Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
keyakinan untuk sebuah kekuatan


__ADS_3

Mawar sedari tadi hanya diam dengan pemikirannya, kadang ia hanya menyahuti sekenanya pertanyaan dari albert, segala hal yang berkaitan dengan dunia sedang tidak ingin di pikiran olehnya.


Terlebih setelah kejadian ini banyak hal yang di pikirkan oleh mawar baik baik, semua kesalahan nya dan segala hal yang menyangkut tentang percintaan sedang di pikiran oleh mawar baik baik, salah apa dirinya sehingga mendapatkan sebuah cobaan seperti ini?


Mawar membuang nafas kasar, burger yang sedari tadi hanya ia perhatikan tidak pernah dia berminat untuk mencicipinya masuk kedalam mulutnya.


Albert memandang mawar heran, kening nya sedikit berkerut melihat tingkah aneh yang di pertunjukan mawar padanya dan juga nicky. Albert malah berfikir dia telah mengganggu mawar dengan mengajaknya datang kesini, menemaninya makan siang bersama dengan anaknya.


"Hey? Mawar kamu baik?" Tanya albert sambil menjertikan jarinya di depan wajah mawar yang sedari tadi hanya menunjukan ekspresi kosong.


"Daddy apakah bibi mawal sakit?" Nicky yang ikut merasakan tingkah aneh dari mawar, menyadari sesuatu hal yang membuat mawar seperti ini.


"Aku baik!" Jawab mawar tegas, saat ia sudah tersadar dari lamunannya wajahnya pucat pasi, matanya menggambar kan sebuah ketakutan yang berlebihan. "Jangan khawatir...." Mawar menarik kedua sudut bibir nya membuat sebuah lengkungan yang membuat senyum nicky mengembang.


"Jika kamu ada masalah ceritakan saja... " Tambah albert, kini wajah albert mencerminkan sebuah kekhawatiran yang mendalam dengan sikap gadis yang baru dia temui ini, tak seharusnya wajah cantiknya di nodai dengan sebuah gambaran yang menyeramkan.


"Tidak apa apa jangan khawatir...Oke.. " Jawab mawar walau senyuman terukir dari bibirnya, tapi dirinya sedang berusaha menyembunyikan sebuah kenyataan yang begitu menyakitkan.


"Daddy nicky sudah selasai..." Nicky mengusap usap bibir berwarna merah alami miliknya dengan sebuah tisu bersih yang di sediakan oleh pihak cafe.


"Baiklah kita tunggu bibi mawar dulu yah... " Albert menatap lekat manik mata berwarna hazel milik anak kesayangan ini, melihat manik nicky mengingatkan nya pada mendiang istrinya yang sangat cantik.


"Tidak usah menunggu bibi, jika nicky ingin pulang, pulang duluan saja... " Kini giliran mawar yang mengusap halus bibir milik nicky, karena penglihatan nya masih bisa melihat sisa sisa saus burger yang menempel di bibir nicky.


Albert terenyuh dengan sikap mawar pada anaknya, sekelebat bayangan sang istri melintas di matanya, entah matanya yang rabun atau memang saat ini albert sedang melihat mawar berubah menjadi sosok istrinya dengan senyum manis yang terpatri di bibir mawar, membuat albert kelewatan bingung dengan penglihatan nya ini.


"Telimakasih bibi...." Jawab nicky dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Yukk.. Aku sudah selesai." Ucap mawar meletakan garpu dan pisau yang tadi sempat membantunya untuk menyuapkan makanan kedalam mulutnya, walau tidak banyak setidaknya makanan tadi dapat mengurangi rasa laparnya.

__ADS_1


Dengan santainya mawar tersenyum tanpa peduli sekitarnya, terutama seorang lelaki bersurai hitam, tengah menatapnya tajam di dalam mobil dengan tangan yang mencengkram kendali stir erat, dengan ucapan mengumpat yang sudah dia keluarkan dari bibir miliknya.


***


Mawar berdiri di depan cafe yang baru saja dia kunjungi untuk sekedar menyanggah lapar yang sudah dia tahan.


"Bibi... Kapan kapan aku bisa lagi dengan bibi bukan?" Tanya seorang anak laki laki yang terus menggenggam tali kalung milik anjing kesayangannya itu.


"Boleh kok boleh, kapan kapan main lagi bersama dengan bibi.. " Mawar mengusap usap gemas pucuk rambut nicky yang berwarna pirang, turunan dari mana sehingga nicky memiliki warna rambut pirang, mungkin ibunya, tebak mawar asal.


"Kamu tidak mau aku antar?" Kini gilaran ayahnya bertanya oada mawar, yang masih mempatrikan sebuah senyuman yang tidak pernah luntur darinya, walau dia ketahui hatinya sedang sangat sakit.


"Tidak usah, aku harus kembali ke kantor jangan repot repot..." Sanggah mawar, sambil menatap kedua orang lelaki itu, senyum nya semakin berseri ketika melihat kemiripan di antara keduanya.


"Baiklah aku pergi... " Albert menarik tangan mungil milik nicky dan berjalan menjauh meninggalkan mawar yang masih terpaku di bahu jalan, tepatnya di depan cafe tadi.


