Cintaku Berakhir Di Pesantren

Cintaku Berakhir Di Pesantren
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa


__ADS_3

Seperti biasanya Rio menjemput Mentari, setelah berpamitan mereka pun berangkat ke sekolah. Tak berapa lama mereka sampai dan langsung menuju kelas, di sana Azka sudah berdiri di depan kelas bersama Rani.


Azka pun tersenyum ke arah Mentari, Mentari membalas senyuman Azka, Rio yang melihat itu pun langsung mengernyitkan dahinya.


“ Sayang kamu lagi bahagia banget ya ?” tanya Rio ketika mereka sudah duduk di bangkunya.


Mentari hanya mengangguk sambil tersenyum. Sangat jelas di raut wajahnya jika ia sangat bahagia hari ini. Rio yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Bagaimana pun, ia bahagia jika gadis yang dicintainya itu bahagia walaupun alasan kebahagiannya bukan karena dia.


“ Sayang aku mau ngomong sama kamu, setelah ulangan semester ganjil nanti aku akan pindah ke Malaysia. Aku ....”


“ Kenapa tiba-tiba mau pindah sih Yank ?” tanya Rio, ia sangat kaget dengan ucapan Mentari.


“ Baru aja berapa bulan kita bersama, kok udah mau pisah lagi sih ?” tanya Rio, ada sedikit rasa kecewa yang menggelitik relung hatinya yang paling dalam.


“ Maaf Yo, kontrak Ayahku diperpanjang di sana, akan sulit bagi mereka untuk bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur,” ujar Mentari sambil memegang tangan Rio.


“Kalau kita berjodoh kelak kita akan dipersatukan Yo, lagian sekarang alat komunikasi semakin canggih, kita masih bisa terus berkomunikasi walau jarak memisahkan kita,” ujar Mentari mencoba meyakinkan Rio.


“ Baiklah, aku akan terus mendukung kamu, apa pun itu selama kamu bahagia aku akan selalu mendukungmu, aku janji sayang,” ujar Rio sambil mengelus pipi Mentari.


Dia memandang Mentari dengan penuh cinta. Mentari bisa melihat ketulusan di mata lelaki yang selalu bersamanya itu. Walaupun Mentari belum sepenuhnya bisa mencintai Rio, tetapi ia sudah bertekad untuk terus menjaga hubungan mereka.


“ Terima kasih ya sayang, kamu selalu ada untukku dan selalu mensupportku, aku sangat bahagia memilikimu,” ujar Mentari dengan tulus.


Tanpa membalas ucapan Mentari, Rio lalu menarik Mentari dan memeluknya. Tindakan mereka sontak membuat teman-temannya yang berada dalam kelas langsung bersorak.


“ Dunia serasa milik berdua aja nih, kita-kita ma cuman numpang doang,” teriak Daniel yang ada di belakang mereka, yang membuat lainnya ikut mengejek dua insan yang dimabuk cinta itu.


Siswa yang ada di luar pun berlari menuju kelas mereka karena penasaran dengan keributan di kelas Mentari. Seketika Mentari langsung menyembunyikan wajahnya ke dada Rio. Rio hanya bisa tersenyum, ia pun sebenarnya malu tapi ia mencoba menutupinya dengan memasang wajah cueknya.


Azka dan Rani pun ikut masuk melihat kegaduhan itu, dan entah kenapa melihat Mentari yang ada dalam pelukan Rio membuat dadanya seketika menjadi sesak, ada rasa sakit yang menghantam dadanya, ia hanya bisa melihat kemesraan sahabatnya itu.


Hal ini semakin membuatnya menyadari jika ia sudah mulai menyimpan rasa kepada sahabat masa kecilnya itu.


“ Tariiiii,” teriak Laura dan Monika yang menerobos dalam kerumunan orang-orang yang berdiri di pintu kelas Mentari.


