Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
08


__ADS_3

berdiam diri di teras belakang begitu cukup lama membuat Amira heran pada Devan " ada apa sama dia ya" guraunya dalam hati


lebih baik coba aku panggil walau nanti aku kena marah atau mungkin dia akan memukul ku seperti biasanya


" tuan ...."


" tuan ...."


" tuan ...Devan" tetap saja tak ada sautan Amira memilih diam dan kembali ke dapur " mungkin dia tidur " itu yang dipikirkan Amira . padahal Devan berkhayal tentang dirinya di awal jumpa .


memory agan Devan masih saja terus berlanjut


pertemuan ke 4 dan 5 kala itu sang mama menyuruh Devan membelikan kue di toko kue Amira dan ternyata cukup banyak juga pesanan mama Devan dia pun menuju toko kue yang di maksud namun tanpa tau siapa yang melayani dan siapa pemilik toko tersebut Devan langsung masuk ke dalam dan memberikan catatan kue yang mama nya tuliskan


" mb saya mau pesan kue ini tolong siapkan ya ??" sambil memberikan selembar kertas


dan sang pelayan pun menerima


" baik tuan silahkan ditunggu dulu" pinta si pelayan toko Devan pun segera duduk menunggu .


setelah semua selesai betapa kagetnya Amira ia melihat wajah pembeli itu ternyata orang kaya sombong yang beberapa kali ditemuinya namun ia mencoba bersikap biasa saja


" tuan ini pesanan anda semuanya delapan ratus sembilan puluh tujuh rupiah"


Devan berdiri lalu mendekat


" huh .... kamu ,kenapa ada kamu dimana mana lama lama disisi bisa bisa aku selau sial"


ya dan Devan langsung mengambil pesanan kue tersebut kemudian pergi begitu saja tanpa membayar uang yang tadi dipegangnya ia masukkan lagi kedalam dompet Amira yang tau akan hal itu lalu keluar dan memanggil Devan


" hei ....tuan sombong anda belum membayar , bayar dulu kue nya " Amira berteriak tapi Devan tak mau mendengar ia masuk mobil dan segera pergi dari sana dengan nafas berat ia berkata " mungkin bukan rizki ku biar lah tuhan pasti mengganti dengan yang lain ia pun segera kembali masuk ke dalam toko .


sore hari usai pulang dari toko Amira singgah sebentar di sebuah kedai kopi dan membeli beberapa Berger ia duduk di kursi sambil menunggu pesanan nya tak lama dia duduk melihat pria dengan ber setelan jas sedang ber nego dengan pelayan di sana


" maaf tuan sebelum nya kami hanya menerima uang cas tidak dengan kartu"


ucap si pelayan


" tapi maaf saya tak punya uang cas ,tadi lupa mengambil" sanggah Devan


" tuan di sana juga ditulis bahwa kami tidak melayani dengan kartu tapi hanya menerima cas" sambil menunjuk tulisan tersebut


" tapi ...."


" maaf tuan apa pun alasan anda kami tak bisa menerima kami hanya menjalankan tugas, dan tak ingin dipecat"


Amira yang mendengar itu langsung menghampiri pelayan tersebut dan bertanya


" maaf MB semua berapa"


" pesanannya MB sebentar lagi ya? tolong ditunggu"


" maaf mb bukan saya tapi tuan ini "


" oh ... semua dua ratus ribu ,tapi tuan ini bilang tak punya uang kes "


" sekalian punya saya hitung juga ya MB "


" baik ,....!!!!


" jadi berapa ????"


" semua tiga ratus lima puluh ribu MB sama punya tuan yang tadi "


" ini MB , pesanan tuan tadi MB kasih sendiri ya??"


" iya ..."


Devan yang sibuk menelpon sekertaris nya di kejutkan dengan panggilan sang pelayan itu.


