Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
36


__ADS_3

pagi itu Karina dan Amira pergi bangun lebih dulu sedang Naura usai jalan kaki pagi dia kembali tidur Ivan sudah berangkat sedari pagi karena mendapat kan tugas pagi hari.


Evan masih terlelap mimpi karena jadwal ke kantor nya sedang kosong Devan pun sudah bangun dan selesai mandi lalu memaki celana kemeja juga sepatu.


kemudian turun dan sarapan .


" Karina Evan dimana?"


"belum bangun kak "


" apa ga ngantor'


" enggak kak katanya jadwal hari ini kosong "


" Naura ke mana "


" dia jam 4 sudah bangun terus mungkin capek dia mengantuk jadi tidur lagi Ivan juga sudah berangkat dari pagi tadi "


" ya sudah kalau begitu kita sarapan ber tiga saja"


mereka pun sarapan bertiga dengan tenang Devan selesai lebih dulu ia pun berpamitan pada sang istri dan juga adik iparnya tersebut.


Amira dan Karina membereskan piring bekas makanan mereka ,meski mereka orang kaya bersuamikan kelas atas namun mereka tak segan atau malu melakukan hal itu .


meski ada art yang siap melayani mereka selama mereka bisa tak apa melakukan hal itu toh itu pekerjaan yang tidak berat bagi mereka .


pagi itu mereka berdua di kejutkan suara Naura dari dalam kamar.


"a.... tolong kak" Naura berteriak kesakitan.


" kak Amira kau dengar kaya Naura berteriak "


" aku lihat dulu ya kau siapkan makan untuk suami mu "


" iya kak "


Evan turun dari tangga menuju meja makan untuk sarapan ia pun juga sudah mandi dan terlihat segar.


" sayang mana yang lain" tanya Evan pada sang istri setelah dia sampai di ruang makan .


" oh Ivan sudah berangkat dari pagi mas Devan juga baru berangkat ini makanlah dulu"


" kamu ga makan dan kemana Amira"


" aku sudah makan kak Amira ke kamar Naura tadi dia seperti berteriak"


" sayang ..."


" apa .."


Evan membuka mulutnya memberi isyarat pada Karina untuk menyuapi dirinya.


" astaga mas kaya bayi aja minta disuapi"


" iya memang kan aku bayi besar kamu?" Evan berucap sambil senyum pada istrinya itu.


" makan sendiri aja ya?" bujuk karena .


" ya kan jarang jarang juga mumpung ga ada anak anak " rengek Evan .


akhirnya karena pun mau untuk menyuapi Evan .


" Naura kamu kenapa " tanya Amira setelah sampai di kamar .


" kak perut aku sakit juga aku mengeluarkan cairan kak dari tadi ga berhenti tolong antar aku ke dokter ya?

__ADS_1


" iya kamu bisa jalan "


"ga bisa kak sakit buat jalan "


Amira pun keluar memanggil Karina .


" Karina ... Karina "


dia yang sedang menyuapi Evan pun berhenti.


" mas ada apa ya ?"


" mana aku tau kan dari tadi aku sama kamu di sini"


" kak Amira ada apa ?"


" itu Naura sakit perutnya dan mengeluarkan cairan putih Karina apa itu tanda mau melahirkan kamu kan udah pernah melahirkan"


"iya kak itu mau melahirkan mas ...mas ...mas Evan"


" ada apa sih pada panik gitu"


" Naura mau melahirkan mas angkat dia ke mobil ya ?


" telpon aja Ivan?"


" kelamaan mas cepat mas" Karina pun membentak Evan dan Evan pun langsung menuju kamar Naura tanpa basa basi ia pun menggendong Naura menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Karina.


" mas bawa mobil aku dan kak Amira di belakang ."


mobil pun melaju dengan cepat menuju RS sampai di sana Naura langsung di tangani oleh dokter dan perawat menuju ruang persalinan.


" mohon maaf untuk keluarga pasien silahkan tunggu di luar" ucap sang suster dan menutup pintu ruang persalinan.