“ Eh, kalian bubar, bubar semua, di sini nggak ada pertunjukan.” Ujar Laura kemudian yang mebuat kerumunan itu pun bubar dan meninggalkan kelas Mentari.


“ Kamu tega banget sih Tar, mau ninggalin kami, kami pasti akan merindukanmu,” ujar Monika yang sudah mulai terisak.


“ Iya Tar, kenapa sih harus pindah? Nanti yang bantu aku belajar Matematika dan Biologi siapa?” ujar Laura. Mentari pun berdiri dan berjalan ke arah kedua sahabatnya.


“ Maafkan aku ya, aku juga ingin terus bersama kalian tapi aku nnggak bisa, kontark Ayahku diperpanjang,” ujar Mentari sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


“ Di sini kan ada kami dan keluarga Azka kan baik sama kamu Tar,” ujar Radit yang tiba-tiba berdiri di belakang Laura.


“ Iya Tante Santi dan Om Raihan baik banget tapi kalian tahu kan, sebaik apa pun orang, tapi lebih baik lagi jika kita tinggal bersama orangtua kandung kita,” ujar Mentari menatap Radit.


“ Rio aku izin ya sama kamu,” ujar Radit melihat Rio.


“ Izin apaan loe Dit ?” tanya Rio yang tidak mengerti ucapan Radit. Bukannya menjawab, Radit menarik Mentari dan memeluknya.


“ Aku akan merindukan saat-saat seperti ini Tar,” ujar Radit lalu melepas pelukannya.

__ADS_1


Ia juga pasti akan merasa kehilangan Mentari, gadis yang pernah membuatnya jatuh cinta itu.


Rio yang melihat itu pun menahan rasa cemburunya, baginya sekarang bukan saatnya untuk mementingkan egonya, dia sangat paham betul, sahabat Mentari juga akan merasakan kehilangan jika Mentari pindah sekolah.


***


Sore ini semua siswa peserta LDKS telah berkumpul di sekolah, kelima sahabat itu pun sudah mulai disibukkan dengan tugas mereka, terutama Radit dan Azka selaku ketua panitia dan ketua OSIS.


Monika dan Laura yang bertugas di seksi konsumsi pun sudah mulai berkutat di dapur umum bersama panitia lainnya. Sedangkan Mentari sedang sibuk mendata peserta yang akan ikut kegiatan ini. Ia bertugas mencatat siswa perempuan dan Daniel bertugas mencatat siswa laki-laki.


“ Semua kordinator sekarang berkumpul ke sini,” teriak azka dengan lantang di Mimbar Upacara. Tanpa dipanggil kedua kalinya, semua yang bertugas sebagai kordinator pun dengan sigap berlari ke arah Azka dan Radit.


“ Begini kawan-kawan, saya selaku penanggung jawab kegiatan ini memohon kerja sama kalian, terutama di bagian seksi keamanan. Malam ini Pembina kita tidak sempat bermalam bersama kita, jadi secara otomatis kegiatan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga adik-adik kita. Saya rasa kawan-kawan kelas XI akan mudah kita kontrol, tetapi untuk kelas X yang baru pertama ikut acara beginian akan menjadi sulit dikontrol, terutama gadis-gadis manjanya,” ujar Azka panjang lebar, beberapa temannya tertawa setelah mendengarkan kata terakhirnya itu.


“ Saya harap kita saling bahu membahu, tolong menolong, walaupun kita bukan bertugas di seksi keamanan tapi kita juga punya kewajiban untuk menjaga peserta kita, Paham?” ujar Azka yang diangguki teman-teman panitia.


“ Oke, kalau begitu silahkan bekerja,” Azka pun menutup ucapannya sambil bertepuk tangan menyemangati Panitia yang sedang bertugas.


***


“ Azka kalau lagi serius gitu, ketampanannya semakin bersinar ya, huh bikin adem aja nih hati,” ujar Maya yang bertugas sebagai kordinator di seksi kesehatan.