" tuan ini pesanan anda "


" tapi saya belum membayar " jawab Devan heran


" tadi sudah di bayar sama MB yang itu pakai jilbab biru"


" permisi tuan " sang pelayan berlalu meninggalkan Devan dan Amira mendekat


" tadi semuanya dua ratus ribu dan tadi siang tuan membeli kue di toko saya lalu kabur begitu saja jumlah uangnya delapan ratus sembilan puluh tujuh jadi total hutang anda pada saya 1.097.000 kalau udah punya uang tolong bayar ya "


Amira segera pergi tanpa peduli Devan yang entah bingung atau ingin memakinya " astaga kenapa dia lagi dia lagi yang muncul " gerutu Devan .


sedangkan di dapur ......


" bibi ,mas Devan kenapa ya??"


" emang kenapa nyonya"


" aku panggil diam aja biasanya huh ....pedes banget tanggapannya"

__ADS_1


" entah nyonya "


" bibi panggil y mungkin ketiduran ,suruh makan semua sudah siap"


" ya sudah biar saya panggil"


bibi meta pergi ke teras belakang dan menepuk pundak Devan hingga ia pun terkejut


" ha........!!!!!"


" apa......!!"


" bibi mengagetkan saja ,ada apa??"


" maaf tuan dari tadi tuan dipanggil tak menjawab"


" oh ... ya mungkin aku tidur tadi " sambil menggaruk kepala yang tak gatal


" makan lah dulu tuan semua sudah siap "


" bibi tolong bawa ke situ ya" menunjuk tempat dekat gudang dan dekat taman bunga degan berbagai jenis mawar serta anggrek ada pula melati dalam hati bibi Metha pun heran tak biasa nya tuan minta makan di tempat seperti itu .


" baik lah tuan akan saya siapkan"


bergegas kembali ke dapur dan menyuruh pelayan yang lain membawa makanan yang sudah terhidang dimeja ke luar dan di letakkan di meja dekat taman bunga melihat hal itu Amira yang membuat mie pun bertanya .


" kenapa dipindah makanannya"


" itu nyonya tuan muda ingin makan diluar di dekat taman "


" aneh tak seperti biasanya ya sudah cepat bawa kelamaan nunggu dia ngamuk lagi"


" baik nyonya permisi "


" iya" .


semua sudah selesai dan dipindahkan makanan di luar makanan yang di minta Devan


" tuan semua sudah siap silahkan di nikmati"


" iya, Amira kemana"


" tumben nanyain nyonya" batin bibi Metha


" bibi kenapa diam "


" e..e... itu tuan lagi bikin mie di dapur ,permisi tuan saya mau ke pasar ada stok bahan makanan habis juga beras mulai menipis permisi tuan "


Devan menikmati makanan nya selang tak berapa lama Amira datang dengan membawa 2 buah mangkok dan berisi mie aroma yang lezat amat menggoda dan menggugah selera ia mengira Devan sudah tidak ada tapi nyata nya masih ada di sana dan memanggilnya


" apa yang kamu bawa" tanya Devan


" ini mie pakai telur sayuran cabai serta tomat "


" kayak nya enak ,boleh minta gak"


" tuan kan sudah makan,ini buat bibi Metha"


" tapi bibi Metha gak ada dia ke pasar"


" ke pasar kenapa gak bilang sih "


" sini mie nya keburu dingin itu gak akan enak"


" tapi ...." tatapan mata Devan yang setajam mata elang membuat Amira terdiam serta menunduk dan ...


" baiklah silahkan tuan"


pada akhirnya mereka makan berdua bersama dan itu kali pertama semenjak mereka menikah tak ada suara hanya garpu dan sendok yang kadang beradu dengan piring dan menimbulkan sebuah bunyi yang nyaring cukup lama mereka diam dan hening Devan pun buka suara.


