Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten

Cinta Tulus Untuk Tuan Muda Impoten
24


__ADS_3

" Ivan gugurkan saja anak itu"


semua terkejut akan penuturan mama


" ma anak itu tak berdosa lagi pula itu cucu kita"


ucap papa tak suka degan ucapan istrinya.


Ivan pun melangkah ingin pergi namun...


" Ivan tunggu" sang mama menahan


" apa lagi ma Ivan mau cari Naura"


" cuma gara gara dia kamu tega menentang mama!!"


mendengar hal itu Ivan pun meluapkan amarahnya tak ia pedulikan lagi siapa yang di ajak bicara


" ma ..., Ivan dari kecil memang yang paling menurut di banding kakak kakak Ivan tapi untuk kali ini dengan sangat Ivan minta maaf pada mama Ivan tak akan menurut dan Ivan juga tak mau bernasib seperti kakak Ivan .".


" apa maksud kamu bicara begitu"


" mama tidak tau apa pura pura tidak tau"


mama pun diam dulu dia yang paling menurut kini kenapa dia yang paling sulit untuk di atur .


" mas Devan cinta pertama nya lepas begitu saja karena mama tak merestui ia menikah 2 kali gagal dan wanita itu pilihan mama yang menurut mama baik ,namun Tuhan masih sayang dengan mas Devan ia mengirimkan bidadari untuk menemani hidupnya , tapi jika waktu itu kakak ipar tak mendonor darah apa mama akan berlaku baik atau tidak. dan pernikahan itu akan terjadi.?"


papa pun menjawab pertanyaan Ivan untuk mama " ya tentulah Van pernikahan Devan dan Amira tetap terjadi karena itu kesepakatan papa dan ayah Amira kalau mama tak suka ya papa yang turun tangan .


" tapi lihat kakak kamu Evan dia juga mama jodoh kan tapi dia baik baik saja" terang mama


" asal mama tau istri kak Evan itu adalah pacarnya ketika mereka masih kuliah .jadi waktu itu kak Evan mencari tau terlebih dahulu siapa yang akan dijodohkan dengan dia , setelah tau jika wanita itu adalah pacar mas Evan maka dia mengiyakan dan mau menerima perjodohan yang mama buat."


mama pun terdiam dan tak menyangka jika Evan sudah pacaran dengan istrinya dan dia tak mengatakan apa pun pada sang mama juga dia langsung menerima begitu saja tanpa ada penolakan dan kali pertama bertemu mereka sudah seperti orang yang akrab dan itu tak di sadari oleh mama .


setelah pertengkaran itu Ivan pun keluar dan menuju mobil dan di susul oleh papa.


" Ivan ... tunggu nak "


" ada apa pa? " Ivan mencoba bersikap tenang


" papa merestui kalian , bawa dia pulang dan kalian harus segera menikah."


" baik pa , terimakasih atas restu mu dan akan aku bawa dia pulang" sambil memeluk sang papa


dan Ivan pun pamit serta melanjutkan pencarian Naura meski sudah menyebar tim namun keberadaan Naura belum di temukan entah sembunyi dimana dia bagai hilang ditelan oleh bumi .


sementara di kediaman tuan Adiyaksa .

__ADS_1


" ma ... batalkan perjodohan dengan Sandra dan Ivan bilang jika Ivan sudah memiliki kekasih "


" dan dia hamil di luar nikah "


tak diduga jika Sandra dan mamanya datang dan mendengar perkataan mereka


" Tante siapa yang hamil" tanya Sandra


" maaf Sandra dan nyonya Sifa pertunangan anak anak kita dibatalkan"


" tapi kenapa apa Ivan menghamili wanita lain"


" ya karena dia ternyata kekasih Ivan dan karena suatu hal kekasihnya itu hamil "


" apa teganya Ivan " ucap Sandra


" nyonya Adiyaksa kenapa tak bilang dari awal kalau tau begini saya tidak Sudi dengan perjodohan ini ,bikin malu saja "


" nyonya Sifa jangan salah kan istri saya karena kami mengetahui itu hari ini dan Ivan sebelumnya juga tak pernah memberi tau bukankah selama ini Ivan tak pernah menerima atau pun menolak perjodohan ini" terang sang papa yang tak terima istrinya disalahkan .


Sandra dan mama nya pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Adiyaksa dengan perasaan kecewa dongkol dan sakit hati.


" mama mau ke kamar kepala mama pusing "


" perlu panggil dokter ma " tanya papa


" tak perlu pa , mama istirahat saja"


" kalian jangan pulang dulu ya menginaplah beberapa hari sampai mama sembuh " ucap papa


"iya pa apa kamar ku masih bisa ku tempati"


tanya Devan


" masih Van itu dilantai atas 3 hari sekali kamar itu dibersihkan . kalian istirahat lah hari juga mulai malam papa akan menemani mama "


" baik pa " ucap Amira .


papa pun meninggalkan Amira dan Devan lalu menuju kamar melihat keadaan sang istri sedang Devan menuju lantai atas bersama Amira menuju kamar di mana dia dulu tempati saat masih remaja dan belum memiliki istri . sesampainya di sana ternyata kamar itu selalu bersih dan rapi dan foto jaman remajanya masih terpajang didinding dengan rapi baju yang di tinggalkan pun masih ada .


" sayang " panggil Devan


" iya mas "


" badan ku pegel bisa pijit aku gak "


" bisa "


Devan pun melepaskan pakaiannya dia kini hanya menggunakan celana pendek saja dan terlihat lah tubuh yang atletis dan perut six pack nya Amira memandangi tubuh sang suami sementara Devan pun melirik lalu mendekat pada Amira.

__ADS_1


" kenapa kamu naksir ya "


" biar saja kan naksir sama suami sendiri"


" awas saja jika naksir orang lain "


" enggak lah orang aku udah punya ,jadi pijat gak"


Devan pun rebahan di tempat tidur dan Amira mulai memijat tubuh Devan dengan minyak zaitun sentuhan tangan Devan membuat nyaman dan begitu tenang . hampir dua jam Amira memijit .


" mas udah ya pegel tangan ku "


" iya , sayang boleh lepas hijab kamu "


Amira mengangguk dan melepaskan hijabnya ia melepaskan ikatan rambut nya dan membiarkan tergerai ia pun juga mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang di kirimkan oleh bibi Metha tadi .


" sayang ku"


tak menjawab Amira hanya melihat ke arah Devan


" kamu cantik dan seksi, jadi gantian di pijat " tawar Devan


" tangan sama pundak "


" cuma di situ "


" aku gak biasa di pijat "


Devan pun mulai memijat dari tangan Amira lalu ke pundaknya dan sang adik kecil Devan pun bangun itu pertanda Devan benar benar sudah normal namun tak mau gegabah dia diam saja takut jika Amira masih belum siap untuk melayani Devan .


melihat gelagat Devan yang aneh ia justru mendekat pada Devan dengan duduk dipangkuan Devan


"s..t... " itu yang Devan rasakan


" kenapa mas "


" enggak "


" beneran wajah mu itu aneh "


" aneh gimana "


" seperti nya menahan sesuatu"


Amira justru membuka kancing baju tidurnya dan itu membuat Devan makin berhasrat .


" sayang .kamu ..."


" gerah gak ada AC nya "

__ADS_1


" ada itu udah paling dingin masa masih kepanasan "


Amira melihat bibir Devan yang baginya merekah itu jika biasanya Devan yang memulai tapi kini Amira dengan berani meraih bibir itu dan mencium nya dengan lembut mendapat perlakuan begitu manis Devan pun membalasnya .


__ADS_2