Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
32


__ADS_3

" apa maksud mu Evan " tanya mama .


" jadi gini ma ,dulu kata kak Amira kak Evan itu mengejar cinta nya selama 6 tahun tapi di tolak terus hingga kak Evan ketemu bidadari cantik yang sekarang jadi istri nya eh ... malah sekarang jadi kakak ipar nya kak Evan" jelas Ivan.


" o ..jadi gitu " ucap papa .


sementara Evan hanya tersenyum sambil cengengesan .


" benar begitu " tanya Devan sambil menatap Amira.


" iya "


( ya Tuhan adik ku butuh waktu 6 tahun untuk mendapatkan cinta istri ku dan aku justru menyakiti juga meragukan cinta tulus nya betapa bodoh nya aku ini ).


" emang kenapa Amira nolak Evan " mama jadi penasaran .


" dia pingin dapat suami seorang CEO gak kaya aku urakan nakal dan gak jelas"


Devan pun tersenyum dan membisikkan sesuatu pada Amira.


" udah kesampaian kan punya suami CEO"


Amira hanya diam dan menunduk malu sebenarnya dia.


" Devan bergabung lah jarang jarang kita bisa kumpul begini ya walau cucu papa tak ikut" ucap papa .


Amira pun mengajak turun dan ..


"kak ,aku minta maaf atas kejadian kemarin tolong jaga kak Amira jangan tinggalkan atau sakiti dia karena jika kak Amira pergi kak Devan pasti menyesal juga aku dan kak Amira itu tidak selingkuh aku punya Naura sejak kedatangan kak Amira ke rumah ini aku sudah dekat dengannya dan hanya kakak dan adik ga lebih sekali lagi aku minta maaf". Ivan mencoba menjelaskan apa yang menjadi kesalahpahaman diantara mereka Devan pun mendekat dan memeluk Ivan.


" sudahlah aku yang berterima kasih pada mu karena sudah menyadarkan aku , terimakasih Ivan"


" iya kak sama sama dan hati hati jangan ceraikan kak Amira sepertinya sudah ada yang siap beristri dua"


" siapa..?"


Ivan melirik ke arah Evan dan dilihat oleh Amira .


" Evan maksud mu" tanya Amira.


" kenapa aku "


" aku juga tak Sudi jadi istri mu" ucap Amira.


" eh .. beneran aku CEO lho"


" aku tidak Sudi sekalipun kamu belum beristri"


" alah ... kalau hamil anak ku gimana?"


" ih amit amit aku tak Sudi Evan lebih baik aku sendiri"


" aku bingung kamu itu dari dulu galak banget sama aku tapi kalau sama mas Devan diem nurut dan manja lagi"


" biarin bilang aja iri"


" gak aku udah punya bidadari cantik juga kalem iya pinter lagi".


semua tertawa mendengar pertengkaran saling ejek Evan dan Amira sang istri Karina pun tak cemburu karena dulu sebelum mereka menikah Evan sudah menceritakan semua tentang Amira apa sang istri dan itu tak dijadikan suatu masalah.


malah kini justru Amira menjadi istri sang kakak dan menjadi kakak ipar nya .


Devan lebih banyak diam setelah kejadian itu .


" mas mau makan apa"


Devan bingung ia harus menjadi vegetarian sementara menu di meja tak ada sayuran .


" sebentar ya aku buatkan" Amira pergi ke dapur merebus bayam juga daun pepaya sawi dan membuat sambal kacang tak lupa juga mentimun ia juga membuat salad buah untuk Devan .


semua orang melihat nya namun diam saja tak ada sepatah kata yang keluar . hingga ...

__ADS_1


dering ponsel menghentikan hening di sana.


"halo ."


" Devan ,apa keputusan ini sudah bulat "


" aku sudah bilang jangan menghubungi atau mencari ku lagi keputusan itu sudah final tidak bisa di ganggu gugat siapa pun juga dan kau ikut kata ku atau kau jadi gembel saja."


Devan langsung mematikan telpon dan terlihat sangat marah juga kesal ia hampir menumpahkan bawaan Amira .


" ah ... mas hati hati "


" maaf sayang aku tak sengaja"


" memang ada apa ?"


" maaf jika kata ku menyakiti mu Kanya minta kerjasama di lanjutkan namun aku menolaknya".


" ya sudah makanan lah dulu"


Amira pun menyuapkan sayuran itu pad Devan seperti saat sebelum nya dia juga melakukan hal itu .


Devan pun menerima suapan itu.


