Close

Close
BAB 62


__ADS_3

devano yang mendengar laporan kesehatan diva itu dengan raut wajah yang susah ditebak . dan bi may memaklumi sifat bosnya itu yang sudah lama ia ketahui .


wajah tampan dan dingin devano selalu membuat orang takut untuk berhadapan dengan pengusaha sukses itu .


" baiklah , terus diperhatikan kondisinya dan laporkan terus kepadaku , " kata devano bangkit dari sofa yang ia duduki dan menujuh lantai atas dengan mengunakan lift khusu menujuh kamar pribadinya .


sesampainya devano didpan pintu kamarnya sudah ada pembantu yang menyambutnya ,


" Selamat malam tuan mudah " Kata pembantu wei yang cukup berpenampilan seksi


devano yang berjalan mendekati kamarnya dan tanpa tidak mau tau siapa yang menyapanya . pembantu itu melirik minat kepasa majikannya itu . Sedangkan devano yang langsung masuk kedalam kamarnya dan membersikan dirinya sebelum ia menujuh keruangan kesehatan menemui diva .


" Cihhh, tampan tapi sayang dingin tapi aku suka " Kata pembantu wei dengan tatapan mata genitnya memperhatikan tubuh tuan mudahnya dari belakang sampai menghilang dari pandanganya .


• Belanda


Brukkk , suara barang yang dibanting dengan membabi buta

__ADS_1


" Bagaimana bisa perusahan mengalami ini haa ? apa kalian bodoh ? kenapa bisa kebobolan seperti ini " Teriak dokter Rendi kepada sekretarisnya itu .


" Maaf tuan , ini mungkin ada penghianat di perusahaan kita dan sekarang sedang masalah penyelidikan , dan untuk sementara ini beri kami waktu untuk mencari penghinaan perusahaan ini dan saya usahkan kembali normal lagi " Kata sekertaris dokter rendi yakin .


" Baiklah , pergilah urus semuanya dan jangan ada kesalahan " Kata dokter rendi yang duduk di kursi CEO Perusahan fernando


Pikiran dokter Rendi melayang memikirkan diva yang sedang tidak sadarkan diri itu , hatinya sakit melihat wanita yang ia sayang terbaring lemah tak sadarkan diri .


" Semoga kau baik baik saja vaa , aku merindukan mu " Kata dokter Rendi sambil memijit kecil kepalanya .


" Sebaiknya aku menghubungi wilo dan menanyakan kabar diva " Kata dokter ray yang segera mencari nomor ponsel adiknya itu


" Hallo kk untuk kau menghubungiku , kk kak diva menghilang dan aku sedang mencari dan menanyakan keadaan " Kata dokter wilo yang sudah menangis menyesal sudah meninggalkan diva sendiri diruangan itu


" Apa kau bilang ? jangan bercanda wilo kaka tidak suka " Teriak Dokter ray marah saat mendengar kabar itu .


" kk maaf kan aku kakak maaf " Kata dokter wilo yang sudah terisak menangis sejadi jadinya .

__ADS_1


" Oh shitt siapa yang melakukan semua ini sebenarnya , aku yakin ada orang yang sengaja melakukan ini semua , " kata dokter rendi yang langsung membanting telpon genggamnya setelah mendengar kabar diva hilang .


• Pulau pribadi devan


Devano yang habis berendam untuk menenangkan pikirannya sejenak itu , keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk untuk menutupi tubuhnya itu melangkah keluar.


" maaf tuan ini bajunya sudah saya siapkan " Kata pembantu wiee dengan nada centilnya.


" Siapa yang menyuruhmu ? Kata devano dengan wajah yang sudah memerah marah saat ada yang berani masuk ke kamarnya tanpa ijin .


" tidak ada yang mengizinkan saya tuan , tapi saya berinsiatif sendiri " Kata pembantu wie dengan mendekati devano dengan beraninya dan menyentuh dada bidang devano dengan gaya seksinya berencana menggoda devano


dan devano yang mendapatkan perlakukan seperti itu diam dan menatap tajam kearah pembantu yang tidak tau diri itu dengan beraninya menggoda dirinya secara langsung itu .


" *menjijikan " Batin devano dan langsung mencekik leher pembantu wie itu dengan kasar dan itu membuat pembantu wie kesulitan untuk bernafas ia tidak menyangka mendapatkan perilaku yang kasar oleh devano .


iya mengira devano sama dengan pengusaha lainya yang menggilai tubuh **** , dan dengan mudah untuk digoda .

__ADS_1


Seketika pembantu wie sudah tidak bisa bernafas dan mati di tangan devano , dan devano dengan santainya melempar tubuh pembantu wie itu dengan jijik segera menghubungi bi may untuk membereskan tubuh pembantu wie yang sudah tak bernyawa dan devano kembali untuk membersikan dirinya .


" Menyusahkan " Kata devano datar dan kembali berendam.


__ADS_2