
Nania terkejut ketika siang itu sedang menunggu teman – teman akrabnya di gerbang sekolah untuk pulang bareng, Fairro tiba – tiba datang menghampirinya dengan motor Harley Davidsonnya.
“Fairro?? Hei, motor lo udah baik ya??” tanya Nania dengan surprise.
Fairro mengulurkan sesuatu pada Nania. Selembar tiket konser musik.
“Datang ya?” kata Fairro. “Konsernya Minggu malam, jam 7 “
Nania memandang tiket konser itu dengan mata membulat.
“Konser siapa ini??” Nania teringat dengan kata – kata Abi yang mengatakan kalau Fairro jago main biola. “Konser lo ya?”
“Ya...”sahut Fairro singkat.
“Thanks ya Fairro...Tentu, gue datang deh!” janji Nania berbinar – binar.
“Eh lo mau pulang??...Yuk??” Fairro menawarkan tumpangan.
“Tapi gue...” Nania hendak menolak karena membayangkan gimana reaksi Winda, Lusy dan Abi nanti kalo mengetahui dia pulang bareng Fairro, tapi gadis manis itu tak tahan menentang mata abu – abu Fairro yang memandangnya dengan sorot mata yang seolah sedang memohon agar Nania mau ikut dengannya.
“Yah, why not?” Nania akhirnya melompat naik ke boncengan motor Harley Davidson Fairro tanpa pikir panjang lagi, dan membiarkan Fairro membawanya pergi meninggalkan area sekolah. Soal Winda, Lusy dan Abi, gampanglah...
Cuma selisih beberapa detik setelah Nania naik ke motor besar Fairro, teman – teman akrabnya muncul di gerbang sekolah. Lusy dan Winda cuma bisa ternganga melihat Nania berboncengan dengan Fairro melesat meninggalkan mereka. Sementara Abi melotot menyaksikan itu
“Bukan main cowok sialan itu! Dia sudah berhasil merebut Nania dari kami...” Abi mengomel - ngomel di dalam hati. “Biasanya Nania selalu pulang dengn gue atau dengan Lusy dan Winda...Tak pernah dengan orang lain...Tapi sekarang?? Nania pergi begitu saja, bahkan tanpa memberitau sedikitpun pada kami....Gue nggak bisa membiarkan ini!!”
“Hebat si Nania! Mentang – mentang si Fairro itu ternyata bukan hantu Jelangkung...Langsung buurr...Kabuur deh dia dengan si cakep itu!” kata Lusy setengah surprise, setengah kecewa kenapa bukan dia yang dibonceng Fairro (^ o ^)
“Iya, mana nggak pakai pamit lagi dengan kita? Eh...Lus...Yuk kita ledekin si Nania yuk??” usul Winda sambil mengambil HP Android-nya dari tas sekolahnya.
Selagi Lusy dan Winda asyik mengirim WA untuk meledek Nania, Abi tanpa ba – bi – bu lagi langsung nyelonong sendirian ke tempat mobilnya di parkir.
__ADS_1
“Lho, mau kemana Bi?? Seenaknya aja lo meninggalkan kami!!” Winda yang cepat menyadari itu, segera menyambar lengan Abi. “Tadi katanya mau mengantar kami pulang!?”
Abi menepis tangan Winda.
“Kalian pulang saja sendiri...” sahut Abi cuek. “Gue ada urusan!!”
Winda dan Lusy langsung melotot mendengar itu.
“Abi, kok lo gitu sih? Jahat!” sia – sia Winda marah, karena Abi seperti tidak mendengar kata – kata Winda dan terus saja masuk ke mobilnya dan tancap gas meninggalkan Winda dan Lusy yang terbengong – bengong seperti anak hilang di area sekolah.
Nania tidak tau kalo Abi diam – diam mengikuti Harley Davison Fairro sampai ke depan rumah Nania. Begitu Nania sudah turun dari boncengan Harley Davidson Fairro dan masuk ke dalam rumah, mobil Abi segera menyusul Harley Davidson Fairro yang baru bergerak meninggalkan rumah Nania dan memaksa si gondrong itu untuk berhenti.
Ketika Fairro akhirnya menepikan motor besarnya itu, Abi turun dari mobil dan mendekati Fairro.
“Apa sih maksud lo pakai mengantar Nania segala?!!” sergah Abi tanpa basa – basi lagi. Fairro mengangkat kedua alis matanya mendengar itu.