“ Awas loe, Azka itu udah punya pacar, daripada sakit hati, mending nggak usah mimpi ketinggian deh,” ujar Laura yang bertugas sebagai kordinator Konsumsi.


Mentari yang berjalan bersama keduanya hanya bisa tersenyum mendengarkan obrolan keduanya, ia harus akui jika apa yang dikatakan Maya barusan itu memang benar. Tanpa ia sadari sebuah senyuman menghiasi wajah cantiknya.


***


Setelah mereka menyantap menu makan malam mereka, semua peserta dan paniti berkumpul di tengah lapangan.


Ada juga beberapa siswa sedang asyik bersenda gurau, dan ada juga yang bernyanyi sambil diiringi petikan gitar. Malam ini menjadi malam yang indah bagi siswa yang memiliki pasangan. Azka tidak membatasi teman-temannya yang penting mereka tetap menjaga nama baik sekolah ini.


Azka berjalan ke arah temannya yang sedang asyik bernyanyi sambil diiringi petikaan gitar itu. Ia ingin menyanyikan sebuah lagu yang dibawakan oleh Band NOAH yang berjudul Ini Cinta. Ia pun duduk dan mengambil mikerofon.


Sebelum menyanyi ia memejamkan mata lalu membayangkan wajah Mentari yang tersenyum kepadanya.


Percayalah padaku


Ini bukan nafsuku


Perasaan yang utuh


Dari dalam Hatiku


Percayalah kataku


Ini bukan akalku


Keinginan yang tulus tuk dapatkan hatimu


Semua


Semua mata tertuju kepadanya, Rani tersenyum bahagia, ia mengira jika Azka bernyanyi untuknya. Azka terkadang melirik Mentari yang sedang duduk bersama Rio dan ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Mentari yang mendengarkan lagu itu merasa irih kepada Rani, seorang Azka bernyanyi untuknya. Berbeda dengan Mentari, Rio dan ketiga sahabatnya sangat yakin jika lagu itu mewakili perasaan Azka kepada Mentari.


*


*Ini cinta


Bukan yang lainnya


Ini cinta


Bukan yang lainnya


Tatap jelas mataku


Jangan ragukan itu


Lihat dalam mataku


Kaulah lamunan itu


Ini cinta


Bukan yang lainnya


Ini cinta


Bukan yang lainnya


Percaya padaku


Ini bukan nafsuku


Perasaan yang utuh


Dari dalam hatiku*


Semua bertepuk tangan ketika Azka mengakhiri lagunya, bahkan beberapa siswa menatap Azka penuh kagum.


“Lagunya buat siapa Ka?” tanya Daniel yang sedang duduk di samping Azka dengan memangku gitarnya.


“ Buat seseorang yang ada di antara kita,” ujar Azka sambil tersenyum lalu berdiri, tanpa diduga Rani lari ke arahnya dan memeluknya.


Azka yang tidak menyangka tiba-tiba dipeluk, langsung menatap Mentari dengan wajah sendu.


Semua siswa menyoraki keduanya, Wajah Azka seketika merah dan buru-buru melepaskan pelukan Rani. Mentari yang melihat adegan itu hanya bisa bersabar menahan rasa cemburunya, dia sadar tidak ada haknya untuk marah, dia hanya sahabat Azka.


“ Terima kasih ya sayang, aku bahagia banget, Kak Azka sangat romantis, bikin aku jadi kelepek-kelepek,” ujar Rani sambil tertawa riang.


Azka hanya bisa tersenyum kecut. Ia lupa jika saat ini Rani ada di antara dia dan Mentari. Ada rasa kecewa terbesit di dalam hatinya. Lagu yang dinyanyikannya tak sampai menyentuh hati wanita yang dicintainya, malah nyasar ke hati seseorang yang kini bersamanya.


***


Jangan lupa like dan coment nya ya 🙏

__ADS_1


Terima kasih telah mampir di novel ku 🙏*


__ADS_2