
Pagi ini merupakan pagi yang sangat indah bagi seluruh masyarakat di kota ketika melihat cahaya mentari tak ragu untuk menampakkan diri, sedikit menyapa di balik awan sambil memberi sebuah sinar kehangatan yang selalu di nanti kedatangan.
Tapi tidak pada seorang wanita bernama mawar, bukan! Nama aslinya adalah sofia rosalina, hanya saja rosa dalam bahasa inggris bisa di katakan mawar.
Pagi ini bukan pagi yang cukup baik untuknya, karena di pagi ini dia mendapatkan sarapan sebuah omelan dari atasan yang cukup di segani karena dalam hal pekerjaan tak akan main main untuk menghina maupun menjatuhkan karyawan jika tak becus menjalankan kewajiban, membawa sebuah berita untuk di suguhkan kepada masyarakat.
Ya, itu adalah pekerjaan mawar, dia adalah seorang wartawan yang di setiap harinya mencari sebuah berita untuk di sajikan pada semua orang.
Sebenarnya bukan hanya mawar saja yang sedang mendapat hina-an, tapi juga sahabat mawar atau bisa di sebut partner mawar dalam pekerjaan, Stephanie erika.
Dia juga menjadi sasaran bulan bulan an, sang atasan.
"Apa kalian pikir berita ini akan menjadi trending topik! lihat ini! berita murahan apa ini! kalian hanya buat malu perusahaan ini! untung saja aku melihatnya kalau tidak! kacau!"
Suara barington seorang wanita paruh baya membuat seluruh karyawan dalam grup 1 diam, termasuk mawar dan erika yang menjadi objek kemarahan wanita dengan kacamata rabun ini.
Mawar tak bisa marah atau mengelak, ini memang benar seratus persen salahnya, membuat berita yang tak di harapkan oleh masyarakat.
susi lestari atau bu susi, selaku kepala editor di perusahaan news hot corp pantas marah pada mawar dan erika yang membuat mereka masih diam sambil menundukan kepala.
"Kalian berdua adalah karyawan tepercaya ku, tapi kenapa kalian bisa membawakan berita tak bermanfaat seperti ini!" Susi menghempas-hempaskan beberapa lembar salinan berita yang telah di edit oleh erika dengan sangat kasar, merasa tak puas dengan kinerja mereka berdua.
"Saya tak tahu lagi harus berbuat apa, sekarang saya memerintahkan kalian untuk hari ini juga mewawancarai lusiana fanzeena! Saya ingin salinan dari berita itu di kirim besok, jika kalian gagal, kalian tahu bukan konsekuensinya?"Susi menatap tajam pada kedua karyawannya itu, sambil membuang nafas kasar, frustasi sekaligus kesal pada mawar dan erika lalu pergi dari ruangan mereka berdua.
Beberapa karyawan ada yang terang terangan menertawakan mawar dan erika, mereka tahu mawar dan erika adalah karyawan terbaik di perusahaan ini, kebanyakan pegawai di sini sangat sirik dengan pencapaian mawar dan erika.
Tapi mawar dan erika sudah tak asing lagi dengan keadaan ini, mereka berdua hanya bisa tersenyum berusaha agar terlihat kuat di hadapan para penghina.
Susi bisa marah pada hari ini dikarenakan kesalahan mawar dan erika, perintah dari susi adalah untuk mewawancarai diego natakusuma seorang CEO muda yang sangat sulit untuk mendapatkan berita atau mewawancarainya, bukan mawar tak berusaha namun ini sudah ke 20 kalinya permintaan mawar ditolak oleh perusahaan diego KLP GRUP dengan alasan yang sama bahwa diego tak suka masalah pribadinya di umbar ke dunia maya.
Menjengkelkan memang, tapi seperti itulah sifat diego yang dapat mawar tangkap dari segala ucapan dan perintahnya pada sekertarisnya untuk menolak permintaan mawar.
Sangat angkuh, keras kepala dan dingin.
Itulah sikap yang bisa mawar tangkap dari seorang chief executive officer perusahan klp grup.
__ADS_1
Mawar dan erika terdiam sejenak, memikirkan kembali betapa sulit agenda mereka kali ini yang harus mewawancarai lusiana fanzeena yang notabenenya adalah seorang artis terkenal sekaligus penyanyi multitalent yang pasti akan sangat padat jadwalnya.
Erika menarik nafas panjang frustasi, lebih tepatnya putus asa karena agenda kerja mereka ini "Bagaimana ini? lusiana adalah pemain film terkenal dia pasti sangat sibuk akan lebih sulit lagi, dari pada mewawancarai senya." keluh erika yang sedang menidurkan kepalanya di atas meja kerja.
"Sudahlah, jangan dulu menyerah bisa saja jadwal lusiana sedang kosong bukan?" mawar mencoba menyemangati erika, dengan senyum manisnya yang membuat siapapun senang saat memperhatikan senyuman mawar.