Mawar membalikkan tubuhnya pelan saat sudah hapal dengan suara itu, ya orang yang baru saja mawar khayalankan menikah dengannya juga mempunyai seorang anak yang sama lucunya dengan nikcy.


"Hai... Sedang apa kau disini?" Tanya mawar dengan wajah tenang yang datar, tak ada sedikitpun ketakutan yang seharusnya di tampilkan oleh mawar, karena sejatinya mawar baru saja ketahuan *Berselingkuh* dengan lelaki lain.


"Seharusnya aku yang bertanya? 'Kenapa kau ada di sini?' " Tanya diego balik sambil memasukan kedua telapak tangannya ke saku celana miliknya.


Apa yang diego lihat membuat ia menyanggah seluruh tuduhannya tentang mawar yang berselingkuh, karena dengan santainya mawar tersenyum lembut dan manis, tanpa sedikit beban pun.


"Kenapa kau malah tersenyum?" Bingung diego dengan sikap mawar, yang sama sekali tidak merespon saat di tanya olehnya.


"Bukankah kamu sudah mendapatkan jawabannya? Apa kau pura pura? Aku baru saja makan siang... " Jawab mawar yang di selingi dengan tawa kecil, yang membuat diego semakin terheran heran.


"Makan siang bersama dengan seorang lelaki? Atau seorang duda?" Tanya diego menyindir, tapi pertanyaan diego tidak membuat senyum mawar luntur, malah kini senyum mawar semakin mengembang.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya, dia mentraktir ku makan siang karena membantunya menemukan anjing kesayangan milik anaknya... Rezeki aku tidak menolaknya?" Jawab mawar santainya, ya ampun sekarang diego mulai kesal dengan segala sikap mawar padanya.


Seandainya mawar tahu apa yang baru saja dia pertaruhankan untuk menemukan dirinya, nyawanya sendiri! Dia rela mati asalkan mawar baik baik saja tapi apa yang dia dapatkan mawar malah asik bercengkerama dengan laki laki lain dan malah menjawab sesukanya pertanyaan dari diego.


"Ayo...Temani aku makan siang.. " Diego menarik kasar tangan mawar, inilah pertama kalinya diego memperlakukan mawar dengan kasar, betapa terkejut nya mawar mendapati dia di perlakukan seperti ini, tapi tiba tiba senyuman terukir lagi di bibirnya, tidak ada rasa kesal ataupun marah saat di perlakukan seperti ini oleh diego.


Diego membawa mawar kembali masuk kedalam cafe tadi, tepat di mana diego melihat mawar sedang bersama dengan lelaki lain, diego juga sengaja memilihkan meja yang tadi di tempati mawar bersama dengan albert.


"Katakan kenapa kau tidak menjawab teleponku!" Tanya diego hampir sedikit berteriak, mawar merogoh tas selempang miliknya lalu mengambil benda pipih yang sedari tadi sengaja dia matikan.


"Handphone ku mati.. " Jawab mawar berbohong sambil menujukan handphonenya yang tidak bisa menyala.


"Pesan makan dulu... Aku tahu kamu belum makan siang kan? Ingin makan apa..?" Mawar bertanya dengan wajah yang begitu tenang, apapun yang merasuki mawar kini membuat diego kebingungan, apa kah dia mawar? Kadang diego bertanya pada dirinya sendiri saat melihat mawar seperti ini.


"Aku ingin kentang goreng.." Jawab diego asal, sejujurnya perutnya tidak terlalu lapar yang hanya dia inginkan saat ini jawaban jelas dari mawar.


Mawar mengangguk lalu pergi ke meja pelayan untuk memesan makanan keinginan diego.


Tak lama mawar kembali dengan membawa 1 piring kentang goreng dan burger juga 2 gelas minuman yang sudah berjejer rapih di atas nampan.


Mawar meletakan seluruh bawaan nya di atas meja lalu kembali duduk manis di hadapan diego, "Makan yang banyak.. " Titah mawar tak lupa dengan senyuman nya.


Salahkah jika mawar seperti ini? Mawar kau sangat pandai dalam berakting, tapi apakah ini akan bertahun lama? Senyuman mawar ini hanya sebuah topeng untuknya agar tidak menujukan sebuah kesedihan yang membuatnya kehilangan separuh jiwanya, apapun yang di lakukan oleh diego akan di terima oleh mawar, jika memang harus berpisah toh itu lebih baik.


Karena sekuat apapun mawar bertahan dia tidak akan mampu bersanding di sisi diego sebagai ISTRI diego, menyedihkan bukan?


Bohong jika dirinya tidak sakit hati, karena buktinya kini hatinya sedang menangis dengan sejuta penyesalan, buktinya kini air matanya sudah hampir terjun bebas, namun lagi lagi sebuah keyakinan menguatkan mawar untuk tidak terlihat lemah di hadapan diego.


Karena dia yakin ini adalah sebuah takdir yang perlu dia jalankan, apalah dayanya seorang manusia rendah yang selama nya akan seperti itu di mata semua orang termasuk kedua orangtua diego

__ADS_1


__ADS_2