
Bi may yang mendengar kejadian yang menjijikan itu marah dan menyuruh anak buahnya untuk mengurus mayat pembantu wei itu , kejadian ini membuat semua pembantu villa di pulau itu takut dengan kejadian tuan mudah membunuh pembantu yang berani menggodanya .
Begitu sifat devano selama 5 Tahun ini , sikap kejam yang ada diri devano semakin menjadi , dan itu tidak segan segan ia lakukan tanpa belas kesian sedikitpun .
" Kalian jangan ada yang bermimpi berani menggoda tuan mudah atau kalian akan bernasib sama dengan wanita menjijikan itu , dan mulai sekarang tidak ada diantar kalian yang di ijinkan memasuk ke kamar tuan mudah dan untuk membersihkan atau apapun itu harus melalui saya ," Kata bi may tegas dengan raut wajah yang dingin dan tatapan mata tajamnya .
Semua pembantu yang ada disitu tertunduk takut dengan kejadian itu . dan tidak ada bantahan dari mereka semua dan seakan tidak ada kejadian itu .
Devano yang sudah selesai berendam untuk kedua kalinya bersiap mengunakan pakaian rumah . dan berjalan keluar kamar untuk pergi keruangan kesehatan khusus diva yang sedang tidak sadarkan diri .
Perawat yang menjaga diva itu melihat tuan mudah berjalan menujunya itu berdiri dari duduknya dan membungkukkan badannya
" Selamat malam tuan mudah " Hormat perawat yang lumayan cantik itu
Devano yang mendiamkan sapaan perawat itu dan berlalu begitu saja tanpa membalas atau menganggukkan kepalanya . seakan tidak ada yang menyapanya .
Ckelkkk " Suara pintu dibuka
Seorang wanita cantik dengan tubuh terbaring lemah dengan selang untuk alat pernafasannya . Devano memandang wajah wanita itu dengan sorot mata cinta yang dalam .
Devano membaringkan tubuhnya di samping tubuh diva yang belum sadarkan diri itu ,
" Kenapa kau belum bangun juga , apa kau begitu membenciku sehingga kau tidak mau bangun dari tidur panjang mu , kau tidak merindukan lauren dan Vano " Kata devano mencoba berbicara dengan diva yang tidak sadarkan diri
" Maafkan aku maafkan kesalahanku yang membuat dirimu seperti ini maaf kan aku diva bangunlah aku mohon " kata devano yang sudah merubah posisi berbaring menjadi duduk menghadap diva
Tanpa disadari setetes air mata di mata wajah tampan yang biasanya dingin itu mengalir begitu saja tanpa ia sadari .
air mata kerinduan dan cinta untuk wanita yang sekarang ini sudah melahirkan anak anak untuknya wanita yang ia sakiti wanita yang bisa mengubah hidup seorang devano menjadi sosok keras selama ditinggalkan .
" Aku mohon bangunlah aku mencintaimu diva , aku mohon " Kata devano dengan air mata mengalir dan tangan menggenggam tangan diva itu .
__ADS_1
wajah yang biasanya terlihat dingin dan sorot mata yang selalu menatap tajam itu seketika berubah menjadi wajah kesedian dan mata yang merindukan sosok wanita yang terbaring lemah itu .
Devano tak henti hentinya mengatakan kata maaf dan mencium tangan kurus diva itu . yang ia berharap bahwa ada keajaiban untuk dirinya , keajaiban menyadarkan wanita yang terbaring lemah tidak sadarkan diri itu .
Untuk sesaat devano tak henti hentinya memandang wajah wanita itu. tidak ada kebosanan dirinya untuk tidak memandang wanita itu .
Devano juga tidak segan atau jijik melakukan pekerjaan membersihkan tubuh diva . devano melakukan itu dengan hati hati seakan tubuh diva adalah barang antik yang harus di jaga dengan nyawanya sendiri .
