
Devan masih diam duduk melamun di teras belakang rumah dekat gudang ia masih sibuk dengan lamunannya berkelana mengingat awal jumpa nya dengan Amira .Amira yang sudah selesai mandi dan rapi keluar gudang untuk membantu pekerjaan bibi Metha di dapur menyadari Devan di sana ia pun berhenti siapa tau Devan menyapa namun masih saja diam Amira segera bergegas pergi tak mau nanti malah kena marah oleh Devan yang dengan sengaja memperhatikan nya .
masih dalam lamunan Devan awal jumpa dengan Amira dan ini kali ke duanya bertemu lagi
saat itu di suatu pusat perbelanjaan yang cukup ramai pengunjung banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman tentu nya dengan diskon akhir bulan saat Amira pergi sendirian ia memeriksa kue yang ia jual apakah sudah habis atau belum hingga ia mendengar suatu keributan dari kejauhan
" hei tuan itu jatah minuman ku kenapa tuan ambil" tanya seorang ibu pengunjung
" memang kenapa toh aku sudah membayar kau antri saja lagi " ucap Devan tanpa salah
" apa .. enak saja tuan yang menerobos antrian"
" harusnya tuan masih antri nomor 20 " timpal salah seorang pengunjung lain nya
Amira pun segera mendekat ke mereka entah mengapa meski dalam pusat perbelanjaan itu di lengkapi dengan AC namun tak bisa mendinginkan suhu panas atau mungkin karena banyak nya pengunjung yang datang hingga membuat hawa dingin yang harusnya terasa jadi tak terasa .
"ternyata laki laki sombong itu lagi" gumam Amira sembari mendekat orang yang bertengkar itu
" hei ...kamu "
" kamu lagi cewek gila ,aku gak ada urusan sama kamu ya !!!"
" iya emang ga ada tapi berikan minuman itu pada ibu itu "
" enak saja gak akan "
" anda menerobos antrian sementara ibu ini udah dari tadi ,dia orang tua hargailah dia anda kan juga masih muda cepat beri minuman itu " sambil menadahkan tangan kepada Devan
" aku gak mau titik " ngotot tak mau memberikan
" yakin anda tidak mau "
" ya ..yakin "
dengan tersenyum Amira mendekati Devan dan menendang kaki Devan a..... hanya itu yang terdengar dari mulut Devan yang merasakan sakit Amira langsung mencuri kesempatan untuk mengambil minuman yang dipegang oleh Devan tak lupa guyuran es teh manis menyapa dari kepalanya
" orang seperti anda kalau tak di beri pelajaran tak mengerti ,lain kali jangan ulangi budayakan mengantri "
setelah mengatakan itu Amira pun pergi menemui si ibu tadi dan memberikan minuman pesanannya
"ibu ini minuman nya "
" terimakasih ya nak ,mungkin jika tak ada kamu ibu harus antri lagi di ujung sana"
" sama sama ibu ,permisi mari "
sementara Devan dia kesal habis habisan
" sial ... sial ...sial.."
__ADS_1
" kenapa sih marah marah " tanya Diki sambil menyodorkan minuman
" cewek gila itu lagi setiap kali gua ketemu dia pasti gue apes"
" jodoh kali ..."
" ogah gue punya istri kaya dia "
" lalu gak mau buat gue gimana ??"
" ambil Sono gue gak butuh"
"cantik kok "
Devan makin jengkel dengan Diki akhirnya dia diam saja dan tanpa sadar minumannya tandas habis hingga punya Diki pun dihabiskan oleh Devan ternyata diguyur es teh sama Amira tak menyudahi hawa panas yang ada pada suhu tubuh Devan justru malah semakin memuncak apa lagi mendapat kompor dari sang sekretaris Diki . sebenarnya tadi Diki sudah bilang untuk menunggu di sebuah meja yang dipesan mereka berdua dan Diki akan mengantri membelikan minumannya untuk dia dan dirinya namun entah kenapa atau mungkin tidak sabar menunggu Devan menyerobot antrian pengunjung yang lain dan menjadikan suatu keributan yang berakhir dengan guyuran es teh di kepala semenjak itu Devan mulai membenci gadis itu dan " suatu saat akan aku balas perbuatan mu itu gadis gila" suara hati Devan yang di ikuti dengan amarah . sebenarnya saat itu Diki melihat kejadian itu namun dia lebih memilih diam saja dari pada mendapat dari amukan yang mengerikan itu bisa di sayat sayat tangan Diki hi...membayangkan saja sudah mengerikan apa lagi jika sungguhan.
