
" mas ikut ke kantor ya" pinta Amira.
" kan kamu baru sembuh"
" bosen di rumah"
" ya udah boleh jadwal aku juga ga terlalu padat"
papa pergi ke kantor dan Evan mengurus cabang baru yang dia buka di Indonesia bekerja sama pula dengan perusahaan Devan.
sementara mama ada di rumah di temani oleh Karina istri Evan.
dan Amira pergi ke kantor ikut dengan Devan .
" ma kita berangkat ya dan nanti malam kita ga pulang ke sini"
" terus ..."
" ya pulang ke rumah kita lah ma ".
" tapi Van ,awas ya kalau kamu apa apakan Amira "
" mama tenang aja "
Devan dan Amira pun pergi menuju kantor Devan . sesampainya di kantor semua mata tertuju pada Amira yang menggandeng tangan Devan ada yang berbisik mereka sangat serasi satu tampan dan juga satu cantik bagi ratu dan raja namun ada pula yang menatap sinis karena tidak suka.
Devan pun berhenti dan memberitahukan siapa Amira sebenarnya.
"mohon perhatian semua, perkenalkan ini istri saya Amira Ismanova jadi jika dia kesini tolong hormati dia juga dan kami sudah menikah 5 tahun "
semua orang tercengang akan pengakuan tersebut pasalnya Devan tak pernah terdengar dekat dengan wanita manapun setelah gagal di pernikahan ke 2 dan juga kabar jika dia adalah pria impoten membuat wanita yang ingin mendekati harus pikir dua kali.
" saya memang tidak pernah mempublikasikan pernikahan saya ini karena itu atas permintaan istri saya ,baik kalau begitu kami permisi"
Devan dan Amira pun masuk ke ruangan Devan. sampai di dalam ruangan Amira pun melihat ruangan itu pun sangat rapi dan juga nyaman di meja kerja ada sebuah foto pernikahan mereka yang membuat kesan manis .
tiba tiba Devan pun bersujud di kaki Amira.
" mas kamu ngapain bangun?"
" Amira istri ku sayang aku minta maaf"
" iya mas aku sudah memaafkan kamu dan tolong jangan tinggalkan aku"
" dari awal kita menikah aku sudah menyakiti kamu juga aku mengkhianti mu dan mungkin bisa dibilang aku membunuh anak kita"
Amira pun berjongkok dan menyesuaikan dengan Devan yang masih bersujud.
" mas kamu bukan membunuh mungkin kamu tak sengaja jangan ditangisi biar dia tenang disisi Tuhan kita berusaha lagi saja yang lalu biar berlalu kita mulai lembar baru"
" jangan lelah untuk terus di samping ku sayang" tangis Devan pun pecah dan Amira pun memeluknya sembari mengelus kepalanya.
" di sebelah sana ada kamar kau istirahat saja dulu di sana ya aku kerja dulu 20 menit lagi aku rapat "
__ADS_1
" iya mas ,apa rapat nya lama?"
" belum tau sayang bisa cepat bisa juga lama"
Diki pun tak lama datang dan dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu melihat Devan dan Amira yang sedang bermesraan jadi malu sendiri Amira dan Devan pun menjaga jarak .
" maaf bos aku gak tau kalau nyonya ikut"
" iya tapi lain kali kau ketuk dulu pintu nya" ucap Devan sampul melempar bolpoin ke arah Diki namun berhasil ditangkap oleh nya.
" iya maaf tuan,semua sudah berkumpul apa rapat bisa langsung di mulai tinggal menunggu kedatangan anda "
" baik kalau begitu kita mulai saja ,sayang kau istirahat saja dulu ya"
" iya mas"
Devan dan Diki segera pergi menuju ruang rapat. sementara Amira ke kamar yang tadi di tunjukkan oleh Devan dalam kamar itu juga ada sebuah jendela yang bisa melihat suasana kota .
lama menunggu rasa kantuk pun menyapa Amira ia pun merebahkan diri ke tempat tidur tak lama ia sudah terlelap dalam mimpi.
sore hari Devan baru saja selesai rapat ia masing ke ruangannya dan tak menemukan sang istri ia pun segera masuk ke kamar yang biasa dia gunakan untuk istirahat dan di sana ada sosok cantik yang dia cari sedang terlelap .
