan Amira pun tidur meski tak bisa melakukannya mereka tetep berpelukan dalam terlelap bagi Amira kini tubuh Devan bagaikan candu untuknya ia tak bisa tidur jauh jauh dari sang suami dan selalu tidur di pelukan nya yang ia rasa hanyalah nyaman ....


Hingga sang fajar yang membangunkan lelap tidur mereka yang di sambut lembut hawa sejuk sang embun .


sedangkan Ivan ia masih mengunci diri dikamar meski begitu ia sudah mandi dan bersih ia tak ingin pulang karena jika pulang sang mama akan menjodohkan dia dengan anak temannya yang kebetulan juga berprofesi sebagi seorang polwan .Ivan menolak karena tak menyukai anak teman sang mama itu ia juga sudah tau orang nya sebelum sang mama tau .ia pun membuka ponselnya dan menghubungi seseorang...


satu kali ...dua kali...tiga kali ..empat kali ...


dan yang kelima barulah diangkat terdengar suara dari sebrang sana..


" halo .... selamat pagi "


" pagi cinta ku ... kenapa lama sekali mengangkatnya?"


" iya tadi aku sedang cuci piring dan selesai masak juga ada apa?'


" kangen kamu.."


"gak kerja ..."


" enggak aku dapat cuti 1 minggu "


" cinta kamu gak ngajar les"


" enggak aak untuk sementara aku liburkan dulu "


" lho kok libur kenapa"


"aku akhir ini suka pusing "


" kenapa kamu sakit ke dokter ya aku antar"


" gak perlu ,aak nanti apa mau kesini"


" iya nanti sore ya abis ashar aku ke situ"


" boleh nitip sesuatu"


" kamu pingin apa?"


" beliin martabak manis rasa coklat keju ya ?"


" ok cinta"


" aku belum mandi aku tutup ya telefon nya ya aak aku mandi dulu"

__ADS_1


" oke cinta cup jauh "


...


__ADS_2