masih berlanjut dengan memori pertemuan Devan Amira yang ke 3.
setiap hari Jumat Amira menyisihkan penghasilannya untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu dan kaum duafa serta anak yatim-piatu ya meski sedikit yang ia beri namun yang terpenting adalah ikhlas memberinya serta berapa pun nominalnya pasti sangat berguna bagi mereka yang menerima Amira sedang duduk di sebuah taman dan di bawah pohon yang rindang angin sepoi-sepoi yang berhembus menambah kesejukan apa lagi cuaca kala itu sedang terik ia membuka bekal nasi yang ia persiapkan dari rumah karena sekarang juga waktunya untuk jam makan siang .
Devan yang melintas menepikan mobilnya dan turun dari mobil ia melihat Amira sedang asyik makan muncul lah ide jail untuk mengerjai Amira .ia menghampiri penjual es teh manis yang kebetulan lewat ia membeli satu cap es teh manis tersebut dan drama pun dimulai dirinya mendekati Amira dari belakang dan ia pura pura tersandung batu padahal itu disengaja dan .......
sensasi dingin membasahi hijab Amira serta makan siangnya yang berubah menjadi berkuah dan entah kebetulan atau keberuntungan ada orang yang berteriak ...
" ada orang gila "
" orang gila lari"
"ada orang gila "
orang orang yang berlari secara berkerumun mereka tak menghiraukan satu sama lain bahkan jika di depan mereka ada orang . akhirnya Devan tersandung dan juga jatuh tepat memeluk Amira dan tangan Devan tepat mengenai salah satu bukit kembar Amira ia juga kaget entah mengapa Devan memanfaatkan momen itu dan meremas nya mendapat perlakuan seperti itu sontak saja Amira tak terima .ya setelah orang yang lari tak karuan itu sudah tak ada suasana pun kini kian tenang dan si orang gila yang mengamuk sudah di aman kan ...
plak ....
plak...
plak ...
ya tiga kali Amira mendaratakan tangannya di pipi Devan hingga bekasnya pun memerah membuat Devan kaget
" hi... kenapa menampar ku"
" anda masih bertanya ,tak tau apa kesalahan anda"
" memang apa salah ku " pura pura gak tau Devan
" 1. anda mengguyur saya dengan air es teh manis lalu membuat makanan saya jadi tak layak makan 2. anda meremas bagian payudara saya itu bisa masuk dalam hal pelecehan "
" H e ... aku cuma melindungi kamu dari orang gila tadi "
__ADS_1
" alasan, saya tidak butuh perlindungan anda tuan kaya sombong"
" bukankah waktu itu kamu mengguyur saya"
" jadi anda balas dendam pad saya begitu"
" dasar laki laki aneh mudah mudahan impoten terus gak ada yang mau wanita sama kamu"
usai mengatakan cacian itu pada Devan Amira pun pergi begitu saja " bisa gila aku jika meladeni omongannya ih .. amit amit" gerutu Amira dia melihat sebuah batu besar di taman itu ia menggambil salah satu ...dan ...
pyaar ....
kaca mobil Devan pecah pada bagian depan pecah itu pun mengagetkan si pemilik mobil .
" mobil ku ...."
gumamnya
" h e ... kenapa di pecah "
" gadis gila berhenti tanggung jawab we..."
Amira tak menggubris teriakan Devan ia tetap terus melangkah menuju parkiran sepeda motornya lalu mengendari dan hingga tak terlihat lagi oleh Devan.
" aku kan memang impoten dari mana dia tau ???"
" tak penting juga sudahlah mending aku menghubungi Diki
" Halo ...ada apa bos"
" cepat datang ke taman kota "
" memang kenapa "
" di situ ada mobil ,mobil aku pecah pada kaca bagian depan Lo urus dan bawa ke bengkel "
" kok bisa pecah ..."
" iya tadi ada orang gadis gila lewat terus kaca mobil aku dipecahin "
" gadis gila ..??? apa d..."
" udah cepat Lo ke sini ,gue naik taksi "
" ok bos siap laksanakan" canda Diki
" rapat mulai jam berapa ???"
" masih dua jam lagi,tenang aja gak bakalan telat toh klien belum datang dan lagi rapat di adakan di kantor kita"
__ADS_1
" ok "
Devan menutup panggilan telepon lalu menyetop taksi yang lewat ia tak lupa mampir ke apotik terlebih dahulu untuk membeli obat penghilang merah bekas tamparan Amira serta juga agar para klien tak mempertanyakan hal tersebut.