"oh ...iya hutang aku 1.097.000 nanti malam aku bayar uang cas nya masih di kamar"


" hutang .." Amira bingung


" iya waktu itu kamu yang bayar makanan dan kopi ku juga kue dari toko kau "


" tak apa tuan tak usah diganti"


" nanti malam saya datang saya tak mau punya


hutang" walau sama istri sendiri


"tuan aneh "


" aneh kenapa"


" biasanya marah marah ini kok kalem ??


" kamu yang aneh ,emang mau aku marahi terus"

__ADS_1


keduanya tersenyum dan saling beradu pandang dalam sejenak saling mengagumi satu yang lainnya Amira entah kenapa makin cinta walau Devan sering kasar dan kejam kepadanya sementara Devan mulai sedikit ada rasa pada Amira tak sekejam dulu .


tiba tiba Devan menarik tangan Amira dan langsung mendekapnya .


" tuan lepasin "


" gak mau "


" nanti dilihat orang"


" biar kan saja toh mereka juga tau kalau kamu istri saya"


" tetep aja malu , lepas "


" s..... kalau kamu bicara terus semua orang akan datang karena ocehan kamu jadi diam"


" tuan gak jijik sama saya,saya tinggal di gudang bau"


" gak ,saya minta cium" Devan to the points


" gak mau "


"kenapa bukanya udah pernah "


" tapi tangan tuan kemana mana "saya belum siap"


" emang lagi HAID"


" enggak cuma saya belum bisa tuan "


" ok ,cuma cium aja kq yang lain enggak aku gak bawa pisau tenang lah"


Amira memegang pipinya Devan langsung menyela


" saya juga gak akan tampar kamu ,saya ingin bibir kamu tutup mata kamu dan rileks saja"


Ajaibnya bagaikan simsalabim ada ka da brah Amira menurut saja dengan perintah yang disuruh Devan ia pun memejamkan matanya dengan pelan Devan memegang kepala Amira lalu mendekatkan bibir mereka dan makin lama makin dekat entah siapa yang mulai mereka saling menyatu seperti menuntaskan sebuah rindu cukup lama mereka bertautan menghisap dan menyesap akhirnya Devan melepaskan


" masih sama manis kaya cery"


" kirain pipi kenapa jadi bibir"


" yang bilang pipi siapa ,kan saya maunya bibir "


" ya tapi kan...."


" tapi apa toh juga udah kejadian ,buka jilbab kamu"


" tuan ..."


" itu bisa dibuka dikit aja kan"


" ya bisa tapi gak mau "


" gak semua kok dikit aja abis itu udah aku mau mandi dan rapat ma klien aku,Amira dikit aja"


" gak mau tuan"


karena Amira terus saja berontak dan tidak mau Devan mendekatinya memepetkan Amira pada dinding di belakangnya serta menghimpitnya .


" tuan ..."


" diam lah maka ini akan cepat selesai "


Devan menyibak sedikit hijab yang menutupi leher putih dan mulus Amira dia tidak melepaskan jilbabnya dan s.......


sensasi dingin menjalar di sekitar leher nya Devan mencoba mencium nya lalu berganti dengan hisapan hingga meninggalkan beberapa tanda di sana .buat Devan entah mengapa itu sangat menyenangkan baginya .


ia kembali merapikan hijab Amira


" udah selesai ,gak lama kan enak kan"


" gak tau"


" kok malah gak tau"


" cuma geli gimana gitu?? " Sabil senyum


" ya sudah aku mandi dulu ya "


"iya ,saya juga mau mandi "


" terimakasih "


" buat apa tuan "


" belum 1 jam masa udah lupa yang barusan "


" iya"

__ADS_1


usai itu Amira berlari pergi masuk kedalam gudang dan segera bersiap mandi begitu juga dengan Devan ia mulai berfikir untuk memindahkan kamar Amira menjadi satu kamar dengan dirinya namun entah kapan karena terkadang kesibukan membuat ia lupa akan apa yang ia rencanakan .


__ADS_2