"Aku akan menelefon manajer lusiana, kau bisa berdoa dulu sebentar agar usaha kita lancar." mawar mengeluarkan handphone di dalam tasnya mengusap usap dan menelefon manejer lusiana.
"Halo.... apa ini dengan manejer lusiana fanzeena?" Tanya mawar.
"Iya dengan saya sendiri, ada apa?" Tanya seorang perempuan di ujung telefon.
"Begini kami dari news hot crop, ingin mewawancarai lusiana, kami ingin membahas tentang karirnya juga kesuksesannya di dunia perfilman. Apa bisa?" Tanya mawar.
"Oh, kebetulan sekali, hari ini lusiana sedang tidak ada jadwal, sepertinya lusiana bisa untuk diwawancarai, nanti saya hubungi kalian kembali untuk memberi tahu tempat dan waktu kita bertemu."jelas manejer lusiana
"baiklah terimakasih" jawab mawar, mawar mematikan telefonya dan memberi tahu erika, hatinya terasa senang saat mengetahui bahwa lusiana memiliki waktu luang untuk di wawancarai oleh mereka.
"Erikakita berhasil lusiana mau di wawancara!" mawar tersenyum kegirangan, lupa bahwa banyak pandangan tak suka dengan kesenangan yang mawar rasakan
Karena pada akhirnya dia dapat menjalankan tugas dari susi yang sama bencinya pada mawar dan erika, seorang pegawai bermuka dua.
***
Setelah pekerjaan mereka berdua selesai, pada sore harinya mawar dan erika menunggu taksi agar bisa mengantarkan mereka ke tempat perjanjian yang telah ditentukan.
"Setelah menentukan tempat dan waktunya. Lusiana ingin bertemu di restoran coffie me, sore ini" Ucap mawar pada erika yang berdiri di sampingnya.
"Kita datang lebih awal saja, aku ingin makan malam. " saran erika pada mawar yang menaruh pandangan pada jalanan kota yang cukup ramai.
"Boleh juga kebetulan aku juga sangat lapar." jawab Mawar menyetujui saran erika
Tak lama taksi datang mereka berdua menaikinya, di dalam mobil mereka hanya berbicara random, dan mempersiapkan mental untuk bertemu dengan lusiana, sebagai seorang wartawan bukan hal lumrah mendengar hinaan dari pada artis yang mereka temui, tapi manusia tetaplah manusia, kadang mawar dan erika juga sering merasa kesal akan sikap kliennya, namun sekali lagi, ini adalah pekerjaan mereka dan mereka tahu apa resikonya.
Sampai tempat tujuan, erika dan mawar turun dari taksi. "Erika kau masuk kedalam terlebih dahulu, aku takut kita tidak kebagian tempat, biar aku yang membayar taksinya." ucap mawar mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.
__ADS_1
"oke" jawab erika singkat, lalu pergi masuk kedalam restoran.
Setelah membayar taksi, mawar merasa handphone miliknya bergetar, mawar mencari benda pipih itu yang dia ingat di simpan didalam tasnya.
Mawar tersenyum menatap layar ponselnya, telefon yang akan selalu datang ketika dirinya terlambat datang kerumah. Telefon dari ibunya.
mawar mengangkat telefon yang tak lain adalah dari ibunya sendiri.
"Mawar... Kenapa pulang terlambat? Adikmu sudah sangat khawatir" Mawar tersenyum mendengar suara ibunya yang terdengar sangat khawatir dengan keadaan mawar.
"Iya bu.. Maaf mawar ada tugas mendadak, sampaikan permohonan maaf mawar yah pada vani." Jawab mawar yang masih berdiri di trotoar pinggir jalan.
"baiklah... Hati hati, jangan lupa makan malam." Ucap ibunya pada mawar.
"Baik bu... Mawar tutup yah." Setelahnya mawar menutup sambungan telepon itu.
Mawar berjalan pelan hendak masuk kedalam restoran, tetapi mawar di tabrak oleh pesepedah yang melaju sangat cepat melewati trotoar hingga mawar jatuh tersungkur. "Ahhh sakit sekali" mawar menjerit kesakitan sambil memegangi tulang kering kakinya yang terasa sangat sakit.
"Maaf..... maaff saya sedang terburu buru" Lelaki bersepeda itu berhenti melirik sekilas kearah mawar, lalu pergi setelah mengucapkan kata maaf.
Mawar kesal, tentu saja karena sekarang dia sudah menjadi tontonan banyak orang karena terjatuh di depan umum. Tapi tak ada seorang pun yang menolong mawar, atau sekedar menanyakan apa dia baik baik saja?
Tapi tiba tiba ada yang mengulurkan tangan pada mawar dan menatapnya dengan penuh iba "kau tidak apa apa?"
***
Beda kan sama yang belum di revisi? Mungkin ini dadakan banget, tapi yah aku sudah memutuskan untuk merevisi cerita ini secepat mungkin, agar project novel ku segera selesai. Maaf yah kalau ada typo:) maklumin aja kan sama sama manusia.
Jangan lupa vommentâ¤
__ADS_1