
Devano yang sudah sampai didepan pintu kamarnya dan membuka perlahan pintu kamarnya itu dengan menekan kata sandi pintu kamar pribadi
cklik , suara pintu terbuka
vano dan lauren yang sedang menangis dan langsung terdiam setelah mendengar suara pintu yang dibuka tubuh kedua anak itu begetar takut dan vano kecil berusaha untuk tidak takut dan memeluk tubuh kembarnya supaya tidak takut walau ia juga sangat takut
devano yang masuk kedalam kamar untuk meliha kedua anaknya itu seketika wajah dingin dan kejam devano berubh dengan pendangan mata lembut penuh kasi sayang
" kalian sudah bangun , kata devano lembut dan berjalan menujih ranjang dimana kedua anaknya itu sedang menatapnya dan pandangan takut mereka
" mommy kami mana ? kata vano kecil dengan pandagan tajam aurah dinginny terpancar didiri vano kecil
Devano dan vano kecil memang memiliki tatapan yang sama dan sikap dingin mereka juga sama , memang sikap ayah akan turun keanak mereka .
Devano yang mendengar pertanyaan dari anak anaknya itu terdiam sesaat dan tersenyum kemudian dan duduk didekat anak anaknya itu sambil menemuk pelan kepala anaknya dengan kasi sayang
" mommy sedang dalam perjalanan kesini sayang , kalian bersiaplah dan kita akan sarapan bersama kata devano lembut kearah anak anaknya itu
" paman siapa ? kata vano datar
devano yang mendengar anaknya menyebut dirinya paman terdiam , mendengar anaknya sendiri memanggi dirinya dengan sebutan paman , sakit sakit rasanya
" ***sesakit** ini tidak dianggap oleh anak sendiri ternyata sakit* " kata devano terdiam mematung tapi secepatnya ia sadar dan langsung tersenyum lembut kepada kedua anaknya itu
__ADS_1
devano memeluk anak laki lakinya dan perempuanya bersama sama
" deddy ? saya deddy kalian , kata devano sambul memeluk erat tubuh kedua anaknya itu
lauran dan vano terdiam dan menerimah dipeluk oleh devano ada , ada getaran bahagia devano rasakan memeluk tubuh kecil kedua anakya itu
" tidak akan aku biarkan kalian pergi lagi dari hidupku aku sangat menyayangi kalian " kata hati devano
tok tok tok , suara pintu diketuk ...
Devano yang masi memeluk tubuh kedua anaknya itu langsung melepas pelukaanya dan mencium kening kedua anaknya secara bergantian
devano berjalan menujuh pintu
palayan yang mengetuk pintu kamar tuan mudah itu begetar takut dan menundukan wajahnya
" maaf , maaf tuan mudah ada nona Selena kata Pelayan itu dengan nada terbata bata dan badan begetar takut
Devano yang mendengar itu langsung , wajah tampanya itu berubah merah padam dan rahang mengeras menahan marah
" siapa yang mengijinkan wanita itu masuk kedalam rumah ku ini ? teriak devano setelah keluar dari pintu kamarnya itu
" maaf tuan mudah kami sudah berusaha melarangnya tapi nona selena memaksa masuk dan sekarang bi may berusaha melarang untuk dya masuk , kata pelayan itu takut mendengar teriakan devano itu
__ADS_1
" usir dya , kata devano datar
" ba , baik tuan kata pelayan itu terbata bata dan langsung pergi dari hadapan devano
devano yang menekan tombol telpon yang ada disamping pintu kamarnya
" sediakan anak anakku pakaian dan sarapan bawa kekamarku sekarang , kata devano datar dan langsung menutup telpon tanpa harus menunggu jawaban telpon yang sudah terhubung dengan kepala pelayan rumah devano
Devano yang kembali masuk kedalam kamarnya itu dan melihat kedua anaknya masi terdiam dan mematung melihat kearah devano
" kalian mandilah deddy akan menyiapkan air untuk kalian , kata devano lembut kepada kedua anaknya itu
" baik deddy kata lauren dengan ciri khas centilnya
deng deng deng ,, jantung devano berdetak lebih cepat dan mematung setelah mendengar anak perempuannya memangginya dengan sebutan deddy
devano yang sangat bahagia mendengar dirinya dipanggil deddy langsung berjalan cepat kearah lauren putri kecilnya dan memeluk tubuh anaknya itu dengan erat ia betul betu sangat bahagia sangat .
vano yang melihat kakanya sudah memanggil dengan sebutan deddy terdiam tanpa ada bicara sedikitpun
" terimah kasi , terimah kasi sayang sudah mau memnggil deddy terimah kasi " kata devano dengan bahagianya tak henti hentinya mencium seluru wajah anak cantiknya itu ia sangat bahagia , rasa marah yang begitu besar setelah mendengr kata pelayan tadi seketika hilang .
Marah devano dengan mood yang bisa bisa melenyapkan nyawa seseorang dapat ia redahkan dengan seketika setelah mendegar anaknya menyebut dirinya dengan sebutan deddy
__ADS_1
" terimah kasi terimah kasi kata hati devano tak henti hentinya mengucap terimah kasi dan terus mencium anak nya itu ia betul betul sangat bahagia