Cintaku Bersemi Karena Keterpaksaan

Cintaku Bersemi Karena Keterpaksaan
Ketauan


__ADS_3

Setiap hari Minggu pagi, Zio selalu bersepeda keliling lapangan. Setelah lima atau enam kali putaran, dia baru pulang ke rumahnya.


Sebelum pulang, biasanya dia mampir di warung kak Susi untuk membeli sarapan.


"Ma.... mari kita sarapan," ucap Zio setelah sampai di rumahnya.


"Kamu beli sarapan apa Zi....," tanya mamanya.


"Biasa ma. Zio beli lontong, papa Zio belikan nasi lemak kesukaannya, sedangkan mama Zio belikan nasi urap," jawab Zio.


Kemudian mereka bertiga segera sarapan.


"Zio.... apa sudah kamu pikir baik-baik tentang keputusanmu memutuskan pertunangan dengan Nayla," tanya papanya saat sarapan bersama.


"Sudah seminggu yang lalu Zio cerita sama mama akan memutuskan pertunangannya. Tapi mama suru dia untuk memikirkannya lagi. Mama juga tidak ingin pernikahan Zio nantinya batal. Tapi kalau memang Zio sudah tidak tahan, apa boleh buat. Yang menjalani kan Zio bukan kita," ucap mamanya Zio.


"Memangnya apa sih permasalahannya sehingga kamu tiba-tiba memutuskan pertunanganmu?" tanya papanya lagi.


"Sejak awal perkenalan sampai awal pertunangan, Nayla sangat baik dan sabar pada Zio pa. Tapi belakangan ini, sikapnya berubah drastis. Dia terlalu mengatur Zio. Dia juga egois, mau menang sendiri. Dan yang terakhir yang tidak Zio sukai, dia suka pergi ke diskotik," jawab Zio menjelaskan.


"Kamu tau dari mana kalau dia suka ke diskotik?" tanya papanya lagi.


"Kebetulan sepupunya Abin bekas pacarnya Nayla. Begitu ketauan sering ke diskotik, Nayla langsung diputuskan oleh sepupunya Abin," ucap Zio menjelaskan.


"Kalau papa mama sih terserah kamu saja. Karena kan kamu yang akan menjalani," ucap papanya lagi.


Setelah selesai sarapan, mamanya Zio pergi ke halaman depan untuk menyemprot bunga anggrek yang banyak semut. Papanya di teras depan membaca koran.


Sedangkan Zio juga di teras depan bersama papanya, tetapi dia main game di hpnya. Zio senang sekali bermain game.


Tiba-tiba hpnya berdering. Dilihatnya panggilan masuk dari Abin.


"Hallo.... ada apa Bin pagi-pagi sudah menelpon," tanya Zio dalam teleponnya.


"Kamu hari ini ada kesibukan? Kalau tidak ada nanti siang kita nongkrong yok," ucap Abin dalam teleponnya.


"Dimana?" tanya Zio lagi.


"Di tempat biasalah," jawab Abin.


"Ok lah. Kalau mau berangkat kabari aku ya," kata Zio pada Abin.


Mamanya yang sedang nyemprot bunga anggrek mendengar pembicaraan Zio.


"Mau pergi kemana Zi....," tanya mamanya Zio ingin tau.


"Biasa ma, nongkrong di cafe," jawab Zio.


"Dengan siapa?" tanya mamanya lagi.


"Dengan Abin ma, teman SMA Zio," jawab Zio menjelaskan pada mamanya.


***


Kalau hari libur Sahira selalu memanfaatkan waktunya untuk membereskan bunga-bunga di halaman depan rumahnya. Dia senang sekali berkebun.

__ADS_1


"Bunga anggreknya rajin disemprot Ra, biar tidak banyak semutnya," kata ayahnya pada Sahira.


"Iya yah.... baru Hira semprot," jawab Sahira sambil menggunting daun bunga bougenville.


Kemudian ayahnya Sahira masuk ke dalam rumahnya.


"Mau pergi kemana bun?" tanya pak Yusuf pada istrinya yang dilihatnya sudah berdandan rapi dan hendak pergi.


"Mau tempat teman mas. Ada teman yang sakit, jadi saya sama teman yang lain mau pergi menjenguk," ucap bu Rangga pada suaminya.


Pak Yusuf selalu percaya terhadap istrinya. Kemanapun istrinya pergi, dia tidak pernah curiga.


***


"Sudah lama kamu sampai Bin," sapa Zio ketika sampai di cafe.


"Lebih kurang lima menit aku menunggu disini," ucap Abin.


Setelah memesan makanan dan minuman, merekapun asik mengobrol.


Saat sedang asik ngobrol, masuklah sepasang kekasih yang usianya sudah tidak mudah lagi. Saat Zio melihat ke arah tamu yang baru datang, cepat-cepat Zio pura-pura tertunduk.


"Zio.... memangnya kamu kenal dengan orang itu. Kenapa begitu melihat orang itu, kamu pura-pura tertunduk," tanya Abin ingin tau.