Devan tak langsung membangunkan Amira ia mencium kening sang istri melepaskan jas serta sepatu yang dia kenakan lalu ikut berbaring di sampingnya dan memeluk wanita yang hampir saja dia tinggal kan .
tanpa permisi hujan pun turun dengan begitu derasnya air nya turun dari langit bagaikan tercurah kan tiada henti Devan pun mengecilkan AC supaya tak terlalu dingin .
mendapat perlakuan Devan Amira pun bangun seperti ada sesuatu yang menimpa tubuhnya.
" mas udah selesai rapat nya" tanya Amira sambil menghadap Devan dan juga memeluknya.
" pulang sekarang "
" entar aja diluar juga masih hujan"
Devan makin mengeratkan pelukannya Amira pun dengan senang hati membalas pelukan itu . namun yang ada dibawah sana ingin keluar setelah sekian lama kini hasratnya Devan tak mampu di bendung lagi.
" sayang " bisik Devan di telinga Amira dengan manja dan deru nafasnya menggebu begitu hangat mengenai kulit Amira.
" kenapa mas"
" lagi hujan ...?"
" iya biar saja katanya pulang nanti "
" kita bikin sesuatu ya, masa kalah sama Ivan"
" bikin sesuatu apapun kok kalah sama Ivan sih"
" kita bikin dirgantara junior ya mumpung suasana lagi mendukung lagian yang di bawah udah ga tahan "
Amira pun mencoba mengerti apa yang di maksud dan di inginkan Devan juga dia merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana ingin keluar dari sarangnya.
dia menganggukkan kepalanya dan mengerti maksud dari suaminya air yang kian deras turun dari langit tak membuat hawa dingin mereka rasakan justru kehangatan yang mereka dapatkan .
__ADS_1
permainan indah itu hingga beberapa babak hingga keduanya dalam lelah kenikmatan yang tiada Tara . malam pun tiba Amira masih terlelap dalam pelukan Devan .
suara dering ponsel Devan membangunkan dirinya.
" siapa sih ini vc lagi" Devan pun menggosok mata nya dan " mama" nama itu yang tertera dilayar ponsel Devan.
" halo ma ada apa"
" lama banget sih menjawab nya Van kamu ngapain kok ga pakai baju mana Amira ga kamu siksa kan"
Devan bingung juga dengan sang mama kenapa pula selalu pertanyaan itu yang muncul kala ia berhadapan dengan sang mama apa karena dulu sering menyiksa Amira tapikan dirinya sudah insyaf.
dia pun ingin menjahili sang mama.
" iya ma Devan menyiksa Amira dengan ...." belum sempat melanjutkan kalimatnya mama sudah berbicara menyela.
" apa...!!!! kamu apakan lagi sih Van kurang puas menyiksa dia"
" kurang lah ma nanti mau lanjut di rumah"
" Devan ......!!!!!!" mama berteriak kencang dan Amira cukup terganggu juga Kemudian dia pun bangun.
" mas ada apa siapa yang teriak"
" oh ini mama video call sayang "
"Amira kamu nggak apa apakan "
" a...mama" Amira pun menyembunyikan diri di belakang Devan malu juga sih rasanya apa lagi dia tak mengenakan pakaian .
" mas kenapa ga bilang sih " sambil mencubit Devan.
" aduh sakit ,aku tadi kan udah bilang kalau mama vc "
" ih ...malu tau " jawab Amira sambil cemberut.
" ngapain malu kita udah sah halal "
" iya tapi tetap aja mas"
mama memperhatikan Devan dan Amira ia juga berpikir ( kenapa mereka jadi malah mesra gitu ya dan ini malah malu, aneh deh ).
" Amira kamu ga apa apa?"
" enggak ma ga apa apa emang kenapa ma?
" tadi kamu bilang malu "
" iya ma malu tadi Devan Belum selesai bicara cuma mama udah main potong kalimat Devan saja jadi gini maksud Devan ya disiksa dengan kenikmatan ma ya ga puas disini ya dilanjutkan di rumah dong biar jadi Devan dirgantara junior nya " jelas Devan pada sang mama.
mama mencoba mencerna kata-kata Devan .( Devan dirgantara junior apa maksud nya ?? astaga ternyata aku malah mengganggu mereka ).
" oh ...jadi gitu maaf ya sayang mama malah jadi pengganggu" tanpa menunggu Jawaban dari mereka mama pun langsung mematikan panggilan video call tersebut sambil senyum senyum karena sudah mengganggu aktivitas sang anak dan istrinya tersebut.
__ADS_1
"