Close

Close
BAB 64


__ADS_3

kemarahan Devano memuncak saat mendengar bahwa lucas akan membawa diva dari dirinya , ia tidak akan membiarkan itu dan takan pernah .


" Sampai kapan aku tidak akan membiarkan siapapun membawa diva dariku tidak akan pernah " Teriak Devano kesal dan menendang vas bunga yang ada di ruangannya dan membanting telpon genggamnya saat ia mematikan telpon dari sahabatnya itu .


" Arrrrr , Banjingan diva milikku dan akan tetap begitu sampai kapanpun, " Teriak Devano


Bi may yang kebetulan mau melaporkan tentang keadaan diva yang mulai sadar dan ada pergerakan itu kaget mendengar suara pecahan yang keras memenuhi ruangan kantor Devano tuan mudahnya itu .


Bi may yang tahu kebiasaan buruk tuan mudahnya itu diam mematung di depan pintu ruang kerja Devano menunggu tuan mudahnya melampiaskan marahnya dengan barang-barang yang ada di dalam sana .


Ia tau suasana hati Devano sedang kacau hari, ini di tambah lagi dengan masalah Pembantu kurang ajar yang menjijikan itu , emosi Devano sangat menggila .


30 menit .


1 Jam


1 jam lebih .


ckleek ( Suara pintu ruangan dibuka )


Devano yang keluar dari ruangannya dengan sedikit berantakan dengan keadaan setenga mabuk dan wajah tampannya semakin dingin tatapan matanya merah .


" Maaf taun mudah, saya mau melaporkan keadaan nyonya diva " Kata bi may tunduk


seketika Devano menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap bi may dan menunggu laporan bi may .

__ADS_1


" Katakan " Devano datar


" Nyonya diva tadi menggerakkan tangganya dan memanggil nama tuan , tapi ia belum bisa sadar sepenuhnya " kata bi may


" Apa ? kau serius " Kata Devano bahagia mendengar itu Hatinya bahagia mengetahui bahwa dalam keadan tidak sadar saja diva menyebut namanya.


" keadaan nyonya sudah membaik tuan tapi sepertinya nyonya masi betah dengan tidurnya , dalam hal ini nyonya menolak bangun dari tidurnya " kata bi may .


Devano yang tadinya sangat bahagia seketika kembali melemah mendengar bahwa diva tidak mau membuka matanya dan masi setia dalam tidurnya .


" baiklah aku akan melihatnya secara langsung " kata Devano sambil berjalan menujuh ruangan kamar diva berada .


suasana hati Devano seketika bahagia mendengar itu ia berjalan tergesa Gasa menujuh kamar diva tanpa menghiraukan sapaan pembantu Devano .


Devano berjalan tergesa- geisha menuju ruangan yang dipake untuk diva . Ruangan yang mereka tempati memadu kasi .


Cklekkk .( suara pintu dibuka )


Seorang gadis cantik wajahnya yang pucat menatap kearah Devano dengan pandangan kosong .


Mata Indah memancarkan kesedian dan kekecewaan saat bersaman yang terpancar di mata yang menatap Devano saat ini .


Seketika Devano mematung menatap dalam kedalam bola mata gadis yang saat ini sedang menatapnya , mata yang ia rindukan.


Devano berjalan perlahan menujuh gadis itu dan disaat ia sudah ada di hadapan gadis itu seketika gadis itu menangis sejadi jadinya dan mengakibatkan jarum infus yang ada ditangannya terlepas dan berdarah .

__ADS_1


Devano yang langsung bereaksi memeluk tubuh gadis itu memberi ketenangan untuk tubuh gadis lemah itu .


" Kembalikan anak anakku aku mohon " kata diva terisak tangis.


" Tolong kembalikan ..


Devano yang memeluk tubuh diva itu semakin memeluk tubuh gadis yang ia cintai itu , gadis yang membuatnya merasakan mencintai .


" aku akan membawa mereka dan kita akan bersama sama " kata hati Devano dan memeluk tubuh diva dengan erat meluapkan rasa bersalah selama ini .


Diva yang di perlakukan seperti itu terdiam mematung . ia masi begitu binggung dengan situasi seperti ini air matanya tak henti mengalir membasahi pipi tirus diva .


Devano Memeluk tubuh diva dengan erat engan untuk dilepaskan . ia takut bahwa wanita yang ia peluk sekarang hanya mimpinya .ia takut mimpi ini tidak nyata .


" aku ingin anak anakku " Kata diva saat ia sudah merasa sedikit tenang . Dan menatap kearah wajah devano dengan pandangan mengemaskan menurut Devano .


Devano yang melihat itu tak henti mencium seluruh wajah devi . ia sangat bahagia sosok Devano yang dingin dan kejam hilang seketika saat bersama diva .


" aku akan membawa mereka kalau kondisimu sudah membaik " Kata Devano mengelus pipi diva .


Diva yang mendengar itu dan diam merasakan kelembutan Devano . ia menatap mata lelaki yang salam ini ia cintai tapi tak mampu bersamanya .


" istirahatlh aku akan menemanimu disini , Kata Devano sambil membiarkan tubuh diva di ranjangnya " Dan iku berbaring disamping diva


ia memeluk tubuh diva bak guling dengan lembut . malam ini adalah malam yang bahagia untuk Devano untuk sekian lama ia impikan memeluk tubuh wanita yang ia cinta .

__ADS_1


__ADS_2