"Aku kenal, makanya aku tunduk," jawab Zio pelan.


"Kalau kamu kenal, kenapa tidak kamu sapa. Kamu mala tunduk pura-pura tidak tau," ucap Abin penasaran.


"Kamu mau tau..... yang cewek itu ibu tiri teman aku, sedangkan yang cowok aku tidak kenal. Yang pasti bukan ayahnya teman aku," ucap Zio menjelaskan.


"Berarti ibu tirinya teman kamu itu..... "


"Selingkuh....," jawab Zio.


"Kasihan sekali suaminya ibu itu ya. Berarti ayahnya teman kamu dihianati istrinya," jawab Abin.


Zio baru ingat percakapan papa mamanya tentang istrinya pak Yusuf yang banyak utang. Mungkin istrinya pak Yusuf membohongi suaminya tentang utangnya yang seratur juta. Bisa jadi pak Yusuf sengaja dikorek istri keduanya untuk bersenang-senang dengan selingkuhannya, batin Zio dalam hati.


"Bin.... coba tolong kamu fotokan mereka berdua. Tapi jangan sampai tau mereka ya," ucap Zio pada Abin.


"Untuk apa Zi, memangnya kamu detektif....," ucap Abin sambil becanda.


"Adalah.... nanti pasti kamu tau sendiri," jawab Zio.


Kemudian Abin memfoto bunda tirinya Sahira saat duduk mesra dengan kekasihnya.


***


Sesampainya Zio di rumah, dia menceritakan semuanya pada papanya.


"Sebenarnya kita tidak punya hak untuk mencampuri urusan rumah tangga pak Yusuf... tapi papa kasihan juga melihat Yusuf dihianati istrinya. Uang Yusuf juga sampai habis dibuat istri keduanya ini. Tapi gimana caranya ya...," ucap pak Mahendra bingung.


"Papa ngomong langsung saja sama pak Yusuf, mudah-mudahan pak Yusuf percaya," ucap Zio.


"Besoklah papa coba memberikan foto ini pada Yusuf," kata pak Mahendra lagi.

__ADS_1


***


Keesokan pagi saat pak Mahendra sampai kantornya, dia segera menjumpai pak Yusuf.


"Suf.... ada yang akan saya katakan, tapi kamu jangan terkejut mendengarnya ya," kata pak Mahendra.


"Ada apa ya pak....," jawab pak Yusuf bingung.


"Begini Suf.... kamu pernah curiga dengan istri kamu?" tanya pak Mahendra pada Yusuf.


"Maksudnya curiga gimana pak, saya tidak paham dengan maksud bapak," jawab pak Yusuf lagi.


"Maksudnya curiga kalau istri kamu punya hubungan khusus dengan laki-laki lain," ucap pak Mahendra.


"Memang istri saya sering keluar rumah. Yang pasti jarang di rumah. Ada saja urusannya. Tetapi karena saya tidak pernah curiga ya saya izinkan saja pak. Memangnya istri saya kenapa pak!" jawab pak Yusuf penasaran.


Kemudian pak Mahendra memberikan foto kebersamaan istrinya dengan lelaki lain.


"Ya Allah..... dari mana bapak bisa dapat foto ini?" tanya pak Yusuf terkejut.


"Dari mana asalnya foto ini kamu tidak perlu tau. Yang terpenting, kamu tanya istri kamu ada hubungan apa dia dengan lelaki ini," jawab pak Mahendra lagi.


Pak Yusuf hanya terdiam dan merenungi perkataan pak Mahendra barusan. Dia sangat sedih. Seandainya aku tidak memberikan kebebasan pada istriku, tidak mungkin kejadian ini bisa terjadi. Pantas utangnya banyak, mungkin untuk berfoya-foya dengan lelaki itu, batin pak Yusuf dalam hati.


- Bersambung -


Jika suka dengan novel ini, beri like and vote ya. Terima kasih.


Tokoh Cerita



Zio adalah lelaki tampan dan berwibawa. Dengan rambut lurus dan hidung mancung, membuat Nayla tergila-gila.



Sahira adalah seorang gadis yang lembut, polos dan manis. Dengan kulit yang putih bersih membuat Zio jatuh hati padanya.



Arfi merupakan cowok ganteng yang tidak bisa melupakan mantan kekasihnya. Walaupun dia sudah bertunangan dengan wanita lain, tetapi dia belum bisa melupakan kenangan bersama mantan kekasihnya.



Naura merupakan mantan kekasih Arfi yang tidak perna bisa dilupakan. Terlalu banyak kenangan indah bersamanya.



Nayla adalah wanita cantik tetapi terlalu banyak mengatur dan egois sehingga Zio memutuskan pertunangan dengannya.


Cerita ini hanya fiktif dan khayalan author saja.


Jika ada kesamaan kisah atau tempat, itu bukan unsur kesengajaan.


Jika nantinya banyak kesalahan dalam penulisan, author mohon maaf.

__ADS_1


Author sangat menunggu saran dan kritik yang dapat menyempurnakan karya ini.


Terima kasih.


__ADS_2