Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
derajat dan status sosial yang berbeda jauh


__ADS_3

   Setelah pekerjaan mawar selesai, perempuan berwajah cantik itu tengah membereskan barang-barangnya, mulai dari dokumen-dokumen hingga beberapa file yang perlu ia kerjakan dirumah.


  Waktu kerja sudah habis, semua karyawan tengah sibuk untuk bersiap pulang, termasuk mawar yang sangat menanti waktu ini, pulang kerja dimana sore ini dia akan bertemu dengan diego.


  "Aku hanya bisa berdoa agar dirimu mendapatkan yang terbaik. Aku senang kau bisa dekat dengan diego." Erika mengenggam kedua tangan sahabatnya itu, menatap kedua manik mata mawar memberikan keyakinan bahwa mawar bisa melakukan hal ini.


  Mawar merekahkan senyumannya, memeluk sang sahabat yang sangat berharga baginya. "Terimakasih atas doa mu erika, hanya saja ini makan malam biasa, tidak ada yang istimewa." Jawab mawar lalu terkekeh, sahabatnya yang satu ini sangat suka melebih-lebihkan sesuatu.


   "Tapi, bisa jadi setelah makan malam ini, ada salah satu dari kalian yang memiliki perasaan lebih, anggaplah ini sebuah kencan." Erika mengambil tas jinjing miliknya.


 


  "Aku menunggu kabar bahagia dari mu nanti." Erika berjalan pergi keluar dari ruangan, sambil melambaikan tangan pada mawar.


  Mawar hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum simpul, dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah acara makan malam ini, dia juga tak ingin terlalu berharap.


  Mawar berjalan keluar dari ruangannya, sedari tadi ponsel androidnya itu masih ia genggam menanti kabar dari diego. Namun saat dirinya keluar dari kantor, pandangan mawar melihat halaman kantoy yang di penuhi oleh karyawan wanita, mereka semua terlihat begitu antusias.


  Mawar yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengidikan bahu tak peduli, tapi melihat banyaknya kerumunan itu, membuat mawar sedikit sulit untuk mencari keberadaan diego. Akhirnya mawar memutuskan untuk bertanya pada salah satu karyawan lelaki yang tengah asik duduk di kursi dihalaman depan kantor.


   "Permisi, didepan sedang ada apa? Ramai sekali?" Tanya mawar berbasa-basi pada lelaki yang merupakan salah satu karyawan hot news corp.


  "Kata mereka ada lelaki tampan disana." Jawab lelaki itu dengan raut wajah masam.


  Mawar hanya mengangguk, mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menerobos kerumunan perempuan itu, dia tak tahu diego terus menunggunya.


  Cukup sulit untuk mawar menerobos kerumunan manusia itu, dia sedikit kewalahan tak kalah banyak dari mereka yang mencoba mempertahankan tempat mereka masing-masing untuk melihat lelaki tampan itu secara dekat. Mawar yang masih berdesakan dengan kerumunan itu hanya bisa menghela nafas panjang, kenapa dirinya begitu sial hari ini. Terjebak diantara lautan manusia yang sedah menganggumi seseorang lelaki yang bahkan tam mereka ketahui namanya.


  Namun bukan sofia rosalina, jika mudah menyerah, dengan gerakan cepat dia segera menggeserkan tubuh para wanita itu, berteriak jika dia ingin keluar dan tak peduli dengan lelaki yang sedang mereka kagumi itu.


   Setelah berhasil keluar dari kerumunan itu, mawar menghela nafas panjang, akhirnya dirinya bisa mencari sosok diego dan tentu saja meminta maaf kepada lelaki itu, karena dirinya sudah terlambat 10 menit.


  Tapi begitu mawar hendak pergi, mawar dikejutkan dengan seseorang yang sedang menjadi pusat perhatian banyak wanita tadi. Seorang pria dengan wajah tampan, tengah bersandar pada mobilnya, mawar langsung sadar mengapa para wanita bisa k


Berkerumun seperti tadi, tentu saja mereka terkagum-kagum, jika yang berada dihadapan mereka adalah seorang diego natakusuma.


