
Mawar terkejut dia tidak menyangka diego akan mengungkapkan perasaannya padanya. Mimpi apa dia semalam, hingga bisa berada pada bagian tertinggi ini, seingatnya mendapatkan pernyataan cinta dari diego merupakan hal tabu.
Mawar sangat bahagia dengan pernyataan cinta itu, tapi sebuah sentilan merusak segala bayangan yang di impikan oleh mawar, dirinya lupa akan status dan derajatnya yang berbeda jauh dengan diego.
Mawar tersenyum getir, menatap sendu pada diego, dalam hatinya yang terdalam dirinya sangat mencintai diego, sangat.
"Aku—aku tidak tahu, aku merasa kita seperti air dan api walau kita berusaha untuk bersama kita tidak akan bisa. Kau tahu bukan kenapa? Aku takut semua orang tidak akan menyetujui hubungan kita, kamu tahu status ku yang sangat berbeda jauh denganmu, maka dari itu kita tidak akan pernah bisa bersama, dan saat aku sudah sangat takut kehilanganmu, kau akan pergi meninggalkan ku, aku tidak ingin itu terjadi!" Jelas mawar yang disetiap katanya terdapat kesedihan yang ia rasa.
"Aku tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh orang lain tentang hubungan kita, yang jelas aku sangat mencintaimu mawar." Ucap diego meyakinkan gadis yang beberapa hari ini sudah memporak-porandakan perasaanya juga hatinya.
Mawar masih bungkam, lagi dan lagi tengah bertarung bersama hati juga realita yang begitu kejam menampakan seluruh bukti bahwa dirinya memang tak pantas bersanding dengan seorang diego natakusuma, walau seperti delusi mawar sudah sangat berharap akan berada pada hari ini.
Dimana diego benar-benar membalas seluruh cintanya, mawar menangis masih bingung dengan keputusannya, dia tak mungkin menolak diego ketika dirinya benar-benar mencintai lelaki ini.
"Dengarkan kata hatimu, lupakan semua pemikiran buruk tentang hubungan kita kedepannya. Katakan jujur padaku, apa yang kau rasa." Tambah diego lagi menyakinkan, di usapnya air mata mawar yang jatuh dengan sangat pelan.
"Hatiku berkata bahwa aku sangat mencintaimu, tapi otakku mengatakan bahwa aku tak dapat bersamamu karena derajat yang membedakan kita berdua." Jawab mawar pada akhirnya, setelah hampir 1 menit terdiam dengan tangis yang berusaha ia tahan.
Diego memeluk mawar erat, dia berusaha menenangkan mawar yang terus menangis, setidaknya dia senang bahwa mawar juga mencintainya.
"Aku tahu kau akan berkata jujur, jangan khawatir tentang hal itu mawar, selama kita saling mencintai, walau tuhan tak mengizinkan aku akan terus berusaha untuk hidup bahagia bersamamu."
"Dan berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkan ku." Ucap mawar masih dengan isakan yang keluar dari mulutnya, membalas pelukan lelaki yang kini sudah resmi sebagai kekasihnya.
"Percayalah meninggalkan mu adalah jalan terakhirku untuk membuatmu bahagia jika suatu hari nanti aku akan tiada." Diego melepaskan pelukannya pada mawar, lalu menatap gadis berwajah sembab yang sekarang merupakan tujuan hidupnya yang baru.
"Jangan menangis lagi, aku akan selalu melindungi mu." Tambah diego lagi, mawar hanya mengangguk dia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini, perasaannya begitu campur aduk, senang, sedih semuanya bergejolak menjadi satu, ketika hatinya masih merasakan sebuah kejanggalan.
"Sudah jangan menangis tersenyumlah, Kau jelek jika terus cemberut." Diego mencubit pipi mawar dengan kedua tangannya, merasa gemas melihat mawar yang tak menunjukkan sebuah senyuman
__ADS_1
Mawar hanya mendengus, kemudian menuruti kemauan diego untuk tersenyum, mereka berdua lalu masuk kedalam rumah setelah dirasa angin malam semakin kencang.
"Aku ingin pulang." Pinta Mawar menatap diego yang sedang memeluknya dari samping.
"Apa kau tidak ingin main terlebih dahulu?" Tanya diego lalu mengusap rambut panjang mawar, merapihkan anak rambut mawar yang beterbangan karena angin tadi.
"Aku takut, ibuku khawatir." Jawab mawar, dia teringat ibunya dan mawar berjanji tidak akan pulang malam-malam.
"Oke. Aku akan mengantarmu pulang."
