Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
15


__ADS_3

Devan menggantung ucapannya membuat Amira penasaran


" mas Devan kenapa ...?"


" aku memang impoten sayang dari umur 25 tahun"


" apa gak gak mungkin"


" apanya yang gak mungkin aku memang sakit itu"


" tapi waktu itu kok bisa bangun mas " Amira mendekat Devan dan membisikkan kata pelan pelan agar tak didengar orang


" yang mana??"


" mas lupa malam itu terus pas pagi pagi itu juga itu bangun dan aku ngerasain "


" Oya ..kamu ngerasa keras gak ?" Devan malah menggoda Amira


" ih ... ngeselin maka dari itu aku gak percaya mas impoten "


mama papa Ivan dan bibi Metha pun bingung kenapa mereka berdua jadi bisik bisik ngomongnya dan mama pun menyela


" kalian kenapa kok ngomongnya bisik bisik begitu"


" ok kamu tunggu sebentar ya aku ambil berkas di kamar dulu "


sementara Devan ke kamar mengambil berkas


" Amira kamu yang sabar ya?" ucap papa


" maksudnya gimana pa?"


" Devan ..."


" mas Devan baik baik saja pa ma?"


tak berapa lama Devan pun datang dan memberikan sebuah map putih yang berisi tentang dirinya sakit impoten dan depresi ..


" sayang ini berkas aku dari kedokteran kamu bisa baca keterangan didalamnya"


Amira pun menerima map tersebut dan membaca isi berkas tersebut ,dia cukup kaget membacanya karena di situ dengan jelas bahwa Devan didiagnosa penyakit impotensi dan belum dapat dipastikan bisa sembuh atau tidak.amira terdiam yang dia pikirkan kalau memang sakit entah mengapa setiap kali mereka berdekatan atau bersentuhan Devan seperti terangsang dan hasrat seksual nya mulai memuncak ia juga merasakan sang adik kecil milik Devan sering bangun karena Amira tak menjawab dan hanya diam sang mama menyapa .


" Amira ... Amira ...kamu kenapa"


" eh ...MMM.... enggak papa ma "


" apa kamu nyesel menikah dengan Devan "


" enggak ma aku gak menyesal"


" Devan kaya gitu juga karena ulah dia sendiri"


" emang kenapa ma"


" ya karena Devan itu Casanova "


" itu dulu ma sekarang insaf kapok cukup satu aja" bela Devan


" ya kapok lah kalau kamu ga sakit juga ga mungkin kamu insaf"


" mama udahlah itu masa lalu Devan tak perlu di ingat yang buruk yang terpenting Devan sudah tak seperti itu tinggal ikhtiar untuk kesembuhan dia" sanggah papa yang tak terima dengan ucapan sang istri yang memojokkan Devan

__ADS_1


" buat mama sama papa siap siap aja ya dan Ivan kamu bakal dapat keponakan baru"


" yang bener mas emang istri mas Evan hamil lagi ya anaknya kan udah 2 cowok cewek nambah lagi dia" ucap Ivan yang ternyata salah mengartikan maksud dari Devan .


Devan pun agak kesal juga dengan jawaban Ifan yang dibahas dirinya kenapa jadi Evan dibawa bawa


" Ivan ini lagi bahas aku kenapa jadi Evan sih "


" emang kakak ipar hamil kan tidurnya terpisah baru 1 minggu tidur bareng emang langsung jadi"


" ntar malem bikinnya kalau sekarang ada kamu ,ntar kamu pingin sana cari pacar terus nikah jangan jadi jomblo abadi "


" iya kakak ku yang baik hati dan tidak sombong"


" ya itu bagus papa akan tunggu cucu itu usaha ya Devan"


" ok pa" jawab Devan sambil mengacungkan jempol


" Devan ma gak maksa kalau emang belum bisa"


" iya ma" Devan sebenarnya memang sudah sembuh namun ia memilih menyembunyikan dari keluarganya ya untuk kejutan nanti nya terutama kejutan untuk sang mama .sejak dia bersentuhan pertama kali dengan Amira dan sang adik kecilnya bereaksi dan anehnya itu hanya berlaku untuk Amira dan tidak dengan wanita lain dia langsung memeriksakan diri pad a dokter yang biasa menangani nya yaitu dokter Irawan beberapa kali cek up dan pemeriksaan lainya Devan dinyatakan sembuh serta tak perlu lagi mengkonsumsi obat dari dokter lagi dan sang dokter menyarankan untuk memeriksakan diri 2/3 bulan sekali untuk mengetahui kondisi nya .


bagi Devan Amira adalah obat yang dikirim tuhan untuk dirinya karena dia dirinya bisa sembuh .


