
Devano yang memikirkan bagaimana caranya ia bisa kembali mendapatkan apa yang sudah jadi miliknya itu
Dalam mobil yang membawa devano dan kedua anak kembarnya itu hening setelah kedua anaknya diam dan tertidur , kelelahan setelah menangis cukup lama .
mobil yang membawa devano dan kedua anak kembarnya itu memasuki halam rumah mewah bak istana itu
di Depan halaman sudah ada beberapa mobil spot mahal yang terparkir di depan rumah devano
" tuan mudah sepertinya tuan roy , lucas , dan lay sedang berkunjung kata sekertaris devano
devano yang diam dan memandang kembali kedua anaknya cukup lama terdiam dan cuma menganggukan kepalanya kepada sekertarisnya itu tanpa ada niat untuk menjawap apa yang dibilang oleh seekrtarisnya itu.
Devano yang mengendong kedua tubuh kecil anak-anaknya itu sekaligus memasuki rumah mewah devano itu .
Devano yang sudah disambut oleh bebetapa pelayan yanh berjejer didepan pintu masuk rumah itu dan menunduk hormat kepada tuan mudah itu .
" selamat datang tuan mudah sapa bi may
__ADS_1
devano yang berjalan melewati barisan pelayan dan bi may yang menyambutnya
bi may yang melihat kearah tuan mudhnya itu terdim dan langsung kembali mengingat kemasa ia menjaga nona diva sewaktu itu dan langsung menebak bahwa anak yang sedang tuan mudah gendong itu adalah anak anaknya
" apakah itu anak anak dari nona diva ? oh syukurlah mereka selamat , dan dimana nona diva sekerang kenapa tuan mudah datang sendiri tanpa ada nona diva ? kata hati bi may yang masi memeperhatikan tuan mudahnya itu dan kedua anak kecil yang sedang ada digendongan devano
devano yang mengendong kedua anaknya yang sedang tidur itu . membawa tubuh anak anaknya masuk kedalam rumah tanpa beban akan keberatan membawa dua anak sekaligus .
bi may yang mengerti dan langsung menawarkan diri untuk membawa salah satu anak yang di bawa oleh tuan mudahny itu
" tidak , kau siapkan langsung kebutuhan mereka berdua dan aku akan membawa langsung kekamarku , kata devano datar sambil melangkah masuk kedalam rumah
" baik tuan kara bi may hormat
saat masuk kedalam rumah , roy , lucas dan lay sedang menunggu devano dan menikmati minumam yang sudah disiapka oleh pelayan devano itu langsung berdiri dari duduknya kaget melihat seorang tuan mudan kaya raya dan dingin itu membawa dua anak kecil dalam gendonganya
" Apa aku bermimpi ? apa kita salah masuk rumah ? kata Lucas yang heran melihat kearah devano membawa dua anak kecil dalam gendonganya "
__ADS_1
" sepertinya kita btul betul sudah salah masuk rumah ? kata lay menyambung kalimat lucas
" anak siapa itu devano ? apa kau menculiknya dari oantai asuhab ? kata roy kepada devano
devano yang melihat dan diam sebentar di hadapan teman temanya itu . dan mendengar apa yang ucapkan oleh sahabtnya itu , setelah mendengar apa yang diucapkan oleh roy devano langsung memasang wajah begitu marah dan menatap tajam kearah roy .
" diam kalau kau masi mau hidup kata devano datar dan dingin dengan sedikit suara yang dikecilkan
sahabat sahabat devano langsung terdiam setelah mendengar apa yang dibalang oleh devano itu , dan devano melanjutkan langkahnya ke arah liff yang memang tersedia dirumahnya dan liff itu langsung menunjuh kekamar pribadi devano .
Kamar devano yang berada di lantai 3 . lantai 3 yang khusus untuk dijadikan kamar pribadi devano dan kamar itu tidak ada yang boleh memasukinya dan cuma bi may yang boleh masuk dan membersikan kamar itu
devano membawa kedua anaknya masuk kemarnya dan meletakan kedua anaknya dengan pelan di ranjang kingsize super besar itu , dan tidak lupa menyelimuti tubuh kedua anak kembarnya itu .
devano yang masi memandang wajah kedua anaknya itu dengan kasi sayang ,
" kedua anak kita akan hidup bahagia , dan kau akan segerah aku bawa bersamaku secepatnya , kata devano sambil memandang foto anak kecil perempuan dengan bingkai foto ukuran sangat besar yang berada di atas kepala ranjang tempat tidurnya itu .
__ADS_1