“Heh, asal lo tau ya, Nania itu cewek gue!! Jadi jangan ganggu – ganggu dia!!” balas Abi gusar.
“Cewek lo ya? Ooh...Kapan ya lo jadian dengan dia?” sindir Fairro.
Jelas – jelas Abi cuma mengarang saja tentang hubungannya dengan Nania. Abi mendelik karena sindiran itu sangat mengena padanya, disambarnya kerah Jaket Fairro dengan kasar.
“Brengsek lo!!”
“Hei...Gue nggak mau ribut dengan lo disini ya!?” kata Fairro mengingatkan. “Lepasin nggak??”
Fairro memang tidak melakukan apa – apa, tapi Abi terjengah menentang mata elang abu – abu Fairro yang berkilat – kilat berbahaya menatap kearahnya, tatapan itu begitu tajam menusuk laksana pisau belati yang hendak menembus jantungnya. Mau tak mau gentar juga Abi dibuatnya, walau tangannya masih tetap bertahan pada kerah jaket Fairro, tapi pemuda siswa SMU itu mulai mengendurkan cengkramannya.
“Lepasin nggak??” ulang Fairro datar.
__ADS_1
“Lo...” Abi merasa tangannya mendadak makin lama makin terasa panas membara. Abi tidak tau apakah tangannya panas karena gejolak amarah yang sedang membakar hatinya saat itu, atau karena kerah jaket Fairro yang tiba – tiba panas seperti bara api. Keringat mulai menetes satu demi satu di kening Abi, nafasnya terasa sesak, ada apa ini? Kenapa tangannya tiba – tiba panas begini?
“Aduuh!!” akhirnya Abi mengaduh kesakitan dan melepaskan cengkramannya pada kerah jaket Fairro. Telapak tangannya melepuh seolah – olah baru saja ditempelkan pada bara api yang sangat panas.
Begitu Abi melepaskan cengkramannya, Fairro menstarter Harley Davidsonnya.
“Gue pergi ya?” kata Fairro dengan gaya tak peduli.
Motor besar Fairro yang bergerak memaksa Abi untuk minggir.
“ Lo...Lo tukang sihir! Lo anak setan...” Abi tak dapat meneruskan kata-katanya karena sangat terkejut.
Abi melotot memandang Fairro yang melesat pergi dengan Harley Davidsonnya.
Abi yang kesakitan karena telapak tangannya melepuh, segera pulang ke rumahnya. Pemuda yang gemar memakai topi pet terbalik itu masuk ke kamar mandi, hendak membersihkan luka telapak tangannya di washtafel.
“Aduh...” Abi mengerenyit kesakitan karena telapak tangannya menjadi sangat pedih terkena air.
Abi memandang ngeri kedua telapak tangannya yang melepuh itu. Ba...Bagaimana Fairro bisa melakukannya?? Kerah jaket itu seolah telah menjelma menjadi bara api yang sangat panas...Bagaimana mungkin? Abi tiba – tiba merasa bulu kuduknya berdiri karena memikirkan itu. Tak ada api...Tapi tiba – tiba saja kerah jaket itu menjadi begitu panas...Dan tangannya menjadi melepuh terbakar...Fairro sudah membakar tangannya...Fairro pasti sudah menyihirnya...Abi merasa nafasnya sesak...Siapa...Siapa sebenarnya Fairro??
“Fairro pasti tukang sihir! Dia pasti anak setan!” pikir Abi menggidik ketakutan. “Ya...Pastilah dia anak setan...Dari awal gue udah curiga...Ada yang aneh pada Fairro...Cewek – cewek bisa tergila – gila padanya pastilah karena sihir setannya itu!! Ya pasti...Mereka semua sudah kena pengaruh sihirnya Fairro...Termasuk Nania...”
Abi mengangkat wajahnya dan memandangi cermin washtafel itu. Kelebatan bayangan Nania yang berboncengan dengan Fairro saat pulang sekolah tadi siang tiba – tiba terlintas dibenaknya.
“Nania...” pikir Abi dengan mata terbelalak ngeri. “Dia pasti belum tau siapa Fairro sebenarnya....Nania dalam bahaya....Gue...Gue harus memisahkan Nania dengan Fairro sebelum terjadi apa – apa pada Nania!!”
__ADS_1