" oke seperti nya sudah selesai kasus kakak ku ini jadi gimana Mama apa Perlu saudara Devan dibawa ke kantor polisi" canda Ivan


" lha kok mama sih Van?"


" ya iya lah tadi dari rumah yang nyuruh menangkap mas Devan siapa terus juga tadi yang nerobos masuk ke kamar si mas siapa ?? orang mau dibikin cucu malah di ganggu ya gagal deh"


mama senyum sambil nunduk sebenarnya dia juga malu ...


" kak ada kamar kosong ga disini ?"


" ada kenapa "


" mau numpang tidur terus mandi sekalian makan juga "


" kamu itu ...."


" habis di rumah diceramahi terus sama mama suruh cepat nikah cepat nikah mana mesra Mesran lagi sama papa"


" ya harus dong biar pun udah tua ga pengantin baru jadi contoh juga buat kalian sekali seumur hidup" bela mama


Devan pun dengan nada tinggi berucap


" iya iya sekali seumur hidup jangan kaya aku Ivan 3 x "


"kok kamu marah sih Van"


" bilang aja mama mau nyindir aku iya Devan ngaku tiga kali dan ini yang terakhir ,yang terakhir ingat Ya ma yang terakhir"


sontak saja semua orang tertawa mendengar jawaban Devan .


"Ivan kamarnya dilantai atas aja ada 4 kamar kamu pilih sendiri udah bersih kok tinggal pakai aja buat baju kayaknya baju kamu masih itu "


"oke kalau begitu saya permisi mau mandi ,bibi tolong buatin kopi sama makanan bawa ke atas ya"


" baik tuan muda " bibi pun segera ke dapur membuat kan pesanan Ivan


" mama pulang sama papa ya"

__ADS_1


" iya "


" Van ..." mama menggantung ucapannya


" apa ma iya iya Ivan akan nikah tapi gak sekarang"


" maksud mama di rumah kamu bilang yang mesra Mesran mama papa di sini kan ada Devan sama Amira "


" ya tapi kalau di sini aku ngumpet di kamar gak bakalan lihat kalau di rumah mama gedor gedor pintu mau istirahat jadi ga bisa "


" terus deh salah kan terus mama "


" Ivan ga salah kan mama ,cuma ya menggangu mohon maaf saya tinggal ke atas ya "


" oke pak polisi " jawab sang papa


Ivan pun tersenyum ke arah sang papa memang sang mama cerewet dan ya suka usil pada anak anaknya namun sang papa selau datang sebagi penengah dan pembela untuk anaknya yang mungkin di pojokan oleh sang mama namun pada intinya mereka semua saling menyayangi satu sama lain


" Amira boleh papa bertanya "


" boleh pa mau tanya apa"


" kamu kenapa bisa kenal dengan Arya Prasetya"


"oh ...itu dulu ayah kan ada pertemuan kerja sama aku ikut dan setelah pertemuan itu dia menghubungi ayah dan bilang ingin menjodohkan anaknya dengan aku pa"


" anaknya yang mana?" Devan penasaran


" ya anaknya si Arya lah Van"


" maksud Devan kan ada dua orang"


" sama Shaka mas" ucap Amira


" kenapa gak mau "


" ga suka dan dia kan play boy terus sombong juga .pertama lihat aku udah ga suka"


" ya sudah kalian baik baik Devan jaga istri kamu dan jangan siksa dia "


" iya pa ma Devan janji"


" baik kalau begitu kami pulang dulu , maaf sudah mengganggu kalian "


" ga apa ma yang penting semua masalah sudah selesai"


usai berpamitan dengan sang menantu dan anaknya tuan Adiyaksa dan sang istri pun pulang . sementara Devan dan Amira masih di sana


" mas ga ke kantor"


udah jam segini tadi udah kirim pesan ke Diki lalu aku ga masuk"


" ya sudah .."


" kamu udah siap kan buat .."


" mas tentang kontrak 3 tahun itu"


" kenapa jadi bahas itu , kontraknya aku batalkan dan jadi kontrak kamu seumur hidup jadi istri ku dan sampai maut memisahkan "


Amira tersenyum dan mengangguk tanda bahwa ia setuju lalu mereka ke atas menuju kamar mungkin untuk manja manja agar tak terlihat oleh orang .

__ADS_1


__ADS_2