Cintaku Berakhir Di Pesantren

Cintaku Berakhir Di Pesantren
Ekstra Part 11


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Andika memulai kehidupan barunya di pesantren. Ia sudah mulai terbiasa dengan suasana baru di lingkungan barunya itu. Semua orang menyukai pembawaan Andika yang ramah dan tentu saja karena wajah tampannya.


Andika bergegas berjalan menuju mushola, ia hendak menunaikan sholat ashar berjamaah. Sepanjang jalan dia selalu melempar senyum kepada para santri yang dia temui. Meskipun dia juga belajar di pondok pesantren itu, Andika tetap dihormati oleh para santri.


"Assalamualaikum," ujar Annisa putri Kyai Abdullah pemilik pondok pesantren itu.


"Wa'alaikum salam," balas Andika tanpa menatap Annisa, ia menjaga pandangannya.


"Mas Dika mau ke Mesjid?" Tanya Annisa, ia menatap Andika sambil memberi senyum manisnya. Andika hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya dari Annisa, karena ia yakin Annisa hanya sekadar basa basi.


Annisa masih ingin mengobrol dengan Andika, tapi sayangnya Andika memilih berpamitan terlebih dahulu. Andika paham betul arti tatapan Annisa. Sebagai lelaki dewasa, ia paham arti tatapan kagum yang terpancar dari wajah Annisa.


"Maaf, saya harus ke mushola. Apa kamu tidak sholat?" Tanya Andika, sambil menatap Annisa yang nampak salah tingkah.


"Lagi berhalangan mas," ujar Annisa sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Kalau begitu, saya pamit dulu, Assalamualaikum," ujar Andika, lalu bergegas meninggalkan Annisa yang masih berdiri menatap kepergian Andika.


"Aku pastikan akan mendapatkan kamu," ujar Annisa bermonolog sambil menatap kepergian Andika, ada senyum smirk di wajah cantiknya.


Setelah memastikan Andika sudah tidak dapat dilihatnya, Annisa melanjutkan langkah kakinya.


***


Andika berjalan menuju sebuah meja yang ada di sudut kamarnya, ia membuka laci lalu mengambil sebuah figura seorang gadis yang masih berada di relung hatinya. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, rasa itu masih ada.


Andika menatap figura itu, lalu menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya menerawang, mengenang kembali kebersamaan mereka. Semua kisah yang mereka lalui kini berputar layaknya putaran film.


"Nad, maafkan aku. Aku mencintaimu dengan tulus. Cintaku tak mampu aku bendung lagi, tapi aku tahu posisiku saat ini salah, aku tidak bisa terus menyimpan rasa ini. Aku paham bukan cinta yang salah, hadir di antara kita, di saat kamu menjadi milik orang lain. Hanya saja cinta itu datang di situasi yang salah. Aku harus melepaskan semuanya. Membiarkan rasa itu terbang, hilang tak berjejak. Jika cinta itu datang tanpa permisi, hadir di antara kita. Aku yakin cinta itu juga akan hilang tanpa dipaksakan, semua hanya berkaitan dengan waktu, biarkan waktu yang akan menghapus semua ini," Tanpa dia sadari, setetes air jatuh dari matanya. Andika hanya bisa menahan rasa itu, rasa yang kini telah menguasai hati dan pikirannya.


Andika kembali menyimpan figura Nadia, dia akan menjalani semua dengan sewajarnya. Tak ingin memaksakan diri untuk melepas, ia paham semakin ia memaksa rasa itu akan semakin besar dan menyisakan rasa sakit. Kini ia akan membiarkan semua berjalan dengan sewajarnya. Biarkan waktu yang akan menghapus rasa itu, sama halnya waktu yang membawa rasa itu hadir.

__ADS_1


Ketika Andika sibuk dengan pemikirannya, Bayu masuk ke dalam kamar.


"Assalamualaikum kak, hari ini ada kegiatan baksos. Apa Kak Andika ingin berpartisipasi?" Andika menoleh dan tersenyum lalu mengangguk.


"Tentu saja, selama kegiatan itu positif, aku pasti ikut," Bayu tersenyum. Ia lalu berpamitan.


Selepas kepergian Bayu, Andika langsung bersiap-siap. Ia berjalan keluar dan melihat semua orang sudah berkumpul. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan netra seseorang yang baru saja dipikirkannya. Ia terdiam terpaku menatap gadis itu.


Nadia yang baru saja datang, ia tersenyum bahagia bisa ikut rombongan anak pesantren milik pamannya. Ia berjalan sambil memperhatikan suasana pondok pesantren. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan netra laki- laki yang akhir-akhir ini yang membuat tidurnya terganggu.


Andika dan Nadia terdiam, kedua mata mereka terkunci. Saling menatap dengan penuh kerinduan. Rasa yang mereka ingin kubur, kini muncul ke permukaan kembali. Ada rasa sesak di hati keduanya. Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata menatap ke arah mereka.


~Bersambung~


Maaf ya baru kembali lagi 🙏🏻

__ADS_1


Update saya usahakan konsisten lagi 🙏🏻


Jangan lupa like dan komentar nya 😊


__ADS_2