Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
terasa sesak dan sakit


__ADS_3

Erika terdiam dia tidak bisa berkata kata seolah mulutnya terkunci rapat.


Apa yang dia rasakan saat ini begitu berbeda dari pada biasnya.


'Apa aku bermimpi?' Itulah sebuah kata yang erika terus tanyakan dalam hatinya, bagi nya ini adalah sebuah hal yang sangat tidak mungkin.


Dan sekarang vino masih memeluknya dari belakang, erika menutup matanya hatinya begitu senang melihat perlakuan vino padanya.


"Tolong... Jangan pergi, saya tidak ingin sendirian di sini..."Pinta vino lagi, erika hanya mengangguk pelan posisinya masih sama dengan yang sebelumnya yaitu vino memeluk erika dari belakang.


Beberapa menit berlalu vino masih mempertahankan pelukannya pada erika, tapi erika merasa sangat pegal dia juga teringat bahwa dia harus bekerja hari ini.


"Pak.. Tapi... Saya harus beke-"


"Saya mengizinkan mu untuk tidak masuk bekerja hari ini." Vino dengan segera memotong ucapan erika agar erika tidak pergi dari pelukannya.


Erika hanya mengangguk dia merasa pelukan vino semakin erat, perutnya terasa sesak karena dekapan tangan vino di perutnya.


***


Mawar masih menunggu erika di depan ruangan vino, mawar cukup kesal karena ini sudah sangat lama sebentar lagi dia berdua harus pergi ke kantor tapi kenapa erika belum keluar juga.


'Apakah erika tertidur lagi?' Bingung mawar di dalam hatinya, diego hanya diam melihat mawar yang begitu tidak tenang menunggu kehadiran erika.


"Sudahlah.. mungkin mereka sedang berkenalan dan kamu seharusnya sekarang pergi ke kantor bukan? Mari ini sudah cukup siang.. " Diego menarik tangan mawar pergi dari ruangan vino.


Kini mereka berdua sedang menuju kantor tentunya dengan menggunakan mobil milik diego.


Tapi sepanjang perjalanan mawar hanya terdiam entah apa yang sedang dia pikirkan tapi dia berharap erika baik baik saja di sana.


"Jangan memikirkan erika, aku yakin dia bersama dengan vino akan baik baik saja."


Diego berusaha menenangkan mawar yang sangat khawatir dengan erika, mawar hanya mengangguk pelan tanpa menjawab ucapan diego.


Kekhawatiran mawar di dasari oleh hal yang sangat mungkin di lakukan oleh vino, vino adalah orang yang sangat nekat dia tidak segan segan melakukan hal yang dapat mencelakai seseorang demi mewujudkan ke inginannya.

__ADS_1


Mawar yang pernah menjalin hubungan dengan vino kenal betul dengan sifatnya, dulu vino pernah membunuh orang yang membuat mawar terjatuh dari tangga dan hanya satu alasan dia berani membunuh orang itu karena dia melukai orang yang sangat penting di dalam hidupnya.


Mawar sendiri pernah berakata pada vino agar menghilangkan sifat buruknya itu, hidup bukan hal yang mudah di dapatkan untuk kedua kalinya membunuh bukanlah sesuatu yang benar dan itu sama saja vino menghakimi hidup dengan sesuka hatinya.


Tapi untungnya ayah vino adalah orang yang berpengaruh di negara ini sehingga kejadian itu tidak pernah berlanjut ke meja hukum, lagi pula vino adalah orang yang sangat cerdik dan pandai dalam membuat rencana membunuh seseorang adalah hal yang sudah biasa baginya.


Sesamapainya di kantor mawar duduk di meja kerjanya sambil menaruh paper bag yang di berikan diego padanya, diego bilang isinya adalah baju sempat tadi di jalan diego mengajak mawar untuk pergi ke rumahnya untuk berganti baju namun mawar memilih untuk mandi dan mengganti bajunya di kantor.


Karena di kantor ini tersedia banyak kamar mandi dan peralatannya yang memang di sediakan untuk masing masing karyawan, karena ada banyak karyawan yang harus bekerja lembur dan juga melakukan sip malam karena berita harus terus berjalan selama 24 jam.


Keadaan kantor masih cukup sepi karena jam masih menunjukan pukul 06.04 hanya ada beberapa karyawan yang masih menjalankan sipnya.


Akhirnya mawar pergi mandi.


Setelah selesai mandi mawar sudah rapih dengan pakaian yang di berikan oleh diego, sebuah kemeja berwarna putih dengan dasi pita berwarna hitam dengan rok mini berwarna hitam membuat mawar terlihat elegan lebih mirip seorang sekertaris.


Mawar juga hanya mengikat rambutnya asal dia bahkan tidak membawa alat make upnya hanya sebuah bedak yang bertabur di wajah mulusnya, bedak yang selalu mawar bawa kemana mana dalam tasnya.