   Mawar sendiri sampai pangling, karena terpana dengan ketampanan seorang diego yang begitu di elu-elukan oleh banyak wanita. Sedangkan diego, dia masih belum sadar dengan kedatangan mawar, jujur saja dia risih menjadi pusat perhatian, tapi untuk mawar dia rela melakukan semua ini, dia ingin semua orang tahu bahwa mawar memiliki seseorang yang istimewa seperti dirinya.


  Terdengar angkuh memang, tapi nyatanya diego memang menginginkan itu.


  Sampai pandangannya mengedar, dan menemukan seorang wanita dengan senyum manisnya menatap diego dalam diam. Wanita yang ia tunggu-tunggu kedatangnnya, alasan seorang diego natakusuma rela menjadi bahan pergunjingan, hanya karena wanita ini.


  Tanpa menunggu waktu lama, diego dengan segera menghampiri gadis dengan wajah cantik itu, memberikannya sebuah senyum sebelum benar-benar berdiri dihadapan sang gadis.

__ADS_1


   "Hai, mawar." Sapa diego, terdengar teriakan banyak wanita karena kejadian langka yang mereka lihat.


   "Hai, mm maaf, aku terlambat." Jawab mawar yang sekarang memilih untuk menundukan kepalanya.


   "Ayo, nanti terlambat."


  Sebuah usapan halus terasa pada punggung tangan mawar, dengan lembut diego menggenggam tangan mawar, mengajak dirinya untuk masuk kedalam mobil yang ia bawa.


  Teriakan demi teriakan terus terdengar, menggambarkan betapa histerisnya teriakan para wanita yang melihat atraksi romantis yang berada dihadapan mereka.


  Mereka juga mulai menggosipkan, mawar dan diego entah dengan ucapan selamat maupun hinaan karena setiap pemikiran orang berbeda-beda.


   Mawar masuk kedalam mobil diego, setelah lelaki itu membukakan pintu mobil untuknya, sangat sederhana namun terlihat begitu luar biasa dihadapan banyak wanita.


  "Maaf telah membuat kericuhan di depan kantormu." Ucap diego yang sekarang duduk disamping mawar, dikursi pengemudi karena diegolah yang akan membawa mobil ini sendiri.


   "Tidak apa-apa." Jawab mawar dengan gugup.


 


  Sejujurnya dia masih blushing dengan perlakuan diego padanya tadi, sebuah genggaman tangan itu sudah berhasil membuat jantung mawar berdebar dengan sangat cepat, baginya itu adalah sebuah perbuatan istimewa.


  Setelah jawaban yang diberikan oleh mawar, suasana didalam mobil kembali hening, mawar yang tak tahu harus mencari topik apa dan diego yang sedang fokus menyetir, membuat mereka sama-sama terdiam dengan pemikiran masing-masing.


  "Ya, hari ku sangat menyenangkan." Jawab mawar santai, sebenarnya dia masih gugup, duduk disamping seorang diego natakusuma membuatnya merasa tak pantas.


  "Bagaimana dengan hasil wawancaranya? Atasannya menyukainya?" Tanya diego lagi spontan, pertanyaan itu hanya terlintas dipikirkan.


   "Tentu saja bagus, bukankah siang tadi aku sudah mengatakannya padamu?" Jawab mawar yang langsung menatap heran pada diego.


  Diego mengutuk dirinya sendiri didalam hati, bagaimana seorang diego natakusuma bisa sebodoh ini dalam hal menaklukan wanita. Dia benar-benar butuh seseorang yang dapat membantu dalam urusan membuat wanita jatuh cinta.


   "Ah, aku malah menanyakan sesuatu yang tidak penting." Jawab diego sedikit malu, hilanghlah sudah images bagusnya dihadapan mawar.