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka berdua sampai dirumah mawar, gadis yang masih lengkap dengan pakaian kerjanya itu keluar dari dalam mobil yang mengantarkannya pulang, mobil milik kekasihnya, mawar tak langsung masuk kedalam rumahnya, melainkan dia mengucapkan terimakasih kepada diego.
"Terimakasih sudah mengantarku, tidak mau mampir?" Tawar mawar, yang kini berdiri disamping mobil diego, menatap lelaki itu dari luar jendela.
"Sama-sama, tidak perlu ini sudah malam, aku akan menjemputmu besok." Jawab diego dengan senyum manis andalannya.
"Eh—? Tidak usah, aku bisa menaiki bus." Tolak mawar secara halus, bukan tidak menghargai hanya saja menurutnya itu berlebihan.
Mawar hanya bisa mengulum senyum, merasa sangat senang ketika kata 'Seorang kekasih' terucap dari mulut diego, rasanya dia seperti bermimpi dapat bersama dengan diego.
Mawar kemudian berjalan masuk kedalam rumanya, setelah dirasa diego pergi melaju bersama mobil sportnya. Begitu masuk kedalam rumah, suasananya sangat sepi, mawar beranggapan bahwa ibunya mungkin sudah tidur.
Mawar masuk kedalam kamarnya, langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur karena kelelahan. Terlintas dalam pikiran mawar tentang janjinya pada erika untuk memberi kabar jika sudah sampai rumah, dengan gerakan malas mawar mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, membuka room chat erika mengetikan pesan.
Sofia rosalina
[Erika aku sudah sampai, jangan khawatir aku baik-baik saja]
Setelah mengirimkan pesan itu pada erika, mawar beranjak dari atas tempat tidurnya untuk pergi membersihkan dirinya.
***
__ADS_1
Keesokan paginya, dikediaman mawar, keluarga kecil itu tengah menikmati sarapan pagi dengan suasana hangat penuh canda seperti biasanya, walau tanpa kehadiran sosok ayah, mereka berusaha terlihat baik-baik saja, terutama dihadapan vani.
"Kak, kenapa sekarang kakak jarang pulang awal?" Celoteh vani setelah memberhentikan tawanya, karena candaan yang dilontarkan sang bunda tadi.
"kakak banyak urusan sayang, maaf yah. Kakak janji deh, semisal tidak sibuk lagi, kakak akan mengajak vani jalan-jalan." Kata mawar yang berusaha untuk menghibur adiknya, vani memang sangat dekat dengan mawar lebih dari siapun termasuk dian.
Anak kecil dengan senyum semanis kakaknya itu mengangguk, mengerti karena memang hanya kakaknya lah yang bekerja, mencoba menopang kebutuhan hidup mereka yang tak sedikit.
Ketika sedang asik memakan sarapan, suara klakson mobil membuyarkan ketenangan mereka bertiga, mawar yang tahu bunyi klakson itu dengan segera memgambil tas selempang miliknya, berpamitan pada dian juga vani, kemudian berlari kecil keluar rumah untuk mendatangi kekasihnya, dengan semangat yang sangat tinggi tentu saja.
Begitu keluar dari dalam rumah, mawar langsung menunjukan senyum terbaiknya, karena seseorang yang tengah menatapnya dari kejauhan ikut tersenyum menatapnya dengan penuh cinta.
Tanpa menunggu lama, mawar dengan segera mendatangi diego masih tak melunturkan senyum manisnya.
"Selamat pagi, sayangku." Sapa diego.
Mawar yang mendengarnya langsung tersipu malu, merasa sangat bahagia karena sebutan 'sayang' yang diberikan diego kepadanya.
"Pagi juga." Jawab mawar malu-malu.
Manisnya sebuah cinta sedang sangat di rasakan oleh pasangan kekasih ini, sesungguhnya cobaan yang sebenarnya belum menimpa mereka. Sebuah hubungan tanpa cobaan akan berjalan lurus seperti itu saja, tidak ada kenaikan kekuatan perasaan cinta dan rasa kehilangan, justru lama kelamaan perasaan sayang akan hilang begitu saja. Dan hanya meninggalkan sebuah luka yang mendalam
Tunggulah, kekuatan cinta kalian akan diuji, ketika masalah itu mulai berdatangan.
***
Haii haiii, gimana? Hm? Ya ampun ini ku revisi bener2 rombak total bahasnya hiks, tapi ya syukurnya kelihatan lebih enak dibacanya dari pada yang kemarin.
WOE VOMMENT WOE!! gak maksa
Ini visual sofia rosalina
Mawar as dilraba dilmurat
__ADS_1
Visual cewenya pernah beberapa aku ganti. Tapi tiba2 srek sama dilraba