Ia memang tidak mengijinkan siapapun untuk membersihkan tubuh diva . tak terkecuali bi mau yang secara langsung turun tangan untuk pekerjaan itu .
Setelah melakukan itu devano kembali berbaring di ranjang king size jumbo itu dan menghadap langsung kearah diva memeluk tubuh diva secara pelan berharap saat ia memeluk tubuh diva , diva merespon pelukannya .
• Rumah Mewah Nyonya Ros
" Maaf nyonya Tuan kecil dan nona kecil terus menanyakan keberadaan mommy mereka " Lapor kepala pembantu nyonya ros
" dimana mereka sekarang jangan biarkan cucu cucuku tahu terus awasi mereka jangan biarkan mereka kekurangan apapun " Kata nyonya ros berdiri dari kursi malasnya pergi melihat kedua cucunya
" Hay nak " Sapa nyonya ros
" Oma ," kata Lauren dengan suara centilnya
Mata indah dan wajah cantik milik lauren itu sangat persis dengan wajah kecil devano saat kecil . nyonya ros serasa melihat devano kecil sedang ada dihadapannya .
sedangkan vano kecil hanya diam melihat oma dan kakaknya itu berbicara .
nyonya melirik kearah vano wajah dan mulut sangat mirip dengan devano dan mata itu mirip dengan mommy nya akan tetapi sifat yang di miliki devano turun langsung ke vano dingin dan cuek super super cuek .
" kalian bersabarlah nanti deddy kalian akan menjemput kalian dan nanti kalian akan berkumpul dengan mommy dan deddy klian " Kata nyonya ros mengelus kepala lauren
lauren dan vano kecil diam dengan raut wajah kecewa ia sangat merindukan mommy mereka tapi keadaan tidak memungkinkan , dan mereka adalah anak yang cukup pintar memahami situasi .
__ADS_1
• Vilaa devano
Devano yang terbangun dari tidurnya karena mendengar ketukan pintu segera beranjak dari kasurnya dan bangun membuka pintu kamarnya itu
" Maaf menggangu tuan mudah kami mau memberikan obat untuk nyonya ." kata perawat itu dengan menundukkan pandanganya karena takut menatap devano
" lakukanlah " Kata devano keluar dari kamar rawat diva tetap sebelm itu ia kembali mengecup kening gadis itu dengan dalam.
" Cepat lh sadar sayang , aku mencintaimu " Kata devano kembali mengecup kening diva .
perawat yang melihat itu heran dan kaget melihat perubahan sikap tuan mudah kalau berhadapan dengan wanita yang ia cintai .
Jam menunjukan pukul 10.00 Malam dan devano memutuskan menujuh ruang kerjanya dan mengerjakan dokumennya .
📲 ( Call Lucas )
" Hallo , kenapa kau membawa diva ? apa kau gila ? teriak lucas terhadap devano
" Kenapa ? aku membawa istriku apa aku salah " Kata devano datar
" istri ? dya bukan istrimu tuan mudah dy hanya simpanan dan wanita yang cuma melahirkan anak anakmu " Kata lucas berani
" kau dimana sekarang ? aku akan membawa diva dya butuh perawatan keadaannya tidak baik " Kata lucas.
'" diam dan jangan ikut campur kalau tidak aku tidak segan segan membunuhmu ' Jangan mengurus urusanku " Kata devano dengan kasar dan setia kata katanya mengandung nada ancaman serius
seketika lucas yang mendengar itu terdiam takut , ia tau bhawa sahabatnya itu tidak becanda dengan kata katanya . dan ia tidak memandang siapapun
" Baiklah , aku tidak akan membawanya dan tidak akan memberi tahu siapapun , apakah dia baik baik saja , kau dimana skrng biar aku memeriksanya "
" aku sudah mengatur semua dan sudah menyiapkan semuanya kau tidak perlu ikut campur " kata devano tegas dan langsung mematikan telpon nya
__ADS_1