Mawar kembali bekerja untuk menyelesaikan beberapa berita yang harus dia edit dan di perbaiki, tapi dia tidak bisa fokus karena terus memikirkan erika.


'Ahhhh kemana erika? Dia bahkan belum datang, aku takut vino melukai erika aku telefon saja' Pikir mawar di dalam hatinya, mawar bergegas mengambil ponselnya dan menelefon erika.


Mawar semakin gelisah, dia tidak bisa menghubungi erika sesuatu kata yang tiba tiba terngiang di telinganya.


'Aku berani melukai siapapun yang menghalangi jalanku untuk memiliki sesuatu' Ya kata itu adalah kata yang dulu pernah di ucapankan oleh vino padanya.


Dan hal itu juga yang membuat pikiran mawar semakin tidak tenang, bahkan dia ingin segera menyelesaikan tugasnya yang sangat banyak.


***


Rumah sakit nasional.



Erika kini sedang mengusap usap rambut vino saat vino memaksanya untuk membuatnya tertidur setelah menyuapi vino dan memberinya obat dan kata dokter sekarang vino butuh istirahat akhirnya erika membantu vino tertidur.

__ADS_1


Dan saat ini erika sedang menatap indahnya tampan vino, apalagi saat tertidur vino terlihat sangat tenang.


'Ya ampunnn aku sekarang sedang memandangi indahnya ciptaan tuhan, bahkan mengelus elus rambutnya beruntung nya Aku' senang erika di dalam hatinya.


Erika adalah orang yang humoris dan sangat suka bercanda bahkan dalam keadaan yang sulit pada dirinya dia masih tetap bisa bercanda dan tertawa.


"Ahhh aku lupa belum mengabari mawar, tak apalah nanti siang juga di bakal datang kemari." Erika memutuskan untuk pulang kerumahnya karena dari tadi erika belum mandi dan mengganti bajunya.


Tapi belum juga pergi tangan erika di tahan oleh vino yang masih tertidur.


"Jangan pergi mawar....Aku tidak ingin kehilangan mu lagi.. " Erika menoleh melirik vino namun vino masih menutup matanya sepertinya vino mengigau.


'Kenapa? Vino masih memikirkan mawar, mawar sudah bahagia bersama orang lain vino... Kenapa kamu terus menunggu mawar disaat mawar tidak ingin memiliki mu lagi, masih ada wanita yang mau dan menjadi orang yang istimewa di hatimu.. '


Batin erika dadanya tiba tiba terasa sesak dia tidak tahu kenapa dengan dirinya ini, erika malah berfikir dirinya sakit karena tiba tiba dadanya terasa sesak.


Erika akhirnya berusaha melepaskan genggaman tangan vino dan pergi pulang kerumahnya.


Mawar masih bertarung dengan komputernya, kertas di tangan kirinya pulpen yang dia sempatkan di jari tengahnya di mainkannya ke kiri dan ke kanan.


Mawar sedang memikirkan judul yang pas untuk berita HOT yang sedang menjadi trending yaitu pernikahan aeden edelweiss dengan seorang pemilik perusahaan overstan entertainment yang di selenggarakan esok hari dan sekarang sudah banyak wartawan yang bersiap siap di gedung yang sudah di tentukan.


Setelah selesai dengan tugasnya dan sekarang adalah jam istirahat mawar segera pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi erika.


Sesampainya di rumah sakit mawar berlari menuju kamar vino sebelum nya mawar membeli makanan di jalan untuk vino, saat mawar membuka pintu kamar yang di lihatnya erika sedang menyuapi vino dan terlihat jelas ekspresi bahagia yang di tunjukan oleh vino.


Mawar tersenyum bahagia sampai vino dan erika menyadari kehadirannya.


"Ahhh mawar... " Erika tersenyum canggung melihat mawar yang berdiri di depan pintu.


Mawar berjalan ke arah vino dan erika yang masih terdiam menatap mawar, mawar meletakan sebuah plastik makanan di meja samping tempat tidur vino.


"Maaf mengganggu, aku senang kamu baik baik saja ahhh ini makanan untuk mu dan vino siapa tahu kalian belum makan, aku harus pergi.." Mawar berjalan dengan sangat cepat meninggalkan erika dan vino.


Mawar menutup pintu kamar vino dan berdiri di depan pintu setelah menutupnya.

__ADS_1


Mawar membuang nafas kasar, jantungnya berdetak kencang kenapa dia sangat bodoh menganggu kemesraan erika dan vino.


'Aku bodoh, aku adalah perusak suasana ter bodoh bodohhh!' Mawar menyesali perbuatannya tapi terkadang mawar tersenyum senyum sendiri jika teringat hal yang ia lihat tadi.


__ADS_2