
Pagi yang cerah dengan awan biru memenuhi langit , kicauan burung tak bisa l menyadarkan seseorang yang tertidur nyenyak dengan tubuh wanita yang sangat ingin ia peluk selama ini .
Aroma tubuh wanita yang masi memejamkan matanya itu sangat menenangkan hati dan jiwa lelaki dingin itu . .
Devano yang perlahan terbangun dari tidurnya perlahan membuka kedua matanya perlahan dan mencoba menyadarkan dirinya untuk beberapa menit kemudian ia melirik kearah wanita yang masi terpasang infus di lengannya itu , dengan masi memeluk tubuh wanita itu dengan erat .
Devano yang menatap wajah wanita yang masi tertidur itu , memandang mata , hidung dan bibir tipis perpaduan yang sangat sempurna menurutnya .
" Aku sangat mencintaimu , dan akan aku perjuangan walau kau membenci sikapku " Batin devano sambil memandang dalam wajah wanita yang ada di hadapannya.
" Morning " Sapa devano yang melihat mata indah itu perlahan terbuka senyum yang jarang terlihat di wajah devano sekarang sudah terpasang manis di wajah tampannya .
Devano memeluk erat tubuh itu dan mencium kening diva dan tak henti hentinya itu mengelus kapala diva dengan lembut dan penuh kasi sayang .
__ADS_1
Diva yang masi terdiam entah apa yang ada di pikiran diva saat ini . ia memandang dalam wajah lelaki dingin yang selama ini membuatnya menderita tetapi ia juga mencintainya .
Tatapan kosong dan kecewa masi terpancar di wajah diva . ia tidak menolak sentuhan devano . Untuk sesaat rasa sakit masa lalu masi menghantui pikiran diva .
Diva bagai robot hidup yang sekarang hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun . Devano yang menyadari itu tak ambil pusing yang ia tahu sekarng diva ada didekatnya dan berada aman dipelukanya ia sudha sangat bahagia .
Untuk beberapa saat devano masi memeluk tubuh diva engan untuk melepaskanya , dan saat terdengar suara ketukan pintu itu devano mengeram kesal dibuatnya .
" Maa , maaf tuan mudah saya ingin memeriksa keadan nyonya dan saat ini waktu untuk meminum obat " Kata dokter wanita yang salam ini merawat diva dengan tertunduk takut melihat wajah lelaki yang ada dihadapanya .
" hem , masuk " Kata devano datar dan membuka jalan masuk untuk dokter dan perawat itu untuk memeriksa keadan diva .
Devano yang masi berdiri mengawasi perawat dan dokter itu memeriksa diva dengan melipat kedua tanganya didada wajah dinginya masi terpancar jelas di wajah tampan devano saat ini .
__ADS_1
Beberapa saat pemeriksan ,
" keadan nyonya diva saat ini sudah membaik tuan mudah , dan untuk sekarang hanya masa pemulihan dan saya harap tuan dapat merawat dan membahagiakan nyonya pikiran nyonya saat ini sedang tidak fokus itu mengakibatkan piskoloknya sedikit terganggu dan untuk itu saya sudah menyuru dokter khusus untuk membantu pemulihan nyonya " kata dokter itu melapor keadaan diva saat ini dengan perasan sedikit takut .
devano yang mendengar itu diam dan mencoba memahami keadan diva saat ini .
" Lakukan yang terbaik " Kata devano dengan raut wajah dinginya "
" Ba , baik tuan kalau begitu kami permisi dan untuk siang hari akan ada dokter untuk memeriksa nyonya " Kata dokter itu sebelum meninghalkan kamar rawat diva
Dan Devano yang berdiri dari kursi malas dan memandang diva yang sedang memandang keluar jendela dengan Pandangan kosongnya .
" Cepatlh sembuh , aku berjanji akan membawa vano dan lauren kembali bersamamu " Kata devano lembut dan mencium kening diva dengan penuh kasi sayang
__ADS_1