" itu apa "


" oh ini salad mas ,salad buah"


" salad buah kok kaya bubur gitu"


" coba dulu ini "


Devan pun mencobanya dan ya karena baru pertama kali mungkin agak aneh di lidah namun Devan tetap mencoba untuk memakannya .


tak terasa malam kian larut Ivan sudah pulang dengan Naura sementara Evan juga sudah menuju kamar papa pun juga tak lama kemudian mama pun ikut menyusul papa karena juga sudah mengantuk .


disana tinggallah Devan dan Amira .


"iya mas kenapa ?"


" kita ke kamar ya aku ngantuk "


"oh baiklah ayo"


Devan pun menggendong Amira hingga kamar dan menurunkannya di dalam .


" sayang besok kita pulang ke rumah ya?"


" iya mas "


" kamu udah mendingan kan nantikan ada bibi Metha yang temani kamu selama aku ke kantor terus kalau ada apa apa kamu hubungi aku"


"iya mas aku ganti baju dulu ya"


Amira pun berganti baju dan ya baju yang dia pakai malam ini cukup **** mengundang gairah.


Devan yang melihat itu pun juga cukup dak dik Duk pacuan jantungnya apa lagi Amira makin mendekat dan mengalihkan tangan ke leher Devan .


" mas ..." ia mencium bibir Devan mendapat perlakuan romantis Devan pun tak menyianyiakn hal itu ia pun membalasnya.


" mas ..." Amira nampak ragu ragu ingin mengatakan niatnya.


" kenapa sayang "


" aku mau ..."


" mau apa ?" Devan tak mengerti .


"mau itu mas ".


" yang jelas kalau minta aku ga ngerti".

__ADS_1


Amira pun memegang sesuatu sensitif hingga Devan barulah mengerti apa yang di mau oleh istrinya itu .


"tapi sayang kamu baru sembuh "


" tapi mas .."


" aku takut kamu sakit lagi "


Amira cemberut karena permintaan nya tak di turuti oleh Devan dan Devan malah pergi menuju kamar mandi di dalam Devan mandi dan hanya menggunakan handuk diikatkan di pinggang dan berjalan menuju saklar lampu ia kemudian mematikan lampu tersebut.


" mas ..."


Devan langsung membawa tubuh Amira ke atas ranjang meski dalam keadaan gelap .mereka terlelap hingga fajar tiba mereka belum bangun.


sinar emas mentari yang hangat menyapa, dua insan ini masih saja belum mau bangun .


semua sudah kumpul di meja makan tinggal menunggu Devan dan Amira yang belum datang.


" kakak ipar mana ma ? " tanya Evan .


" mana mama tau Evan mungkin masih tidur"


" sama mas Devan "


" ya iyalah masa sama kamu aneh sekali pertanyaan mu itu "


" ya bukan gitu ma kan mereka lagi marahan"


" ya kami semua marah pada Devan akan apa yang telah Devan terbuat namun sepertinya Amira mau berbesar hati untuk menerima Devan dan memaafkan dia " ucap papa.


" iya pa apa lagi waktu nikah kak Devan masih sakit impoten dan sama sekali dia tidak mencoba untuk meninggalkan namun terus mendekat dan mas Devan bisa jatuh cinta"


jawab Ivan.


" kok sama aku gak gitu ya ? bahkan sampai sekarang dia masih galak sama aku "


" mas kamu itu nakal urakan suka balap liar gak jelas aneh juga tebar pesona mana mau kakak ipar sama kamu " ucap sang istri.


" iya aku dulu emang yang paling jelek ,tapi untungnya aku punya kamu " Evan menatap sang istri sambil mencium kening nya .


" adik mu belum nikah Van tolong jaga sikap ya"


ucap papa.


" belum nikah tapi udah dirasakan"


" kalau gak aku rasakan dulu aku gak akan sarapan sama kalian pagi ini" Ivan menjawab sambil memakan makanannya.


" Van , maksud nya apa ?


" jadi gini Evan adik mu waktu itu menjalankan tugas dan ia dikejar oleh musuh ia masuk ke rumah Naura dan mereka terpaksa melakukan itu untuk mengusir musuh yang mengejar jika tidak tak tau nasib nya". jelas sang papa.


" kenapa juga kamu dulu milih jadi polisi sih Van yang lain gitu dokter guru atau pilot "


" kak aku udah suka dari kecil pingin jadi polisi dan sekarang kesampaian "


" Naura mana Van " tanya mama .


"ga ikut ma ,dia tadi habis jalan pagi dan kecapean jadi aku sendiri kesini"


" ya sudah ga apa "


"heh ... makan udah dingin baru turun dasar pengantin baru" sindir Evan saat melihat Devan dan Amira turun dari tangga menuju meja makan.


"biar saja " jawab Amira .


" mas ini makanya "


" iya "


ya karena saran dokter Irawan Devan memulai jadi vegetarian demi kesehatan dirinya dan mereka bersama makan pagi bersama sebelum memulai aktivitas mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2