
malam hari di pulau pribadi milik devano
aku sunggu tidak bisa memejampan mataku ini ? ada apa denganku aku sunggu tidak bisa tidur haaaa , ' kata hati diva menjerit gelisa entah apa yang akan terjadi ia sunggu sangat cemas
diva yang duduk di diatas ranjang kigsizenya itu gelisah , entah apa yang ada di hatinya sehingga membuatnya sangat gelisa
tok tok tok , suara ketukan pintu kamar
siapa ? teriak diva
tok tok tok , suara ketukan pintu kamar tanpa ada sautan dari orang yang mengetuk pintu kamar itu
siapa yang mengetuk di jam segini ? apa bi may ? haa sepertinya tidak dya kan selalu bisa masuk walau aku mengunci pintunya kata diva yang masi duduk di ranjang kigsize nya begitu malas untuk bergerk membuka kn pintu kamarnya
haaa biarlan saja aku malas bergerak , kalaupin itu bi may toh dya bisa buka sendiri kata diva sambil mengelus perut besarnya
dor ..
dor ...
diva yang mendengar suara tembakan tersentak kaget dan tubuh diva bergetar hebat
__ADS_1
nona , nona teriak bi may dari balik pintu kamar
diva yang mendengar suara bi may segerah bangun dari duduknya dan membuka kan pintu kamar diva
nona , nona harus segerah pergi dari sini cepat nona anda harus segerah pergi selamatkan anak anak di dalam perut nona dan anda bebas nona pergilh cepat nona pintah bi may yang menyuru diva segerah pergi dari pulau itu
ada apa bi may ? suara apa itu kenapa aku harus pergi ? panik diva
aku mohon nona nona segerah pergi dan diujung pulau ini ada kamal nelayan yang akan membawa nona pergilh nona jangan pernah melihat kebelakang anda sekarang bebas kata bi may yang langsung menarik tangan diva keluar dari kamar menujuh puntu belakang vila itu dan pintu belakng vila itu menujuh jalan rahasia menujuh ujung goa yang ditutupi oleh pohon pohon besar
lari nona selamatkan anak anak nona teriak bi may
dor
dor
suara tembakan semakin menjadi jadi
diva yang berlari tertatih tahti sambil memegang perutny yang mesar itu terus berlari menaju dari vila itu menujuh goa yang disebut oleh bi may
haa ,perutku , haaa sakit jerit diva yang masi
__ADS_1
berlari sambil memegang perut besarnya itu
bertahanlh sayang mommy akan membawamu dan akan menyelamatkan kalian bertahan lh sayang
wajah cantik diva berubah menjadi Pucat dengan keringat bercucuran deras di wajahnya dan langkah kaki yang tertatih tahti itu terus melangkahkan kaki keujung pulau itu
aku harus berrtahan harus demi anak anak ku ,
diva yang sudha memasuki gou itu terduduk lemas digoa itu pandangan mulai kabur dan perut diva semakin sakit ia rasakan tetapi ia harus segerah lari dari sini
beberapa menit kemudian diva yang melajutkan jalannya menujuh ujung pulau itu sampai disana ada kabal nelayan yang sedang beristirahat sepasang suami istri yang sedang beristrihat untuk makan malam di pulau itu membakar hasil panjinan mereka
tunggu tolong tunggu teriak diva berjalan cepat menujuh kapal nelayan itu yang hendak pergi
suamiku ? kau dengar ada suara wanita yang memanggil kita ( kata istir nelayan itu
iya aku juga mendengarnya istriku, kata nelayan itu sambil turun kembali didarat dan saat ia turun kedarat iya melihat diva yang suda melemah dan. hampir kehilangan kesadarnya
istirku lihatlh wanita hamil ini ? kita harus menolongnya dan membawanya cepat ( teriak suami nelayan itu sambil mengangt tubuh diva naik keatas kapal mereka )
cepatlh suamiku kesian sekali anak ini kita harus menyelamatkan cepat
__ADS_1
diva yang sudah kehilangan kesadaranya itu dengan wajah yang amat pucat