  Mawar malah terkekeh dengan sedikit keras, dia sangat suka tanggapan diego yang terlihat sangat gugup saat bertemu dengannya.


  "Kita, akan makan malam dimana?" Tanya mawar berusaha mengalihkan topik.


  "Kita akan makan malam dirumahku." Jawab diego walau masih sibuk dengan menyetir.


  "Dirumahmu? Apa tidak merepotkan?" Tanya mawar, jujur saja mawar sangat malu jika harus bertemu dengan keluarga diego, dia tidak tahu tanggapan apa yang akan diberikan oleh keluarga diego kepada dirinya.


  "Tenang saja, aku tinggal sendirian, keluarga ku yang lain tinggal dirumah yang berbeda." Jawab diego seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh mawar.

__ADS_1


   "Baiklah."


  Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh diego tadi, sedikit membuat mawar merasa tenang. Dia belum sanggup jika harus bertemu dengan keluarga diego, walau hanya sekedar teman.


  Dalam diamnya, mawar teringat bahwa dirinya belum mengabari sang ibu, dan pastinya ibu mawar akan sangat khawatir jika sampai mawar terlambat kembali ke rumah tanpa memberikan kabar.


  Alhasil sekarang, mawar tengah mengirimi pesa untuk sang ibu.


    Sofia rosalina


[*Bu, hari ini aku pulang terlambat, aku akan pergi makan malam bersama diego]


[Bilang pada vani agar tidak menungguku*]


 


   Setelah mengirimi pesan itu, mawar langsung menyimpan handphonenya tak berniat membuka chat lain yang menurutnya tidak penting.


   ***


   Mawar terperangah begitu melihat rumah milik diego, rumah itu sangat modern dengan tema minimalis yang sangat terlihat ada bagian luar rumah yang sangat indah dengan kaca besar yang menjulang pada bagian sisinya.


  Walau terlihat sederhana, namun dirumah ini mawar melihat banyak penjaga yang sedang berjaga, rumahnya memang terlihat sepi, karena hanya ada penjaga juga beberapa pembantu disana.


 


   "Ayo masuk."


  Diego menyadarkan mawar dari kekagumannya pada rumah milik diego, kembali menggapai tangan itu mengajaknya masuk kedalam rumah yang menurut diego biasa saja, tidak ada istimewanya.


    Mawar hanya menurut tak berkomentar tentang genggaman tangan diego, dia juga sangat senang dengan perhatian yang diberikan dirinya, walau semalam dia berniat untuk tak menyimpan perasaan sedikit pun pada lelaki yang berada dihadapannya kini, namun semuanya tak sesuai dengan apa yang ia bayangkan, dengan sikap diego padanya membuat sebuah rasa yang berniat untuk di kubur dalam-dalam harus ia urungkan.


   Saat memasuki rumah diego, seseorang wanita bertubuh gempal menghampiri diego dengan senyum yang merekah diwajahnya, wanita itu tak lain adalah jeni.


   "Selamat datang diego, selamat datang nona mawar." Sapa jeni pada mereka berdua.


   Mawar tersenyum membalas sapaan dari jeni, dia masih berdiri disamping diego dengan tangannya yang masih digenggam dengan sangat erat oleh lelaki itu.


   "Ayo, bibi sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua." Ucap jeni yang mempersilakan kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu untuk masuk kedalam ruang makan.


  Mawar sendiri tak heran jika jeni sudah tahu namanya, pastinya diegolah yang memberi tahu kepada jeni tentang namanya. Mawar berharap diego tak menceritakan apapun kepada jeni tentang dirinya.


  Lagipula siapalah dirinya, kenapa harus diego menceritakan tentangnya kepada orang lain? Mawar hanya orang biasa yang tak sengaja bertemu dengan diego yang menyebut dirinya sebagai daniel.

__ADS_1


__ADS_2