" iya aku hubungi Ivan dulu ya "


Amira pun menghubungi Ivan dan kebetulan Ivan sedang istirahat waktu itu maka telpon pun langsung dia angkat apa lagi itu dari Amira.


" halo kak ada apa"


" apa kamu masih lama pulang nya?"


" masih kak jam 3 kenapa ?"


" kamu izin dulu ya Van ini aku ada di rumah sakit Naura..."


" Naura kenapa kak apa dia..."


" Van , tenang dulu aku belum selesai bicara Naura mau melahirkan"


" baik kak aku akan izin dan ke sana sekarang "


Ivan pun minta izin pada atasannya dia pun melakukan mobil menuju rumah sakit Amira pun mengirimkan pesan singkat pada Ivan alamat RS yang harus dia tuju.


sampai di RS Ifan pun langsung menuju ruang bersalin di sana sudah terlihat Amira Evan juga Karina yang menunggu di luar.


" kak mana Naura" tanya Ivan setelah sampai di depan ruangan dimana Naura akan melahirkan.


" dia masih di dalam bayinya juga belum lahir"


" apa ada tindakan operasi"


" belum tau Van , dokter tak mengatakan jika ada tindakan operasi"


lama menunggu membuat Ivan jadi kurang sabar.

__ADS_1


" aduh lama sekali sih"


" Van tenang lah aku dulu juga ngerasain kaya kamu gitu "


" tapi mas ini sudah dari tadi "


" iya Van ,kakak ngerti duduklah dan doakan jika Naura baik baik saja serta bayinya"


" kak aku hubungi mama dulu ya ,mas Devan ga kakak telpon"


" oh ...iya aku sampai lupa aku hubungi dulu ya"


Amira menghubungi Devan sedang Karina menghubungi mertuanya .


mendengar kabar itu sang mama juga papa segera menuju rumah sakit .


sedangkan Devan datang belakangan karena untuk hari ini jadwal kantor nya cukup padat ia pun segera menyelesaikan pekerjaan nya itu .


Diki yang mendengar jika Naura calon istri Ivan akan segera melahirkan pun meminta pekerjaan Devan yang belum selesai.


" bos pergilah biar aku yang Selesai kan "


" tapi kan kamu udah lelah Diki tak apa "


" namun keluarga lebih penting aku handel pekerjaan nya "


" baiklah terimakasih ,besok kau boleh libur"


" ah ... benar kah "


" iya tapi cuma satu hari"


" baiklah tak mengapa bisa istirahat"


" aku balik duluan"


Devan pun bergegas menuju RS . sampai di sana sudah banyak orang yang datang .


" mas ..." sapa Amira lalu menghampiri nya.


" gimana Naura apa bayi nya sudah lahir"


" belum mas masih di dalam, kerjaan kamu gimana "


" tadi nya mau ku selesai kan dulu tapi Diki meminta ku untuk datang ke sini dan dia yang mengerjakan"


" apa ga kasihan mas dilanjut besok gak bisa"


" ga bisa sayang soalnya itu buat rapat besok"


" o ..ya sudah "


3 jam berlalu sudah namun tim dokter yang menangani Naura belum ada satupun yang keluar dari ruangan tersebut.


hal itu menambahkan kepanikan juga ke khawatiran terutama Ivan yang makin gusar Sangat ingin sekali mendobrak pintu itu dan masuk ke dalam untuk melihat keadaan Naura.


" Van makan dulu ya " papa menyodorkan sepotong roti pada Ivan .


Ivan pun menerima roti pemberian papanya itu namun ia tak serta langsung memakan rasa laparnya terkalahkan oleh keinginan untuk melihat Naura.


pintu pun terbuka dan dokter keluar dari ruangan itu dengan wajah yang terlihat lelah dan juga sedih.


" keluarga ibu Naura " panggil sang dokter setelah berada di luar ruangan.


.

__ADS_1


__ADS_2